UMSUMS

Law and JusticeLaw and Justice

Masyarakat memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap hakim dan sistem peradilan, mengingat peradilan adalah lembaga yang berwenang untuk memutuskan perkara dan memberikan keadilan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, publik mencermati perilaku hakim dan kualitas putusannya dalam mengadili perkara. Tidak sedikit putusan hakim yang mengundang kritik dan sinisme, menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat, dan membentuk skeptisisme yang cukup besar terhadap lembaga peradilan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif. Penelitian ini bersifat deskriptif analitis. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi kepustakaan. Hasil penelitian ini adalah peran pedoman etika dan perilaku hakim sangat diperlukan dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan dan keluhuran martabat serta perilaku hakim. Kode etik dan perilaku hakim merupakan inti yang melekat pada profesi hakim yang mengandung nilai-nilai etika dan moral, untuk mewujudkan peradilan yang berwibawa dan bermartabat. Hambatan muncul dari internal lembaga peradilan sendiri, terutama terkait dengan belum efektifnya pengawasan internal dan kecenderungan meningkatnya berbagai bentuk penyalahgunaan wewenang oleh hakim. Penerapan Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim harus dilakukan secara efektif tanpa adanya campur tangan dari berbagai pihak yang memiliki kepentingan. Sehingga mampu menjaga keluhuran martabat, kehormatan dan keluhuran profesi hakim.

Kode etik dan perilaku hakim sangat penting untuk menjaga kehormatan dan martabat profesi hakim.Kode etik tersebut mengandung nilai-nilai etika dan moral yang bertujuan mewujudkan peradilan yang berwibawa.Namun, terdapat hambatan internal dalam penegakan kode etik, seperti kurangnya pengawasan internal dan penyalahgunaan wewenang oleh hakim.Oleh karena itu, penerapan kode etik harus dilakukan secara efektif tanpa intervensi dari pihak lain untuk menjaga integritas profesi hakim.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang berkontribusi terhadap kurangnya efektivitas pengawasan internal di lingkungan peradilan. Hal ini dapat mencakup analisis terhadap struktur organisasi, mekanisme pengawasan yang ada, dan persepsi hakim serta staf pengadilan terhadap efektivitas pengawasan tersebut. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada studi komparatif mengenai implementasi kode etik hakim di berbagai negara, dengan tujuan mengidentifikasi praktik-praktik terbaik yang dapat diadopsi untuk meningkatkan integritas dan akuntabilitas hakim di Indonesia. Ketiga, penelitian kualitatif yang mendalam dapat dilakukan untuk memahami perspektif masyarakat terhadap perilaku hakim dan kualitas putusan pengadilan, serta dampaknya terhadap kepercayaan publik terhadap sistem peradilan. Penelitian ini dapat menggunakan metode wawancara mendalam dan focus group discussion untuk menggali informasi yang lebih kaya dan nuanced.

  1. TANGGUNG JAWAB NOTARIS TERHADAP AKTA YANG CACAT HUKUM DAN TIDAK SESUAI DENGAN KETENTUAN PEMBUATAN AKTA... doi.org/10.23920/jbmh.v6i1.324TANGGUNG JAWAB NOTARIS TERHADAP AKTA YANG CACAT HUKUM DAN TIDAK SESUAI DENGAN KETENTUAN PEMBUATAN AKTA doi 10 23920 jbmh v6i1 324
  2. Rule of Law and Rule of Ethic in Law Enforcement in Indonesia | Toule | SASI. rule law ethic enforcement... fhukum.unpatti.ac.id/jurnal/sasi/article/view/752Rule of Law and Rule of Ethic in Law Enforcement in Indonesia Toule SASI rule law ethic enforcement fhukum unpatti ac jurnal sasi article view 752
  3. The Judges Ethics and Justice: An Analysis of Law Enforcement in Indonesian Court System | Law Research... journal.unnes.ac.id/sju/index.php/snh/article/view/48183The Judges Ethics and Justice An Analysis of Law Enforcement in Indonesian Court System Law Research journal unnes ac sju index php snh article view 48183
Read online
File size139.04 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test