UMSUMS

Forum GeografiForum Geografi

Fenomena ini mempengaruhi variabilitas iklim baik regional maupun global. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dampak kejadian El Niño 2015 dan IOD 2016 terhadap curah hujan di wilayah Pameungpeuk dan Cilacap. Data yang digunakan terdiri dari indeks Niño3.4, indkes IOD, curah hujan harian dari tahun 1987–2016, suhu permukaan laut harian dari tahun 1987–2016, tinggi muka laut harian dari tahun 1994–2016 dan arus permukaan laut lima harian dari tahun 2007–2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis diskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan di Pameungpeuk dan Cilacap dipengaruhi oleh kejadian El Niño 2015 dan IOD fase negatif 2016. Selama El Niño 2015 terjadi penurunan curah hujan, sedangkan selam IOD fase negatif 2016 intensitas curah hujan meningkat. Anomali curah pada saat musim timur dan musim peralihan kedua selama El Niño 2015 di Pameungpeuk mencapai 109 mm dan 360 mm; sementara di Cilacap mereka mencapai 293 mm dan 365 mm. Perubahan curah hujan di wilayah Pameungpeuk dan Cilacap selama kejadian El Niño 2015 dan negative IOD 2016 berkaitan erat dengan pelemahan dan penguatan konveksi di perairan selatan Jawa.

Pengamatan menunjukkan bahwa intensitas curah hujan di Pameungpeuk dan Cilacap menurun selama El Niño 2015 dan meningkat selama IOD negatif 2016.Perubahan ini disebabkan oleh pergeseran konveksi yang dipengaruhi oleh perubahan suhu permukaan laut dan tinggi muka laut di Jawa.Oleh karena itu, pola pola konveksi di perairan selatan Jawa menjadi indikator penting dalam memprediksi variasi curah hujan di wilayah tersebut.

Pertama, lakukan studi lanjutan untuk mengukur dampak El Niño dan IOD pada wilayah lain di Pulau Jawa dengan memanfaatkan data satelit dan model numerik sehingga dapat membandingkan pola konveksi antar wilayah; kedua, kembangkan analisis waktu nyata menggunakan data mikroklimat harian untuk memonitor perubahan konveksi selama fase El Niño dan IOD secara lebih sensitif, sehingga dapat memberikan peringatan dini bagi sektor pertanian; dan ketiga, integrasikan hasil studi ini dengan simulasi cuaca regional guna memperkirakan probabilitas curah hujan ekstrem, sehingga kebijakan mitigasi banjir dan kekeringan dapat disesuaikan secara tepat waktu.

  1. #variabel iklim#variabel iklim
  2. #data satelit#data satelit
Read online
File size656.78 KB
Pages12
Short Linkhttps://juris.id/p-Xv
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test