UMSUMS

Law and JusticeLaw and Justice

Teknologi informasi (TI) membantu efisiensi dan keselamatan operasi, namun juga memunculkan kekhawatiran dan kebutuhan baru untuk mengatasi masalah hukum dan lingkungan pertambangan. TI berkontribusi pada penyelesaian konflik di Kalimantan Timur dengan meningkatkan komunikasi, menyebarkan informasi, dan menawarkan tempat untuk mediasi dan penyelesaian sengketa. Kemampuan komunikasi, analisis data, dan pengambilan keputusan yang ditingkatkan oleh teknologi informasi sangat berpengaruh terhadap penyelesaian sengketa pertambangan. Namun, serangan siber dapat mengganggu sistem, menyebabkan waktu henti yang merugikan, masalah keamanan, dan pencurian data di pertambangan. Studi deskriptif-analitis ini menggunakan tinjauan literatur dan pendapat para ahli. Tulisan ini juga membahas bagaimana teknologi informasi mempengaruhi konflik pertambangan di Kalimantan Timur dengan menggunakan pendekatan penelitian yuridis normatif. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa integrasi TI di pertambangan telah memberikan dampak positif dan negatif. Peningkatan produksi, keselamatan, dan efisiensi lingkungan diperlukan untuk pembangunan pertambangan yang berkelanjutan. Adopsi TI di pertambangan juga memiliki tantangan yang sama. TI memiliki dampak besar pada pertambangan. TI memberikan masa depan yang lebih aman, lebih efisien, dan lebih berkelanjutan untuk transformasi digital, termasuk pengembangan perangkat lunak dalam negeri, untuk memastikan kedaulatan teknis. Studi ini menunjukkan betapa pentingnya TI untuk stabilitas industri, fragmentasi teknis, dan solusi.

Teknologi informasi (TI) berpotensi mengatasi tantangan industri pertambangan, meningkatkan kualitas produk, dan keselamatan produksi melalui digitalisasi serta otomatisasi.Untuk pengelolaan industri pertambangan yang efektif, penerapan strategi transformasi digital sangat penting guna memfasilitasi pemulihan dan pemantauan produksi tambang di setiap tahapan, baik sebelum, selama, maupun setelah operasi penambangan.TI memegang peran krusial dalam resolusi konflik pertambangan dengan meningkatkan komunikasi, transparansi, dan proses pengambilan keputusan, sekaligus memungkinkan identifikasi serta mitigasi konflik sosial secara proaktif melalui pemantauan dan analisis prediktif interaksi antara proyek tambang dan komunitas.

Mengingat urgensi penanganan konflik pertambangan di Kalimantan Timur, penelitian lanjutan perlu fokus pada bagaimana teknologi informasi dapat diintegrasikan secara lebih mendalam dengan kerangka regulasi dan kebijakan sosial yang ada. Ini termasuk menganalisis faktor-faktor sumber daya manusia yang menghambat adopsi teknologi serta strategi untuk memastikan TI dapat secara efektif mengatasi akar permasalahan konflik, seperti masalah hak tanah dan partisipasi masyarakat yang adil. Selain itu, pengembangan dan implementasi sistem informasi geografis (GIS) atau platform digital yang lebih canggih menjadi krusial. Sistem ini dapat berfungsi untuk memantau aktivitas pertambangan ilegal secara real-time, mendeteksi degradasi lingkungan dengan presisi tinggi, serta menyediakan mekanisme pengaduan yang transparan dan mudah diakses oleh komunitas terdampak. Penting untuk menginvestigasi bagaimana platform semacam ini dapat secara signifikan meningkatkan akuntabilitas pemerintah dan perusahaan, sekaligus memfasilitasi penegakan hukum yang lebih kuat terhadap pelanggaran yang marak terjadi di sektor pertambangan. Lebih lanjut, karena literatur yang ada belum secara komprehensif membahas penggunaan TI dalam manajemen konflik itu sendiri, studi di masa depan harus berfokus pada analisis kasus spesifik. Penelitian dapat mengkaji bagaimana alat teknologi seperti simulasi virtual, big data analytics untuk prediksi konflik, atau platform kolaboratif dapat secara konkret memfasilitasi proses mediasi, negosiasi, dan dialog untuk membangun konsensus, serta mencapai solusi yang adil dan berkelanjutan bagi semua pihak yang terlibat dalam konflik pertambangan, termasuk pemerintah, perusahaan, dan masyarakat lokal. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya akan memperluas pemahaman kita tentang potensi TI, tetapi juga memberikan panduan praktis untuk implementasi yang lebih baik.

  1. OPTIMALISASI PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA SMART DEFENSE GUNA MENDUKUNG TUGAS POKOK TNI AL DALAM... doi.org/10.37481/sjr.v6i3.710OPTIMALISASI PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA SMART DEFENSE GUNA MENDUKUNG TUGAS POKOK TNI AL DALAM doi 10 37481 sjr v6i3 710
  2. The Impact of Indonesia's Mining Industry Regulation on the Protection of Indigenous Peoples | Hasanuddin... doi.org/10.20956/halrev.v9i1.4033The Impact of Indonesias Mining Industry Regulation on the Protection of Indigenous Peoples Hasanuddin doi 10 20956 halrev v9i1 4033
  3. The Influence of Information Technology on Mining Conflicts in East Kalimantan | Law and Justice. influence... doi.org/10.23917/laj.v9i1.5216The Influence of Information Technology on Mining Conflicts in East Kalimantan Law and Justice influence doi 10 23917 laj v9i1 5216
Read online
File size171.11 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test