UNSIKAUNSIKA

English Ideas: Journal of English Language EducationEnglish Ideas: Journal of English Language Education

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap tugas video dalam kelas berbicara bahasa Inggris. Untuk menentukan persepsi siswa terhadap tugas video di kelas berbicara bahasa Inggris mereka, peneliti melakukan studi deskriptif kualitatif. Dalam studi ini, peneliti menggunakan teknik analisis data berdasarkan Miles dan Huberman (1994) yang dikutip oleh Sugiyono (2014: 247-252), yang meliputi tiga langkah: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa hampir semua siswa memiliki persepsi yang baik terhadap proyek video. Mereka berpendapat bahwa tugas video membantu mereka melatih keterampilan berbicara bahasa Inggris. Melalui tugas video, siswa termotivasi untuk memberikan hasil terbaik. Hasil wawancara juga menunjukkan bahwa tugas video membantu siswa menyadari kesalahan yang mereka buat sehingga mereka dapat mengatasi kesalahan tersebut untuk menjadi pembicara yang lebih baik. Hal ini berarti tugas video sesuai untuk diterapkan di kelas bahasa Inggris.

Penelitian ini mengkaji persepsi siswa terhadap proyek video dalam kelas berbicara bahasa Inggris melalui kuesioner dan wawancara pada 27 siswa kelas sepuluh.Mayoritas siswa menunjukkan persepsi positif, meyakini bahwa proyek video efektif melatih keterampilan berbicara, membantu mengatasi kesulitan, dan meningkatkan kepercayaan diri.Meskipun demikian, ditemukan beberapa siswa memiliki persepsi negatif, terutama terkait kesulitan pengucapan kata dalam bahasa Inggris.

Penelitian ini menunjukkan bahwa proyek video berbasis Instagram memiliki potensi besar dalam meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris siswa EFL, meskipun masih ada tantangan terkait pengucapan. Untuk penelitian lanjutan, sebuah pertanyaan penting yang dapat dieksplorasi adalah bagaimana desain proyek video ini dapat dioptimalkan secara lebih spesifik untuk mengatasi kesulitan pengucapan yang dialami siswa. Misalnya, studi dapat meneliti efektivitas berbagai jenis umpan balik, baik dari guru maupun teman sebaya, terhadap akurasi fonologis siswa dalam konteks video. Selain itu, mengingat dampak positif yang teridentifikasi, penelitian di masa depan perlu menyelidiki keberlanjutan motivasi siswa dan peningkatan keterampilan berbicara dalam jangka waktu yang lebih panjang. Mengukur retensi pembelajaran dan adaptasi metode ini dalam kurikulum berkelanjutan akan memberikan wawasan berharga tentang implementasi jangka panjang. Penelitian juga dapat membandingkan efektivitas proyek video di Instagram dengan platform media sosial lainnya atau dengan metode pengajaran berbicara konvensional. Pendekatan komparatif ini akan membantu mengidentifikasi karakteristik unik Instagram yang berkontribusi pada pembelajaran dan menentukan apakah ada platform lain yang mungkin menawarkan keuntungan pedagogis serupa atau bahkan lebih baik. Dengan demikian, kita dapat lebih memahami cara memaksimalkan penggunaan teknologi untuk pengembangan keterampilan bahasa secara holistik.

Read online
File size485.88 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test