UMRAHUMRAH
Jurnal Intek AkuakulturJurnal Intek AkuakulturIkan kerapu cantang (Epinephelus fuscoguttatus x Epinephelus lanceolatus) di Indonesia sedang dikembangkan sebagai komoditas budidaya laut unggulan untuk diekspor dengan nilai yang cukup tinggi. Harga ikan kerapu berkisar antara Rp110.000–120.000 per kilogram. Pembudidaya umumnya memberikan pakan hanya berdasarkan kebiasaan, tanpa mempertimbangkan kebutuhan nutrisi ikan. Salah satu upaya untuk meningkatkan keberhasilan budidaya adalah pengaturan frekuensi pemberian pakan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober–November 2020 di Kelompok Budidaya Maju Mandiri, Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu A: 1 kali/hari, B: 2 kali/hari, C: 3 kali/hari, dan D: 4 kali/hari. Analisis data menggunakan One-Way ANOVA dan uji Duncan. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai terbaik untuk FCR, EP, BM, PM, dan SGR diperoleh pada perlakuan D, yaitu FCR (2,25±0,02), EP (44,49±0,36 %), BM (26,8±0,28 g), PM (5,0±0,35 cm), dan SGR (0,638±0,006 g/hari).
Pemberian pakan dengan waktu yang berbeda berpengaruh nyata terhadap efisiensi pakan, pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, dan rasio konversi pakan ikan kerapu cantang.Perlakuan pemberian pakan 2 kali sehari (perlakuan B) memberikan hasil terbaik dengan rasio konversi pakan sebesar (2,25±0,06) dan efisiensi pakan sebesar (44,40±1,23 %).Perlakuan tersebut tidak berbeda nyata dengan perlakuan 3 dan 4 kali pemberian pakan, tetapi lebih efisien dalam pengelolaan waktu dan tenaga.
Pertama, perlu diteliti pengaruh kombinasi frekuensi pemberian pakan dan ukuran ikan terhadap efisiensi pakan, karena kebutuhan makanan dan kemampuan pencernaan ikan kerapu cantang kemungkinan berubah seiring perkembangan usia dan ukuran tubuh. Kedua, penting untuk mengkaji penerapan pemberian pakan berbasis sistem otomatis atau timer pada berbagai frekuensi, guna mengevaluasi konsistensi waktu pemberian pakan dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan serta stres ikan. Ketiga, sebaiknya dilakukan penelitian tentang interaksi antara frekuensi pemberian pakan dengan kualitas pakan (misalnya kadar protein atau penggunaan pakan pellet vs rucah), untuk mengetahui apakah frekuensi optimal pemberian pakan bergantung pada kualitas pakan yang diberikan. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan rekomendasi budidaya yang lebih tepat guna dan berkelanjutan.
| File size | 873.48 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
UIN BANTENUIN BANTEN Literasi digital yang terbatas dan akses yang terbatas ke pemasaran daring di Kecamatan Bontojai, Kabupaten Bantaeng, menyebabkan produk dipasarkan secaraLiterasi digital yang terbatas dan akses yang terbatas ke pemasaran daring di Kecamatan Bontojai, Kabupaten Bantaeng, menyebabkan produk dipasarkan secara
UIN SUSKAUIN SUSKA Rumen fermentasi, mitigasi metan, dan proses mikroba rumen telah muncul sebagai tema inti yang membentuk penelitian kontemporer, mencerminkan perhatianRumen fermentasi, mitigasi metan, dan proses mikroba rumen telah muncul sebagai tema inti yang membentuk penelitian kontemporer, mencerminkan perhatian
POLMEDPOLMED Program ini membuktikan bahwa integrasi teknologi tepat guna dan pendampingan manajemen pakan efektif meningkatkan efisiensi usaha peternakan rakyat sertaProgram ini membuktikan bahwa integrasi teknologi tepat guna dan pendampingan manajemen pakan efektif meningkatkan efisiensi usaha peternakan rakyat serta
UNRAMUNRAM Pipa pengeluaran dilengkapi kran pengatur debit air untuk dibagikan ke 15 kolam. Proses elektrokoagulasi dilakukan dengan mengalirkan cairan koagulan 5Pipa pengeluaran dilengkapi kran pengatur debit air untuk dibagikan ke 15 kolam. Proses elektrokoagulasi dilakukan dengan mengalirkan cairan koagulan 5
UNSUNS Kebutuhan nutrisi ternak setiap fase fisiologis berbeda-beda. Solusi yang diberikan melalui program pemberdayaan desa ini adalah pembuatan complete feedKebutuhan nutrisi ternak setiap fase fisiologis berbeda-beda. Solusi yang diberikan melalui program pemberdayaan desa ini adalah pembuatan complete feed
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Di sisi lain, kelelahan mental lebih terlihat pada dimensi rasa kantuk (30%) dan kurangnya motivasi (4,3%). Faktor-faktor seperti usia, status gizi, danDi sisi lain, kelelahan mental lebih terlihat pada dimensi rasa kantuk (30%) dan kurangnya motivasi (4,3%). Faktor-faktor seperti usia, status gizi, dan
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwaMetode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
UNIVAUNIVA 2) Implementasi Pengembangan Kurikulum Madrasah Aliyah Swasta Muallimin UNIVA Medan dengan perencanaan dalam proses pembelajaran merupakan kewajiban yang2) Implementasi Pengembangan Kurikulum Madrasah Aliyah Swasta Muallimin UNIVA Medan dengan perencanaan dalam proses pembelajaran merupakan kewajiban yang
Useful /
UNSUNS Media dengan proporsi organik lebih tinggi cenderung meningkatkan jumlah anakan dan kebernasan gabah. Penerapan sistem akuaponik sebagai implementasi terintegrasiMedia dengan proporsi organik lebih tinggi cenderung meningkatkan jumlah anakan dan kebernasan gabah. Penerapan sistem akuaponik sebagai implementasi terintegrasi
UIGMUIGM Latar Belakang: Selulitis orbital dapat menyerupai glaukoma sudut tertutup akut, terutama pada pasien imunokompromais sehingga menyulitkan diagnosis. Tujuan:Latar Belakang: Selulitis orbital dapat menyerupai glaukoma sudut tertutup akut, terutama pada pasien imunokompromais sehingga menyulitkan diagnosis. Tujuan:
UIGMUIGM Hasil: Karakterisasi mengkonfirmasi isolat sebagai Candida albicans dengan ciri koloni putih kekuningan, berbau asam ragi, serta memiliki bentukan selHasil: Karakterisasi mengkonfirmasi isolat sebagai Candida albicans dengan ciri koloni putih kekuningan, berbau asam ragi, serta memiliki bentukan sel
UNIVAUNIVA Kendalanya adalah keterbatasan waktu, sulit menerima saran dan salah tafsir perhatian sebagai rasa sayang. Teman seangkatan berperan besar memotivasi siswaKendalanya adalah keterbatasan waktu, sulit menerima saran dan salah tafsir perhatian sebagai rasa sayang. Teman seangkatan berperan besar memotivasi siswa