UMUM

Jurnal Sains PsikologiJurnal Sains Psikologi

Budaya merupakan salah satu aspek yang dapat memengaruhi pola komunikasi keluarga. Penelitian terdahulu yang telah dilakukan masih terbatas pada pembahasan pengaruh budaya tight-loose terhadap pola komunikasi keluarga, khususnya pada orientasi percakapan dan konformitas. Penelitian ini mengkaji peran budaya tight-loose dalam memprediksi pola komunikasi keluarga. Melalui analisis regresi bertingkat yang dilakukan pada 281 partisipan dengan rentang usia 18–40 tahun (M = 24,23; SD = 5,47), penelitian ini mendukung sebagian hipotesis, yaitu bahwa budaya tight-loose hanya memprediksi pola komunikasi berorientasi konformitas (F[6, 274] = 5,794; p < 0,01; R² = 0,093) setelah mengendalikan faktor demografi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa jenis kelamin memprediksi orientasi percakapan dan konformitas, sedangkan usia hanya memprediksi orientasi konformitas. Melalui penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa budaya memegang peranan penting dalam membentuk pola komunikasi keluarga, khususnya di Indonesia yang cenderung dicirikan oleh komunikasi keluarga yang bersifat konsensus. Oleh karena itu, budaya tightness memiliki pengaruh yang signifikan terhadap orientasi konformitas. Namun, diperlukan elaborasi lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang memengaruhi orientasi percakapan. Penelitian ini juga mencakup pembahasan mengenai implikasi dan keterbatasan temuan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa budaya tightness secara signifikan memprediksi orientasi konformitas dalam pola komunikasi keluarga, terutama dalam konteks Indonesia yang menekankan konsensus.Temuan ini menunjukkan bahwa norma sosial yang kuat berperan dalam membentuk kecenderungan keluarga untuk mengutamakan keselarasan dan kesepakatan.Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi bahwa faktor-faktor lain, seperti jenis kelamin dan usia, turut memengaruhi orientasi percakapan dan konformitas, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami kompleksitas interaksi ini.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan mengeksplorasi lebih dalam mekanisme bagaimana budaya tightness memengaruhi gaya komunikasi keluarga, misalnya melalui studi kualitatif yang mendalami percakapan sehari-hari dalam keluarga. Selain itu, penting untuk meneliti peran mediasi dari faktor-faktor lain, seperti nilai-nilai budaya spesifik atau praktik pengasuhan, dalam hubungan antara budaya tightness dan pola komunikasi keluarga. Terakhir, penelitian dapat diperluas dengan melibatkan partisipan dari berbagai latar belakang sosioekonomi dan geografis di Indonesia untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana budaya memengaruhi dinamika komunikasi keluarga, serta mempertimbangkan bagaimana teknologi komunikasi modern memengaruhi pola komunikasi keluarga di era digital.

  1. Family Communication Patterns - L. DAVID RITCHIE, MARY ANNE FITZPATRICK, 1990. family patterns david... journals.sagepub.com/doi/10.1177/009365090017004007Family Communication Patterns L DAVID RITCHIE MARY ANNE FITZPATRICK 1990 family patterns david journals sagepub doi 10 1177 009365090017004007
  2. Tight-Loose Culture as a Predictor of Family Communication Patterns | Sapphira | Jurnal Sains Psikologi.... doi.org/10.17977/um023v14i12025p108-116Tight Loose Culture as a Predictor of Family Communication Patterns Sapphira Jurnal Sains Psikologi doi 10 17977 um023v14i12025p108 116
  3. DOI Name 10.1080 Values. name values index type timestamp data serv crossref email doiadmin namespace... doi.org/10.1080DOI Name 10 1080 Values name values index type timestamp data serv crossref email doiadmin namespace doi 10 1080
  4. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/0021-9010.91.6.1225APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 0021 9010 91 6 1225
Read online
File size335.55 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test