UTUUTU
J-Kesmas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat (The Indonesian Journal of Public Health)J-Kesmas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat (The Indonesian Journal of Public Health)Providers and organizers of health care in the city are health professionals. According to WHO guidelines, the number of health workers needed in Samarinda has not yet been determined. This ratio compares the number of health workers to the population. The method used in this study is a descriptive-analytical nonexperimental design (cross-sectional). Following the studys goals, research participants used secondary data from the Central Statistics Agencys report for Samarinda City in 2018/2019 in social and population data. The number of doctors in Samarinda is 1:10,249, so it does not meet the WHO minimum standard requirement of 1:2,500. The number of nurses is identical, but the standard ratio of 1:855 cannot be met. Six sub-districts failed to meet this ratio. Sungai Pinang was the most effective sub-district in achieving the nurse-population balance. Apart from Samarinda Ulu and Samarinda Kota, the distribution of pharmacists has caught the attention of almost all districts in Samarinda, a total of eight sections. Even one pharmacy in the Sungai Pinang district must serve 54,386 people. Health workers in Samarinda are not equally distributed, owing primarily to external issues.
The distribution of health workers in Samarinda City is uneven, with disparities influenced by social, environmental, and geographical factors.The study highlights issues of overstaffing for non-professional roles and understaffing for professionals, impacting the quality of health services and creating workload imbalances.Addressing this maldistribution requires collaborative efforts from various sectors to ensure equitable access to healthcare for all residents.
Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang menyebabkan ketidakmerataan distribusi tenaga kesehatan di Samarinda, termasuk preferensi lokasi kerja, insentif finansial, dan ketersediaan fasilitas pendukung. Studi kualitatif yang mendalam, seperti wawancara dengan tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan lokal, dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang tantangan dan peluang dalam meningkatkan pemerataan distribusi. Selain itu, penelitian perlu mengeksplorasi efektivitas berbagai intervensi kebijakan, seperti program beasiswa bagi calon tenaga kesehatan yang bersedia bertugas di daerah terpencil, peningkatan fasilitas dan infrastruktur di daerah-daerah tersebut, serta pengembangan sistem monitoring dan evaluasi yang lebih baik untuk mengukur dampak dari kebijakan yang diterapkan. Penelitian ini harus mempertimbangkan konteks lokal dan karakteristik unik dari setiap sub-distrik di Samarinda untuk menghasilkan rekomendasi yang relevan dan berkelanjutan, serta memperkuat sistem kesehatan secara keseluruhan.
| File size | 186.04 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UIN SGDUIN SGD Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa kepentingan internal partai politik seringkali mengoverride prinsip-prinsip konstitusional. PenelitianSelain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa kepentingan internal partai politik seringkali mengoverride prinsip-prinsip konstitusional. Penelitian
UIN SGDUIN SGD 348) menyediakan kerangka kerja nasional yang terstruktur untuk lisensi, pengawasan, dan pertanggungjawaban dalam cloud seeding, sehingga secara tidak348) menyediakan kerangka kerja nasional yang terstruktur untuk lisensi, pengawasan, dan pertanggungjawaban dalam cloud seeding, sehingga secara tidak
JQWHJQWH Poor nutrition negatively impacts growth, leading to stunted height and weight, impaired brain development, reduced intelligence, and increased susceptibilityPoor nutrition negatively impacts growth, leading to stunted height and weight, impaired brain development, reduced intelligence, and increased susceptibility
UIN SGDUIN SGD 12 Tahun 2022, penegakan hukum di pesantren Kudus masih terbatas oleh norma budaya, fragmentasi institusional, dan hierarki kekuasaan yang mapan. Kekerasan12 Tahun 2022, penegakan hukum di pesantren Kudus masih terbatas oleh norma budaya, fragmentasi institusional, dan hierarki kekuasaan yang mapan. Kekerasan
UIN SGDUIN SGD Penelitian ini menunjukkan bahwa pandangan budaya dan agama di Indonesia secara umum mengakui pentingnya melindungi anak, bahkan sejak dalam kandungan.Penelitian ini menunjukkan bahwa pandangan budaya dan agama di Indonesia secara umum mengakui pentingnya melindungi anak, bahkan sejak dalam kandungan.
UIN SGDUIN SGD Studi ini penting mengingat perlindungan hak kolektif masyarakat adat merupakan amanat konstitusi yang kerap menghadapi kendala administratif dan politisStudi ini penting mengingat perlindungan hak kolektif masyarakat adat merupakan amanat konstitusi yang kerap menghadapi kendala administratif dan politis
UIN SGDUIN SGD Analisis juga mencakup sejauh mana Government Regulation 39/2023 selaras dengan semangat redistribusi agraria serta menjawab risiko pelanggaran hak asasiAnalisis juga mencakup sejauh mana Government Regulation 39/2023 selaras dengan semangat redistribusi agraria serta menjawab risiko pelanggaran hak asasi
UIN SGDUIN SGD Penelitian ini menerapkan kombinasi analisis hukum filosofis dan normatif, bersama dengan metode sistemik dan historis, untuk menilai bagaimana teknologiPenelitian ini menerapkan kombinasi analisis hukum filosofis dan normatif, bersama dengan metode sistemik dan historis, untuk menilai bagaimana teknologi
Useful /
USIUSI Hak atas kebebasan beragama merupakan hak asasi manusia yang memiliki kedudukan paling fundamental dalam sistem hukum Indonesia karena dikategorikan sebagaiHak atas kebebasan beragama merupakan hak asasi manusia yang memiliki kedudukan paling fundamental dalam sistem hukum Indonesia karena dikategorikan sebagai
JQWHJQWH Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efek konsumsi bayam air pada kadar hemoglobin pada wanita hamil. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberianPenelitian ini bertujuan untuk menentukan efek konsumsi bayam air pada kadar hemoglobin pada wanita hamil. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian
JQWHJQWH Ibu dengan tinggi badan di bawah 150 cm juga memiliki risiko lebih besar (RR 1,6, p < 0,05). Peningkatan edukasi ibu tentang pentingnya ASI eksklusif,Ibu dengan tinggi badan di bawah 150 cm juga memiliki risiko lebih besar (RR 1,6, p < 0,05). Peningkatan edukasi ibu tentang pentingnya ASI eksklusif,
UTUUTU Pengolahan data menggunakan uji statistik, yaitu analisis univariat dan bivariat, kemudian diuji menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menyatakanPengolahan data menggunakan uji statistik, yaitu analisis univariat dan bivariat, kemudian diuji menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menyatakan