UINSIUINSI
BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity JournalBOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity JournalPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanaman nilai-nilai moderasi beragama pada anak usia dini dan bentuk penerapannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian anak, guru, dan kepala sekolah sebagai sumber data. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai-nilai moderasi beragama di RA Maarif NU Plus 001 diajarkan melalui empat nilai dasar: akidah, ibadah, akhlak, dan belajar Al-Quran, yang mengandung nilai-nilai karakter yang mencerminkan sikap moderat. Penerapannya dilakukan guru melalui pembiasaan dan keteladanan, seperti pengenalan melalui lagu-lagu, kunjungan ke tempat ibadah, bercerita, dan penggunaan media pembelajaran.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa RA Maarif NU Plus 001 menanamkan nilai-nilai moderasi beragama melalui empat nilai dasar.Penerapan nilai-nilai ini dilakukan melalui pembiasaan dan keteladanan oleh guru, serta penggunaan berbagai media pembelajaran yang menarik.Dengan demikian, anak-anak usia dini dapat mengembangkan sikap moderat dan toleran sejak dini, yang menjadi fondasi penting bagi persatuan dan kesatuan bangsa.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai efektivitas metode pembiasaan dan keteladanan dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama pada anak usia dini. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan media pembelajaran yang lebih inovatif dan interaktif untuk meningkatkan pemahaman anak terhadap konsep moderasi beragama. Ketiga, penting untuk dilakukan studi komparatif antara RA Maarif NU Plus 001 dengan lembaga pendidikan lainnya dalam menerapkan nilai-nilai moderasi beragama, guna mengidentifikasi praktik-praktik terbaik yang dapat diadopsi secara luas. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya memperkuat karakter bangsa dan mencegah radikalisme di kalangan generasi muda, serta memperkaya khazanah ilmu pengetahuan di bidang pendidikan anak usia dini.
- Implementasi Pendidikan Multikutural Berbasis Teknologi Dalam Menghadapi Era Society 5.0 | EDUCASIA:... Doi.Org/10.21462/Educasia.V7i3.131Implementasi Pendidikan Multikutural Berbasis Teknologi Dalam Menghadapi Era Society 5 0 EDUCASIA Doi Org 10 21462 Educasia V7i3 131
- Peran Pendidikan Multikultural di SMA Negeri 17 Samarinda dalam Menerapkan Sifat Toleransi Beragama |... doi.org/10.21462/educasia.v5i3.125Peran Pendidikan Multikultural di SMA Negeri 17 Samarinda dalam Menerapkan Sifat Toleransi Beragama doi 10 21462 educasia v5i3 125
| File size | 763.26 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UINSIUINSI Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa kegiatan permainan meronce mampu meningkatkan konsentrasi pada anak. Hasil tersebut mencerminkan dampak positifKesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa kegiatan permainan meronce mampu meningkatkan konsentrasi pada anak. Hasil tersebut mencerminkan dampak positif
STAI YPBWISTAI YPBWI Pendidikan merupakan elemen strategis dalam pembangunan bangsa. Dalam konteks Indonesia, pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai alat peningkatan sumberPendidikan merupakan elemen strategis dalam pembangunan bangsa. Dalam konteks Indonesia, pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai alat peningkatan sumber
STAI YPBWISTAI YPBWI Berdasarkan data awal dari siswa, ditemukan bahwa banyak siswa mengalami kegugupan, tidak fokus, bahkan merasa ragu ketika diminta berbicara di hadapanBerdasarkan data awal dari siswa, ditemukan bahwa banyak siswa mengalami kegugupan, tidak fokus, bahkan merasa ragu ketika diminta berbicara di hadapan
STAI YPBWISTAI YPBWI Ketika ketiga faktor tersebut berada dalam kondisi yang baik, maka siswa akan lebih termotivasi, aktif mengikuti kegiatan pembelajaran, memahami materiKetika ketiga faktor tersebut berada dalam kondisi yang baik, maka siswa akan lebih termotivasi, aktif mengikuti kegiatan pembelajaran, memahami materi
UINSIUINSI Adapun faktor pendukung pada penerapan metode Qiroati di TK Al-Azhar 1 yaitu: guru yang sudah profesional, waktu belajar yang cukup, sarana lengkap danAdapun faktor pendukung pada penerapan metode Qiroati di TK Al-Azhar 1 yaitu: guru yang sudah profesional, waktu belajar yang cukup, sarana lengkap dan
STKIP JBSTKIP JB Diantaranya adalah 2 ujaran yang termasuk dalam Frozen Style, kemudian 7 ujaran yang termasuk dalam Formal Style. 10 ujaran yang termasuk Gaya Konsultatif,Diantaranya adalah 2 ujaran yang termasuk dalam Frozen Style, kemudian 7 ujaran yang termasuk dalam Formal Style. 10 ujaran yang termasuk Gaya Konsultatif,
STKIP JBSTKIP JB Klimaks dari serangkaian kegiatan ini adalah pementasan seni yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat lokal. Lokasi pementasan bukan hanya menjadiKlimaks dari serangkaian kegiatan ini adalah pementasan seni yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat lokal. Lokasi pementasan bukan hanya menjadi
STKIP JBSTKIP JB Dalam pengabdian tahap keempat selain membuat ar bangun ruang kubus dan balok, bapak ibu guru juga dilatih untuk bisa mempublikasikan augmented realityDalam pengabdian tahap keempat selain membuat ar bangun ruang kubus dan balok, bapak ibu guru juga dilatih untuk bisa mempublikasikan augmented reality
Useful /
INSURIPONOROGOINSURIPONOROGO These findings underscore the need for strategic interventions to improve leadership practices and foster a positive organizational culture within elementaryThese findings underscore the need for strategic interventions to improve leadership practices and foster a positive organizational culture within elementary
UINSIUINSI Anak-anak mampu dengan terampil menyusun balok, membedakan bentuk, mengklasifikasikan ukuran, dan memecahkan masalah dengan lebih baik. Berdasarkan temuanAnak-anak mampu dengan terampil menyusun balok, membedakan bentuk, mengklasifikasikan ukuran, dan memecahkan masalah dengan lebih baik. Berdasarkan temuan
STKIP JBSTKIP JB Kelompok sasaran dalam program kemitraan masyarakat (PKM) ini adalah Posyandu Lansia “ Barokah di RW 3. Permasalahan yang terjadi di Posyandu LansiaKelompok sasaran dalam program kemitraan masyarakat (PKM) ini adalah Posyandu Lansia “ Barokah di RW 3. Permasalahan yang terjadi di Posyandu Lansia
STKIP JBSTKIP JB Metode pelaksanaan pengbadian terdiri dari persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Indikator keberhasilan dari kegiatan bahwa hasil angket lebih dari 70%.Metode pelaksanaan pengbadian terdiri dari persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Indikator keberhasilan dari kegiatan bahwa hasil angket lebih dari 70%.