UMKLAUMKLA

TRIAGE Jurnal Ilmu KeperawatanTRIAGE Jurnal Ilmu Keperawatan

Santri memiliki konsep diri yang rendah, yang ditandai dengan kurangnya kepercayaan diri, self-esteem rendah, dan penilaian negatif terhadap diri sendiri. Kurangnya dukungan sosial yang memadai dari keluarga, teman, dan guru membuat santri berisiko mengalami masalah kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsep diri dan kesehatan mental santri. Desain penelitian menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah santri laki-laki sejumlah 350 orang. Sampel yang digunakan sebanyak 77 responden, terdiri dari santri laki-laki kelas 6 dan 7. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling. Instrumen penelitian menggunakan instrumen Konsep Diri yang dibuat oleh Prastiwi dan Instrumen Kesehatan Mental menggunakan MHI-38 yang digunakan oleh Diyah, keduanya telah diuji validitas dan reliabilitas ulang. Analisis data menggunakan korelasi Kendalls Tau. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata usia santri 13,7 tahun. Konsep diri positif dimiliki oleh 83,1% santri, kesehatan mental baik sebesar 46,8%, dan kesehatan mental sangat baik sebesar 44,2%. Analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan antara konsep diri santri dengan kesehatan mental dengan nilai signifikansi 0,000. Konsep diri santri tergolong positif dan kesehatan mental tergolong baik. Terdapat korelasi positif antara konsep diri dengan kesehatan mental santri. Konsep diri yang positif meningkatkan kesehatan mental santri.

Penelitian ini menemukan bahwa konsep diri santri tergolong baik dan sangat baik, serta terdapat korelasi positif antara konsep diri dengan kesehatan mental santri di Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta.Peningkatan konsep diri dapat dilakukan melalui penguatan identitas diri dan penilaian terhadap kemampuan pribadi santri.Dengan demikian, kesehatan mental santri dapat terjaga dan ditingkatkan secara berkelanjutan.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi pengaruh spesifik dari dukungan sosial keluarga, teman sebaya, dan pengasuh pesantren terhadap pembentukan konsep diri santri, mengingat faktor lingkungan sosial sangat berperan dalam perkembangan mental remaja. Kedua, penting untuk mengkaji efektivitas program bimbingan dan konseling berbasis nilai-nilai keagamaan dalam meningkatkan konsep diri dan kesehatan mental santri melalui pendekatan shuhbah (persahabatan), agar intervensi yang diberikan lebih kontekstual dan berkelanjutan. Ketiga, perlu dikaji faktor-faktor internal seperti regulasi emosi dan ketahanan psikologis (resilience) sebagai variabel perantara antara konsep diri dan kesehatan mental, sehingga dapat dikembangkan model intervensi psikologis yang holistik dan terintegrasi dalam lingkungan pesantren. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan dasar ilmiah bagi kebijakan pembinaan mental santri yang lebih komprehensif dan berbasis bukti.

  1. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsep Diri Remaja di SMPN 13 Yogyakarta | JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan... doi.org/10.21927/jnki.2015.3(1).33-38Faktor Faktor yang Mempengaruhi Konsep Diri Remaja di SMPN 13 Yogyakarta JNKI Jurnal Ners dan Kebidanan doi 10 21927 jnki 2015 3 1 33 38
Read online
File size244.39 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test