USUUSU

Langgas: Jurnal Studi PembangunanLanggas: Jurnal Studi Pembangunan

Media massa berperan penting dalam membentuk jati diri bangsa, khususnya di wilayah perbatasan Indonesia. Namun, ketersediaan media yang tidak merata di seluruh Indonesia menghambat efektivitas peran media. Dengan merujuk pada Teori Media Massa dari McQuail dan Anderson serta Teori Konstruksi Sosial Media dari Berger dan Lukmann, artikel ini mencoba menyajikan gambaran empiris mengenai distribusi dan aksesibilitas media massa di wilayah perbatasan, dalam kaitannya dengan konstruksi nasionalisme dan pembentukan identitas kolektif kebangsaan di wilayah tersebut. Tulisan ini dikaji menggunakan kajian literatur review yang berkaitan dengan tema. Hasil penelitian pustaka menunjukkan bahwa pemisahan diri Timor Leste dari Indonesia pada tahun 1999 berdampak besar terhadap nasionalisme dan identitas nasional di wilayah perbatasan, khususnya di Kabupaten Belu, serta dampak sosiologisnya masih terasa hingga saat ini. Media, khususnya media lokal, ikut terlibat dalam penanganan persoalan sosio-historis dalam kehidupan masyarakat ini melalui pemberitaannya.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa media massa memiliki peran signifikan dalam proses konstruksi dan penguatan identitas nasional, terutama di kawasan perbatasan.Pertama, kemampuan media dalam menyampaikan informasi secara luas berkontribusi dalam memperluas pemahaman masyarakat perbatasan terhadap identitas nasional mereka.Kedua, media massa dapat menjadi media strategis untuk memperkenalkan dan mempromosikan kekayaan budaya lokal serta keberagaman etnis.Ketiga, kehadiran media sosial memperluas ruang interaksi masyarakat perbatasan, memperkuat ikatan kebangsaan, dan mengatasi hambatan geografis.

Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian mendalam mengenai dampak media sosial terhadap pembentukan identitas nasional di kalangan generasi muda perbatasan, dengan fokus pada bagaimana platform digital memengaruhi persepsi mereka tentang kebangsaan dan hubungan dengan negara tetangga. Kedua, penelitian kuantitatif dengan cakupan yang lebih luas dapat dilakukan untuk mengukur tingkat aksesibilitas media massa di berbagai wilayah perbatasan Indonesia, serta menganalisis korelasi antara akses media dan tingkat nasionalisme masyarakat. Ketiga, studi komparatif antara wilayah perbatasan Indonesia dengan negara lain yang memiliki karakteristik serupa, seperti Malaysia atau Filipina, dapat memberikan wawasan baru mengenai strategi yang efektif dalam memperkuat identitas nasional di wilayah-wilayah rentan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam merumuskan kebijakan yang lebih komprehensif dan efektif dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di wilayah perbatasan, serta memperkuat peran media sebagai agen pembangunan nasional.

  1. MEMBANGUN KETAHANAN INFORMASI DI DAERAH-DAERAH PERBATASAN INDONESIA | Irdayanti | TOLERANSI: Media Ilmiah... ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/toleransi/article/view/4328MEMBANGUN KETAHANAN INFORMASI DI DAERAH DAERAH PERBATASAN INDONESIA Irdayanti TOLERANSI Media Ilmiah ejournal uin suska ac index php toleransi article view 4328
  2. Media Massa dan Pembentukan Identitas Nasional di Kawasan Perbatasan Indonesia-Timor Leste | Langgas:... talenta.usu.ac.id/jlpsp/article/view/20540Media Massa dan Pembentukan Identitas Nasional di Kawasan Perbatasan Indonesia Timor Leste Langgas talenta usu ac jlpsp article view 20540
Read online
File size304.61 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test