UMRAHUMRAH
Jurnal Intek AkuakulturJurnal Intek AkuakulturPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh rGH dan dosis rGH yang terbaik terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan Kakap Putih. Penelitian ini dilakukan pada bulan September sampai November 2019 selama 43 hari yang bertempat di Dinas pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Bintan Kepulauan Riau. Metode yang digunakan ialah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Menggunakan analisis data dengan One-Way ANOVA menunjukkan bahwa rGH memberi pengaruhnya terhadap benih ikan Kakap Putih dimana perlakuan terbaik adalah perlakuan C dengan dosis 10 mg/kg pakan dengan nilai pertumbuhan bobot mutlak 27,74 g, laju pertumbuhan bobot harian 0,55 g, pertumbuhan panjang mutlak 2,47 cm, kelangsungan Hidup 95,55 %, FCR 3,64, dan efisiensi pakan 31,40%.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa rGH memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan Kakap Putih.Dosis terbaik dalam penelitian ini adalah pada perlakuan C (rGH 10 mg/kg pakan) dengan rata-rata nilai pertumbuhan bobot mutlak 24,74 g, pertumbuhan panjang mutak 2,74 cm, kelangsungan hidup sebesar 95,55%, tingkat konversi pakan 3,64 dan efisiensi pakan sebesar 31,40%.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh pemberian rGH terhadap kualitas daging ikan Kakap Putih, termasuk kandungan lemak, protein, dan asam amino, untuk memastikan keamanan dan nilai gizi produk akhir. Kedua, penelitian dapat diperluas dengan menguji efektivitas rGH pada berbagai tahapan pertumbuhan ikan Kakap Putih, mulai dari larva hingga ikan dewasa, untuk mengoptimalkan penggunaan hormon ini dalam budidaya. Ketiga, penting untuk menginvestigasi interaksi antara dosis rGH dengan faktor lingkungan seperti suhu, salinitas, dan kualitas air, untuk memahami bagaimana kondisi lingkungan dapat memengaruhi respons ikan terhadap hormon pertumbuhan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif mengenai penggunaan rGH dalam budidaya ikan Kakap Putih secara berkelanjutan dan efisien, serta meningkatkan produktivitas dan kualitas produk perikanan.
| File size | 535.26 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
UMRAHUMRAH Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, dengan perlakuan K (Pemberian pakan tanpa penambahanPenelitian ini dilakukan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, dengan perlakuan K (Pemberian pakan tanpa penambahan
UMRAHUMRAH Pertumbuhan ikan dipengaruhi oleh penyerapan pakan, maka untuk menambah kinerja penyerapan pakan secara maksimal dan untuk meningkatkan pertumbuhan ikanPertumbuhan ikan dipengaruhi oleh penyerapan pakan, maka untuk menambah kinerja penyerapan pakan secara maksimal dan untuk meningkatkan pertumbuhan ikan
UMRAHUMRAH Penggunaan ekstrak kulit pisang kepok yang dicampurkan pada pakan berpengaruh nyata terhadap diferensial leukosit, yaitu persentase limfosit dan neutrofilPenggunaan ekstrak kulit pisang kepok yang dicampurkan pada pakan berpengaruh nyata terhadap diferensial leukosit, yaitu persentase limfosit dan neutrofil
UMRAHUMRAH Hasil Penelitian setelah di uji statistic sidik ragam ANOVA, pengaruh Bobot bibit yang berbeda terhadap laju pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvareziiHasil Penelitian setelah di uji statistic sidik ragam ANOVA, pengaruh Bobot bibit yang berbeda terhadap laju pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii
UMRAHUMRAH Tingkat kelangsungan hidup larva adalah 90% dari induk pemijahan alami, 75% dari induk pemijahan semi buatan dan 70% dari induk pemijahan buatan. KelangsunganTingkat kelangsungan hidup larva adalah 90% dari induk pemijahan alami, 75% dari induk pemijahan semi buatan dan 70% dari induk pemijahan buatan. Kelangsungan
UMRAHUMRAH Sementara itu, laju pertumbuhan spesifik harian tertinggi tertuju pada perlakuan 50 g, diikuti oleh perlakuan 150 g, dan terendah pada perlakuan 100 g.Sementara itu, laju pertumbuhan spesifik harian tertinggi tertuju pada perlakuan 50 g, diikuti oleh perlakuan 150 g, dan terendah pada perlakuan 100 g.
UMRAHUMRAH Suhu optimal untuk pemeliharaan larva ikan kakap putih adalah suhu 32°C. Oleh karena itu, disarankan kepada para pembudidaya untuk menggunakan temperaturSuhu optimal untuk pemeliharaan larva ikan kakap putih adalah suhu 32°C. Oleh karena itu, disarankan kepada para pembudidaya untuk menggunakan temperatur
UMRAHUMRAH Penelitian ini menyimpulkan bahwa persentase pergantian air memiliki pengaruh terhadap tingkat kelangsungan hidup larva ikan kakap putih. Perlakuan pergantianPenelitian ini menyimpulkan bahwa persentase pergantian air memiliki pengaruh terhadap tingkat kelangsungan hidup larva ikan kakap putih. Perlakuan pergantian
Useful /
UMRAHUMRAH Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan, yaitu A tanpa pemberian minyak, B pemberian minyak cumiMetode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan, yaitu A tanpa pemberian minyak, B pemberian minyak cumi
UMRAHUMRAH Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2021, bertempatan di Laboratorium Marine Aquaculture dan untuk analisis kualitas air dilakukan di LaboratoriumPenelitian dilaksanakan pada bulan September 2021, bertempatan di Laboratorium Marine Aquaculture dan untuk analisis kualitas air dilakukan di Laboratorium
UMRAHUMRAH merupakan bahan alami yang dapat digunakan untuk meningkatkan status kesehatan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji konsentrasi ekstrak Sargassummerupakan bahan alami yang dapat digunakan untuk meningkatkan status kesehatan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji konsentrasi ekstrak Sargassum
UMRAHUMRAH Enzim papain 3,72 g merupakan perlakuan terbaik, hasil yang didapatkan pada pertumbuhan bobot mutlak (8,90±0,70 g) dan rasio konversi pakan (feed convertionEnzim papain 3,72 g merupakan perlakuan terbaik, hasil yang didapatkan pada pertumbuhan bobot mutlak (8,90±0,70 g) dan rasio konversi pakan (feed convertion