UMRAHUMRAH

Jurnal Intek AkuakulturJurnal Intek Akuakultur

Rumput laut merupakan komoditas perikanan yang bernilai ekonomis dengan pertumbuhan yang ditentukan oleh faktor salah satunya adalah jarak tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam terhadap pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii. Penelitian ini dilakukan pada 25 November 2020 - 08 Januari 2021 selama 42 hari di Desa Berakit, Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau. Metode yang digunakan ialah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan one-way ANOVA dengan aplikasi JASP. Hasil penelitian mendapatkan bahwa jarak tanam 25 cm pada perlakuan B merupakan hasil terbaik dibandingkan dengan perlakuan lain, dimana laju pertumbuhan spesifik rumput laut Kappaphycus alvarezii mencapai 6,90 ± 0,01% / hari, bobot mutlak rumput laut Kappaphycus alvarezii sebesar 282,84 ± 0,31 g, dan pertumbuhan mutlak rumput laut Kappaphycus alvarezii sebesar 182,84 ± 0,31 g.

Jarak tanam memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik rumput laut Kappaphycus alvarezii dengan metode longline.Jarak tanam 25 cm merupakan jarak tanam optimal, menghasilkan laju pertumbuhan spesifik sebesar 6,90 ± 0,01% per hari, bobot mutlak sebesar 282,84 ± 0,31 g, dan pertumbuhan mutlak sebesar 182,84 ± 0,31 g.Hasil ini menunjukkan bahwa jarak tanam 25 cm paling mendukung pertumbuhan rumput laut dibandingkan jarak lainnya.

Pertama, perlu diteliti pengaruh kombinasi jarak tanam dan kedalaman penggantungan terhadap pertumbuhan Kappaphycus alvarezii untuk mengetahui apakah posisi vertikal dalam air memperbesar efisiensi penyerapan cahaya dan nutrisi. Kedua, penting untuk menguji jarak tanam optimal pada kondisi lingkungan yang berbeda seperti arus, turbiditas, dan musim, agar hasil penelitian dapat diterapkan secara lebih luas di berbagai lokasi budidaya. Ketiga, perlu dikaji dampak jarak tanam terhadap kualitas biokimia rumput laut, seperti kadar karagenan, karena pertumbuhan tinggi tidak selalu berarti kualitas produk akhir yang lebih baik, sehingga dapat mengarahkan petani pada kombinasi optimal antara produktivitas dan nilai pasar.

Read online
File size611.13 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test