UINSAIDUINSAID

Academic Journal of Da'wa and CommunicationAcademic Journal of Da'wa and Communication

Maraknya kasus kekerasan seksual yang terjadi di Pendidikan Tinggi menjadikan Project Multatuli, media alternatif nirlaba berbasis jurnalisme publik bersama Pers Mahasiswa melakukan jurnalisme kolaborasi guna menyoroti hal tersebut. Melalui penerapan Kode Etik Jurnalistik berperspektif penyintas, jurnalisme kolaborasi yang terbentuk merupakan sarana bagi Persma bersama profesional guna berkontribusi dalam menyuarakan kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus. Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan implementasi jurnalisme kolaborasi yang dilakukan oleh Project Multatuli bersama LPM Institut, LPM Bhaskara, dan Pers Akademika terkait peliputan berita kekerasan seksual di kampus.

Implementasi dari jurnalisme kolaborasi yang dilakukan oleh Project Multatuli dan sejumlah LPM dapat dikatakan sebagai upaya untuk memaksimalkan efek pemberitaan dalam kaitannya dengan beberapa kasus kekerasan seksual di lingkungan Perguruan Tinggi.Pada tingkatan ini, perlu adanya kontribusi nyata dari mahasiswa sebagai bagian dari agent of change untuk menyuarakan perubahan, termasuk salah satunya dalam mencegah, menghadapi, ataupun memberikan bantuan terhadap para korban kekerasan seksual.Dalam hal ini, upaya mahasiswa melalui keberadaan pers mahasiswa perlu untuk kemudian dikembangkan, salah satunya melalui aspek jurnalisme kolaborasi untuk menguatkan peliputan informasi berita yang lebih kredibel.

Untuk meningkatkan efektivitas jurnalisme kolaborasi dalam pemberitaan kasus kekerasan seksual, penting untuk mempertimbangkan beberapa aspek. Pertama, perlu ada upaya untuk meningkatkan kesadaran dan edukasi masyarakat tentang kekerasan seksual, terutama di lingkungan kampus. Hal ini dapat dilakukan melalui kampanye dan diskusi publik yang melibatkan berbagai pihak, termasuk mahasiswa, akademisi, dan profesional. Kedua, penting untuk memastikan bahwa jurnalisme kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada pemberitaan, tetapi juga pada upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan seksual secara menyeluruh. Ini dapat dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, seperti psikolog, pekerja sosial, dan lembaga hukum, dalam proses peliputan dan pemberitaan. Ketiga, penting untuk memastikan bahwa jurnalisme kolaborasi ini tetap menjaga independensi dan integritas jurnalistik, serta tidak terpengaruh oleh kepentingan pihak manapun. Dengan demikian, jurnalisme kolaborasi ini dapat menjadi sarana yang efektif dalam menyuarakan kasus kekerasan seksual dan mendorong perubahan positif di lingkungan kampus.

  1. Optimalisasi Strategi Idarah: Studi Kasus Pengelolaan Masjid Agung Kauman di Kota Semarang | Academic... ejournal.uinsaid.ac.id/index.php/ajdc/article/view/7316Optimalisasi Strategi Idarah Studi Kasus Pengelolaan Masjid Agung Kauman di Kota Semarang Academic ejournal uinsaid ac index php ajdc article view 7316
  2. Analisis Jenis Jenis Dan Penyebab Kekerasan Seksual Di Lingkungan Kampus | Jurnal Pendidikan Indonesia.... japendi.publikasiindonesia.id/index.php/japendi/article/view/1747Analisis Jenis Jenis Dan Penyebab Kekerasan Seksual Di Lingkungan Kampus Jurnal Pendidikan Indonesia japendi publikasiindonesia index php japendi article view 1747
Read online
File size892.73 KB
Pages24
DMCAReport

Related /

ads-block-test