ONERESEARCHONERESEARCH

Oetoesan HindiaOetoesan Hindia

Tulisan ini bertujuan mengkritisi peran manusia yang mengaku intelek, tapi tidak peduli pada kemerosotan nilai di masyarakat. Tanggung jawab kaum ini dipertanyakan, sehingga perlu dipertanyakan apa yang seharusnya mendasari tindakan kaum intelektual. Manusia intelektual yang sesungguhnya akan menempatkan cinta Ilahi dan cinta insani sebagai dasar pengembangan ilmu pengetahuan dan pemanfaatannya.

Kaum intelektual harus berperan penuh dengan menempatkan cinta Ilahi dan cinta insani sebagai landasan pengembangan ilmu pengetahuan.Peran mereka tidak hanya sebatas penguasaan ilmu, tetapi juga pemuliaan kemanusiaan dan keadilan.Dengan kesadaran spiritual dan moral, intelektual dapat menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi masyarakat dan alam semesta.

Pertama, perlu diteliti bagaimana integrasi nilai-nilai agama dan budaya kebaikan dapat dirancang dalam kurikulum pendidikan tinggi untuk membentuk intelektual yang beretika dan peduli sosial. Kedua, perlu dikaji bagaimana pengalaman sejarah peran cendekiawan dalam memperjuangkan keadilan, seperti pada Peristiwa Dreyfus atau perjuangan tokoh kebangsaan Indonesia, dapat menjadi model bagi peran intelektual di era digital saat ini. Ketiga, perlu dilakukan studi tentang efektivitas ekspresi sastra dan seni dalam membangkitkan kesadaran moral intelektual muda terhadap kemerosotan nilai di masyarakat, serta bagaimana bentuk-bentuk kreatif tersebut dapat menjadi alat kritik sosial yang efektif dalam konteks kehidupan kampus dan media sosial.

Read online
File size356.93 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test