UPSUPS

Engineering : Jurnal Bidang TeknikEngineering : Jurnal Bidang Teknik

Penelitian ini bertujuan untuk (1) melakukan analisis beban mati, beban hidup, dan beban gempa pada struktur gedung Rumah Sakit Rujukan Kelas B, (2) menganalisis pembebanan pada struktur gedung Rumah Sakit Rujukan Kelas B menggunakan program bantu ETABS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis struktur dilakukan secara 3 dimensi untuk mendapatkan hasil yang optimal. Pertama-tama dilakukan analisis eigenvalue untuk menentukan mode dan perioda getaran yang dominan. Data perioda getar dari analisis ini digunakan untuk menentukan gaya gempa statik dan dinamik berdasarkan respon spektra yang sesuai. Analisis struktur 3 dimensi dengan memperhatikan efek torsi kemudian dilakukan untuk mendapatkan gaya-gaya dalam. Analisis dilakukan baik secara statik maupun dinamik. Berdasarkan hasil analisis dan perencanaan yang dilakukan pada proyek pembangunan Gedung Rumah Sakit Rujukan Kelas B Kalimantan Tengah, (1) Beban gempa dianalisis dengan dua metode yaitu metode static ekivalen dan metode analisis respons spectrum dengan program bantu ETABS. Dari hasil analisis metode static ekivalen didapat gaya geser dasar pada struktur adalah 3405 kN. Sedangkan untuk metode analisis respon spectrum didapat gaya geser dasar pada struktur adalah 3404,49 kN untuk arah X dan 3406,44 kN untuk arah Y dengan keterangan OK (terpenuhi), (2) Hasil analisis simpangan antar tingkat lantai arah x (∆x) dan arah y (∆y) terpenuhi sesuai dengan SNI 1726:2019 pasal 7.12.

Berdasarkan hasil analisis pembebanan pada struktur atas gedung Rumah Sakit Rujukan Kelas B Kalimantan Tengah, dapat disimpulkan bahwa beban mati dan hidup telah dihitung sesuai standar.Beban gempa dianalisis menggunakan metode static ekivalen dan analisis respons spectrum, dengan hasil yang memenuhi persyaratan SNI.Hasil analisis simpangan antar tingkat lantai juga menunjukkan bahwa struktur memenuhi kriteria keamanan sesuai dengan SNI 1726.

Penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada analisis perilaku struktur gedung Rumah Sakit Rujukan Kelas B ini terhadap jenis gempa yang berbeda, misalnya dengan mempertimbangkan karakteristik gempa lokal di Kalimantan Tengah. Selain itu, studi lebih lanjut mengenai penggunaan material alternatif yang lebih ringan dan ramah lingkungan pada struktur atas gedung dapat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi biaya dan keberlanjutan bangunan. Terakhir, penelitian tentang optimasi desain dinding geser, termasuk penentuan dimensi dan penempatan yang paling efektif, dapat dilakukan untuk meningkatkan ketahanan struktur terhadap beban lateral dan mengurangi potensi kerusakan akibat gempa. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan desain dan konstruksi bangunan rumah sakit yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan di Indonesia.

Read online
File size579.1 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test