ISI DPSISI DPS
Journal of Aesthetics, Creativity and Art ManagementJournal of Aesthetics, Creativity and Art ManagementAmreta ing Huma is an art ecosystem whose ideas sparked the subak phenomenon and its current existence. By linking culture, society, education, politics, technology, economics, and stakeholders, it can become an alternative way of thinking for Balinese society, both nationally and internationally. This paper is compiled based on the results of fieldwork through a qualitative approach, namely the implementation of interview methods accompanied by direct observation, the process of transcribing information in the form of field data, processing data to compiling data into a systematic and coherent data report. The aesthetic approach used is that of Clive Bell and William Morris, along with a sustainable ecological art approach. Amreta ing Huma, interpreted as the water of life in rice fields, is a product of thought in the form of an art ecosystem. The achievement of an art ecosystem begins with the creation of the Amreta ing Huma artwork, ecological art, which ultimately forms an art ecosystem. Based on this artwork, a role model for interaction within the community is established through the perspectives of culture, education, politics, economics, and stakeholders.
The Amreta ing Huma art ecosystem began with the creation of ecological artworks based on upcycled glass and ceramics in response to the subak phenomenon.These artworks then served as a model for the artists responsiveness to engage the public in understanding the social phenomenon, leading to interactions between stakeholders.Amreta ing Humas artwork is defined as something that triggers aesthetic emotions based on its formal structure and fills the personal imagination of the audience.The Amreta ing Huma art ecosystem refers to the cultural system model based on the UNESCO Framework for Cultural Statistics, which has five subsystems.
Further research could explore the potential of Amreta ing Huma as a model for community-based ecological art initiatives in other agricultural regions facing similar challenges of land conversion and cultural preservation. Investigating the economic viability of upcycled art materials, specifically glass and ceramics, could reveal opportunities for sustainable livelihoods and circular economy models within the Balinese art sector. Additionally, a comparative study examining the effectiveness of different art-based interventions in promoting awareness and fostering community engagement with traditional ecological knowledge systems, such as subak, would be valuable. These studies should consider the role of digital media and participatory art practices in reaching wider audiences and facilitating collaborative problem-solving. Expanding on the aesthetic analysis presented in the paper, future research could delve deeper into the specific formal elements and compositional strategies employed in Amreta ing Humas artworks, and how these contribute to the overall emotional and intellectual impact on viewers. Finally, exploring the potential for integrating Amreta ing Humas principles into educational curricula at various levels, from primary schools to universities, could cultivate a new generation of artists and citizens committed to sustainable practices and cultural heritage preservation. This integration could involve hands-on workshops, field trips to subak landscapes, and collaborative art projects that address local environmental and social issues.
- Sustaining subak, the balinese traditional ecological knowledge in the contemporary context of Bali -... iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/1306/1/012034?utm_source=researchgate.net&utm_medium=articleSustaining subak the balinese traditional ecological knowledge in the contemporary context of Bali iopscience iop article 10 1088 1755 1315 1306 1 012034 utm source researchgate utm medium article
- PARIWISATA MENYEMPITKAN RUANG HIJAU: DAMPAK EKSPANSI VILLA TERHADAP KESEIMBANGAN TATA GUNA LAHAN DI BALI... doi.org/10.23887/jpss.v5i1.5363PARIWISATA MENYEMPITKAN RUANG HIJAU DAMPAK EKSPANSI VILLA TERHADAP KESEIMBANGAN TATA GUNA LAHAN DI BALI doi 10 23887 jpss v5i1 5363
- Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Aesthetics, Creativity and Art Management | Journal of Aesthetics, Creativity... jurnal2.isi-dps.ac.id/index.php/jacam/issue/view/182Vol 5 No 1 2026 Journal of Aesthetics Creativity and Art Management Journal of Aesthetics Creativity jurnal2 isi dps ac index php jacam issue view 182
- Implementation of Tri Hita Karana Local Knowledge in Uluwatu Temple Tourist Attraction, Bali, Indonesia... doi.org/10.26668/businessreview/2023.v8i11.4072Implementation of Tri Hita Karana Local Knowledge in Uluwatu Temple Tourist Attraction Bali Indonesia doi 10 26668 businessreview 2023 v8i11 4072
| File size | 709.65 KB |
| Pages | 19 |
| DMCA | Report |
Related /
IIESECOREIIESECORE Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dan melibatkan seluruh 73 guru di sekolah melalui sampling total. Data dikumpulkan menggunakanPenelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dan melibatkan seluruh 73 guru di sekolah melalui sampling total. Data dikumpulkan menggunakan
BSIBSI Pelatihan dan pendampingan implementasi teknologi pakan alternatif ikan lele terintegrasi magot BSF di Pokdakan Rangkiang Farm bertujuan untuk meningkatkanPelatihan dan pendampingan implementasi teknologi pakan alternatif ikan lele terintegrasi magot BSF di Pokdakan Rangkiang Farm bertujuan untuk meningkatkan
UNRAMUNRAM Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Kelompok Ternak Kerta Bangkit Desa Gangga telah berhasil mencapai tujuan utamanya, yaitu meningkatkanKegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Kelompok Ternak Kerta Bangkit Desa Gangga telah berhasil mencapai tujuan utamanya, yaitu meningkatkan
UNRAMUNRAM Integrasi antara inovasi pakan dan keterampilan digital ini tidak hanya berkontribusi pada ketahanan pangan dan ekonomi lokal, tetapi juga menjadi buktiIntegrasi antara inovasi pakan dan keterampilan digital ini tidak hanya berkontribusi pada ketahanan pangan dan ekonomi lokal, tetapi juga menjadi bukti
UNRAMUNRAM Dampak utama yang dicapai adalah peningkatan kemandirian masyarakat dalam mengelola sumber daya lokal dan mengaplikasikan solusi berkelanjutan untuk perbaikanDampak utama yang dicapai adalah peningkatan kemandirian masyarakat dalam mengelola sumber daya lokal dan mengaplikasikan solusi berkelanjutan untuk perbaikan
KAMPUNGJURNALKAMPUNGJURNAL Kurikulum Merdeka dirancang untuk mengembangkan potensi siswa dengan menekankan nilai-nilai Pancasila dan karakter baik. Metode penelitian yang digunakanKurikulum Merdeka dirancang untuk mengembangkan potensi siswa dengan menekankan nilai-nilai Pancasila dan karakter baik. Metode penelitian yang digunakan
UACUAC Penelitian ini menemukan bahwa generasi milenial memiliki karakteristik yang dapat meningkatkan inovasi, kolaborasi, dan adaptabilitas dalam budaya organisasiPenelitian ini menemukan bahwa generasi milenial memiliki karakteristik yang dapat meningkatkan inovasi, kolaborasi, dan adaptabilitas dalam budaya organisasi
UACUAC Guna memperbaiki pemilihan sekolah di era digital, penelitian ini menegaskan pentingnya kombinasi kualitas pendidikan, kurikulum relevan, dan fasilitasGuna memperbaiki pemilihan sekolah di era digital, penelitian ini menegaskan pentingnya kombinasi kualitas pendidikan, kurikulum relevan, dan fasilitas
Useful /
UNRAMUNRAM Beberapa siswa juga membagikan pengalaman pribadi dan menunjukkan empati terhadap korban bullying, yang mengindikasikan adanya ruang refleksi kritis terhadapBeberapa siswa juga membagikan pengalaman pribadi dan menunjukkan empati terhadap korban bullying, yang mengindikasikan adanya ruang refleksi kritis terhadap
UNRAMUNRAM Hasil pelatihan dan pendampingan ini menunjukkan bahwa persentasi rata-rata skor pernyataan sebesar 97,5 %. Ini menunjukkan bahwa permainan edukatif berbasisHasil pelatihan dan pendampingan ini menunjukkan bahwa persentasi rata-rata skor pernyataan sebesar 97,5 %. Ini menunjukkan bahwa permainan edukatif berbasis
UACUAC Penelitian kualitatif studi kasus dilakukan dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwaPenelitian kualitatif studi kasus dilakukan dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa
UACUAC Selain itu, ia mengadopsi model komunikasi transaksional yang memfasilitasi pemahaman melalui interaksi kooperatif dan negosiasi. Saat mengajak orang mengikutiSelain itu, ia mengadopsi model komunikasi transaksional yang memfasilitasi pemahaman melalui interaksi kooperatif dan negosiasi. Saat mengajak orang mengikuti