UMUM

Jurnal Sains PsikologiJurnal Sains Psikologi

Munculnya komunitas involuntary celibates (incel) yang dikenal dengan sikapnya yang menormalisasi agresi seksual mengundang ancaman kekerasan baru di negara-negara Barat. Meski komunitas incel belum banyak ditemui di Indonesia, namun pengalaman yang dialami para anggota incel juga bisa dialami oleh para pria lajang pada umumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran unwanted celibacy dalam memprediksi sikap terhadap agresi seksual dalam konteks Indonesia yang tidak memiliki komunitas incel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah partisipan pria lajang sebanyak 223 orang. Hasil penelitian membuktikan bahwa unwanted celibacy berperan dalam memprediksi sikap terhadap agresi seksual. Unwanted celibacy juga ditemukan lebih banyak dirasakan oleh pria yang kesulitan mencari pasangan (involuntary singlehood) dibandingkan pria yang secara sadar memilih untuk melajang (voluntary singlehood). Penelitian ini berkontribusi pada ekstensi penelitian tentang unwanted celibacy dan involuntary singlehood.

Penelitian ini menunjukkan bahwa unwanted celibacy secara signifikan memprediksi sikap terhadap agresi seksual pada pria lajang di Indonesia.Pria yang mengalami kesulitan mencari pasangan cenderung merasakan unwanted celibacy lebih tinggi dibandingkan mereka yang memilih melajang.Temuan ini mendukung hipotesis bahwa frustrasi akibat kesulitan dalam menjalin hubungan romantis atau seksual dapat berkontribusi pada sikap yang lebih permisif terhadap agresi seksual.

Penelitian lanjutan perlu mengeksplorasi faktor-faktor lain yang dapat memoderasi atau memediasi hubungan antara unwanted celibacy dan sikap terhadap agresi seksual, seperti pengalaman masa kecil, norma sosial, dan tingkat dukungan sosial. Selain itu, penting untuk meneliti lebih lanjut mengenai peran media sosial dan komunitas online dalam membentuk dan memperkuat sikap-sikap tersebut, terutama dalam konteks budaya Indonesia yang unik. Penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami secara mendalam pengalaman dan perspektif pria lajang yang mengalami unwanted celibacy, serta bagaimana mereka mengelola frustrasi dan emosi negatif yang mungkin timbul. Studi longitudinal juga diperlukan untuk melacak perkembangan sikap terhadap agresi seksual dari waktu ke waktu dan mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang dapat menyebabkan perilaku agresif. Dengan pemahaman yang lebih komprehensif, intervensi pencegahan yang efektif dapat dirancang untuk mengurangi risiko kekerasan seksual dan mempromosikan hubungan yang sehat dan setara.

  1. Predictors of Radical Intentions among Incels | Journal of Online Trust and Safety. predictors radical... doi.org/10.54501/jots.v1i3.57Predictors of Radical Intentions among Incels Journal of Online Trust and Safety predictors radical doi 10 54501 jots v1i3 57
  2. Men who hate women: The misogyny of involuntarily celibate men - Michael Halpin, Norann Richard, Kayla... journals.sagepub.com/doi/10.1177/14614448231176777Men who hate women The misogyny of involuntarily celibate men Michael Halpin Norann Richard Kayla journals sagepub doi 10 1177 14614448231176777
  3. Aggressive Behavior | Behavioral Science Journal | Wiley Online Library. aggressive behavior behavioral... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/ab.20195Aggressive Behavior Behavioral Science Journal Wiley Online Library aggressive behavior behavioral onlinelibrary wiley doi 10 1002 ab 20195
Read online
File size248.98 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test