UNSUNS

Journal of Biodiversity and BiotechnologyJournal of Biodiversity and Biotechnology

Anggrek hitam atau Coelogyne adalah salah satu anggrek asli Kalimantan yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Anggrek Coelogyne yang baru dan berkualitas unggul dapat diperoleh melalui persilangan. Memodifikasi media, seperti pemberian PGR, diperlukan untuk hasil perbanyakan tanaman persilangan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh PGR Benzyl Adenine (BA) dan Naphtalene Acetic Acid (NAA) terhadap pertumbuhan subkultur anggrek dari persilangan Coelogyne pandhurata dan Coelogyne rumphii. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor, yaitu PGR BA dan NAA, masing-masing dengan konsentrasi 0 ppm, 0,2 ppm, 0,4 ppm, dan 0,6 ppm dengan 16 kombinasi perlakuan dan 4 ulangan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Fisiologi dan Bioteknologi Tanaman, Fakultas Pertanian UNS Surakarta, dari November 2020 hingga Maret 2021. Variabel yang diamati meliputi jumlah tunas, panjang tanaman, berat tanaman, jumlah daun, jumlah akar, panjang akar, saat akar muncul, dan saat tunas muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BA 0,6 ppm memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan jumlah tunas, dan konsentrasi NAA 0,2 ppm memberikan hasil terbaik pada variabel jumlah akar. Kombinasi BA 0,6 ppm dan NAA 0,2 ppm memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan berat tanaman. BA dan NAA mampu mempercepat pertumbuhan tanaman persilangan Coelogyne.

Penambahan BA dan NAA pada media kultur Coelogyne pandurata dan Coelogyne rumphii subkultur dapat meningkatkan pertumbuhan plantlet.Dosis tunggal BA 0,6 ppm memberikan hasil optimum pada perkembangan tunas (6,59 tunas), sedangkan NAA 0,2 ppm memberikan hasil optimum pada variabel jumlah akar (4,6 akar).Kombinasi BA 0,6 ppm dan NAA 0,2 ppm memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan berat plantlet (3,43 g).

Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan studi lebih lanjut mengenai pengaruh kombinasi dosis BA dan NAA yang berbeda pada pertumbuhan subkultur anggrek dari persilangan Coelogyne pandurata dan Coelogyne rumphii. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan PGR lainnya, seperti IAA dan IBA, dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan akar anggrek. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengoptimalkan konsentrasi PGR yang digunakan dalam media kultur anggrek, sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih maksimal. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan budidaya anggrek secara in vitro dan meningkatkan kualitas anggrek yang dihasilkan.

  1. Effect of Auxin and Cytokinin on Orchid Subculture Resulting from Coelogyne Crosses | Hartati | Journal... jurnal.uns.ac.id/jbb/article/view/80626Effect of Auxin and Cytokinin on Orchid Subculture Resulting from Coelogyne Crosses Hartati Journal jurnal uns ac jbb article view 80626
Read online
File size156.28 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test