UMSUUMSU

Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP)Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP)

Penyandang disabilitas dalam masyarakat mengalami banyak permasalahan berupa stigma, diskriminasi, segregasi, dan sebagainya yang mengarah ke kondisi masyarakat eksklusif. Namun apabila merujuk pada perkembangan dua dekade terakhir ini, mulai terdapat pergeseran dari kondisi masyarakat yang eksklusif, menjadi inklusif. Selaras dengan perkembangan tersebut, saat ini di Desa Prambon, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek terdapat sebuah kawasan hunian inklusif yang diinisiasi oleh Yayasan Naeema. Penyandang disabilitas di perumahan inklusi memiliki kedekatan dengan masyarakat, seperti terlibat dalam kegiatan gotong royong, kerja bakti, dan aktivitas keagamaan. Penelitian ini berfokus pada proses beradaptasi penyandang disabilitas dengan masyarakat dan bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis secara mendalam mengenai proses adaptasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penyandang disabilitas penghuni perumahan inklusi mampu beradaptasi dengan masyarakat. Penyandang disabilitas penghuni perumahan inklusi mampu melewati beberapa tahap proses adaptasi mulai dari kondisi kebimbangan beradaptasi, proses penetapan strategi beradaptasi, dan sampai pada akhirnya mampu beradaptasi dengan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perumahan inklusi mampu menjadi mediator dalam mewujudkan masyarakat inklusif yang ramah, peduli, dan saling menolong antara penyandang disabilitas dengan masyarakat umum.

Proses adaptasi penyandang disabilitas dengan masyarakat merupakan proses belajar bersama untuk saling memahami, yang pada akhirnya membentuk masyarakat inklusi yang ramah, saling tolong-menolong, dan menerima perbedaan.Proses ini meliputi tahap kebimbangan, penyusunan strategi adaptasi, hingga kemampuan beradaptasi secara penuh.Perumahan Inklusi Trenggalek berperan sebagai mediator yang memperkuat relasi saling menghargai dan menghormati antara penyandang disabilitas dengan masyarakat.

Pertama, perlu diteliti bagaimana keberlanjutan adaptasi jangka panjang penyandang disabilitas di perumahan inklusi seiring perubahan dinamika sosial dan ekonomi masyarakat sekitar, untuk memahami apakah relasi inklusif tersebut dapat bertahan atau justru mengalami regresi seiring waktu. Kedua, penting untuk mengeksplorasi efektivitas media komunikasi digital seperti grup WhatsApp dalam memperkuat integrasi sosial antara penyandang disabilitas dan masyarakat, serta bagaimana platform ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi dan penguatan jaringan komunitas secara berkelanjutan. Ketiga, perlu dikaji bagaimana model perumahan inklusi ini dapat direplikasi di wilayah lain dengan konteks budaya dan infrastruktur yang berbeda, termasuk mengevaluasi peran pemerintah daerah dan pengembang swasta dalam menyediakan fasilitas kepemilikan rumah yang ramah disabilitas secara lebih luas dan terstruktur.

  1. Proses Adaptasi Penyandang Disabilitas dengan Masyarakat di Perumahan Inklusi Kabupaten Trenggalek |... doi.org/10.30596/jisp.v6i1.20706Proses Adaptasi Penyandang Disabilitas dengan Masyarakat di Perumahan Inklusi Kabupaten Trenggalek doi 10 30596 jisp v6i1 20706
Read online
File size317.82 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test