UBUB

The Journal of Experimental Life ScienceThe Journal of Experimental Life Science

Penuaan disebabkan oleh ketidakseimbangan antara antioksidan dan ROS. Faktor transkripsi Nuclear Factor Erythroid 2-related factor 2 (Nrf2) mengatur gen antioksidan. Dalam kondisi normal, Nrf2 akan terikat keap1 dan menyebabkan degradasi Nrf2. Aktivasi Nrf2 dapat dirangsang oleh metabolit sekunder, seperti glukosinolat (glukorafanin dan sulforafan) dan kelompok fenolik (kaempferol dan kuersetin) yang ditemukan pada brokoli (Brassica oleracea). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis interaksi empat senyawa dengan Keap1 melalui docking molekular, mengidentifikasi interaksi yang menghambat Keap1, serta mengetahui skor bioaktivitas, drug-likeness, dan prediksi bioaktivitas dari setiap senyawa. Struktur protein Nrf2-Keap1 (ID: 2FLU) diperoleh dari protein database, sedangkan kuersetin (CID: 5280343); kaempferol (CID: 5280863), sulforafan (CID: 5350), dan glukorafanin (CID: 656556) diperoleh dari PubChem Database. Docking molekular dilakukan dengan HEX 8.0. Hasil docking divisualisasikan dengan Discovery Studio 2020. Skor drug-likeness dan bioaktivitas senyawa diidentifikasi menggunakan mollinspiration. Prediksi bioaktivitas dilakukan dengan PASS Online. Hasil menunjukkan bahwa energi pengikatan kuersetin dengan Keap1 adalah -268,72 kcal.mol-1, dan glukorafanin dengan Keap1 adalah -318,01 kcal.mol-1. Ditemukan bahwa kuersetin dari kelompok fenolik dan glukorafanin dari kelompok glukosinolat memiliki interaksi kuat dengan Keap1, yang ditunjukkan oleh jumlah interaksi yang terjadi dan energi yang lebih kecil yang dibutuhkan. Kedua senyawa tersebut dapat menghambat interaksi Keap1-Nrf2. Akibatnya, Nrf2 dapat menyalin gen antioksidan. Interaksi antara Keap1 dan kuersetin mungkin berperan terkait aktivitas pengurangan ROS, seperti meningkatkan ekspresi HMOXI. Penelitian ini menunjukkan bahwa kuersetin memiliki potensi lebih besar dalam pengembangan obat sebagai penghambat peroksidase.

Quercetin dan glucoraphanin adalah senyawa terkuat untuk mengaktifkan Nrf2 dengan menghambat Keap1, diikuti oleh kaempferol dan sulforaphane.Kedua senyawa ini memiliki energi pengikatan yang rendah, lebih banyak ikatan hidrogen, dan interaksi hidrofobik yang tinggi.Quercetin memiliki potensi lebih tinggi dalam pengembangan obat sebagai penghambat peroksidase.

Berdasarkan hasil penelitian ini, kami menyarankan beberapa arah penelitian lanjutan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa-senyawa lain yang memiliki potensi sebagai penghambat Keap1 dan mengaktifkan Nrf2. Kedua, studi in vivo dan in vitro dapat dilakukan untuk mengonfirmasi hasil penelitian ini dan mengeksplorasi mekanisme kerja senyawa-senyawa tersebut secara lebih mendalam. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan obat-obatan yang berbasis pada senyawa-senyawa ini, dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan efektivitasnya.

Read online
File size630.24 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test