PNLPNL

Jurnal VokasiJurnal Vokasi

Kurangnya kemampuan dan pengetahuan tentang bahasa daerah setempat bagi mahasiswa yang berasal dari luar Aceh menjadi alasan kuat untuk menyelenggarakan kegiatan pelatihan bahasa daerah ini, mengingat Langsa memiliki daya tarik berupa kampus Universitas Samudra yang menjadi pilihan banyak mahasiswa di Sumatra dan sekitarnya. Minimnya kemampuan berbahasa daerah sangat memengaruhi kedekatan emosional dengan mahasiswa maupun masyarakat Aceh setempat, sehingga berpotensi menimbulkan jarak dalam proses bersosialisasi dan berkomunikasi. Tujuan kegiatan ini adalah memperpendek jarak tersebut dengan meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa daerah bagi mahasiswa dari luar Aceh, agar tercipta sikap saling menghormati dan menghargai, serta memudahkan proses pembauran dan komunikasi dengan masyarakat lokal, karena bahasa daerah merupakan bahasa leluhur. Kegiatan ini menggunakan metode ceramah, tanya jawab, diskusi, dan simulasi, dilaksanakan dalam dua pertemuan, dengan 15 peserta. Materi mencakup salam, angka, waktu, hari, informasi budaya dan lokalitas, arah dan lokasi, kritik dan saran, serta ucapan terima kasih dan permohonan maaf, dipilih karena merupakan level dasar yang sering digunakan sehari-hari.

Tingginya partisipasi dan kualitas kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan ini memberikan dampak positif bagi mahasiswa dari luar Aceh.Pelatihan berhasil memberikan kemampuan dasar berbahasa daerah yang mendukung proses integrasi dan sosialisasi, serta menumbuhkan kedekatan emosional antar lintas budaya.Kegiatan ini layak dilanjutkan sebagai program berkelanjutan mengingat minat besar dari mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah dan Pendidikan Bahasa Inggris.

Pertama, perlu dikaji lebih lanjut bagaimana pengaruh penguasaan bahasa daerah terhadap tingkat adaptasi sosial dan akademik mahasiswa pendatang dalam jangka panjang, termasuk dampaknya terhadap prestasi belajar dan kesejahteraan psikologis. Kedua, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas metode peer teaching, di mana mahasiswa asli Aceh secara aktif mengajarkan bahasa daerah kepada teman sebayanya dari luar daerah, untuk melihat apakah pendekatan ini lebih efektif daripada pelatihan formal oleh dosen. Ketiga, layak dikembangkan studi tentang integrasi modul bahasa daerah berbasis digital yang bisa diakses secara mandiri, untuk menilai apakah pembelajaran berbasis aplikasi atau media daring dapat memperluas jangkauan dan menunjang pembelajaran berkelanjutan di luar sesi pelatihan, terutama selama masa adaptasi mahasiswa baru.

Read online
File size427.88 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test