USNIUSNI
JURNAL TECHLINKJURNAL TECHLINKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku tidak aman pada pekerja workshop. Penelitian dilakukan di PT Maju Selaras Instrumindo, Tangerang, Banten dari April hingga Juli 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan desain observasi cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pekerja workshop di PT Maju Selaras Instrumindo tahun 2023, dengan teknik pengambilan sampel jenuh, sehingga sampel penelitian berjumlah 15 pekerja. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa pengetahuan tentang K3 didominasi kategori baik, kepatuhan penggunaan APD didominasi kategori patuh, dan perilaku tidak aman berada pada kategori kurang berisiko. Kesimpulan penelitian ini adalah (1) Terdapat hubungan antara pengetahuan tentang K3 dan perilaku tidak aman. Semakin tinggi pengetahuan tentang K3, semakin rendah kejadian perilaku tidak aman. (2) Terdapat hubungan antara kepatuhan penggunaan APD dan perilaku tidak aman. Semakin tinggi kepatuhan penggunaan APD, semakin rendah kejadian perilaku tidak aman.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan tentang K3 dan perilaku tidak aman pada pekerja.Selain itu, terdapat pula hubungan antara kepatuhan penggunaan APD dan perilaku tidak aman.Dengan demikian, peningkatan pengetahuan K3 dan kepatuhan penggunaan APD dapat menurunkan risiko perilaku tidak aman di lingkungan kerja.
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk meningkatkan pelatihan dan seminar K3 secara berkala bagi seluruh karyawan, baik karyawan baru maupun lama, guna meningkatkan pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya keselamatan kerja. Perusahaan perlu memperkuat budaya kerja aman dengan melibatkan seluruh elemen organisasi dan memberikan insentif bagi pekerja yang berperilaku aman. Selain itu, perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan terhadap desain workshop untuk memastikan lingkungan kerja yang lebih aman dan ergonomis, serta penegakan peraturan perusahaan yang lebih tegas terkait dengan keselamatan kerja. Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan mengkaji faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi perilaku tidak aman, seperti faktor psikologis, beban kerja, dan kondisi lingkungan kerja, serta mengembangkan model intervensi yang efektif untuk mengurangi perilaku tidak aman di lingkungan kerja.
| File size | 656.88 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
UMIUMI Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi, dan laporan keuanganPenelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi, dan laporan keuangan
STIKMARSTIKMAR Kesimpulannya, budaya longko menciptakan dilema antara kebutuhan kesehatan reproduksi dan tuntutan norma sosial, sehingga akses dan penggunaan kontrasepsiKesimpulannya, budaya longko menciptakan dilema antara kebutuhan kesehatan reproduksi dan tuntutan norma sosial, sehingga akses dan penggunaan kontrasepsi
UBHARAJAYAUBHARAJAYA Kegiatan penyuluhan hukum di Desa Cijengkol berhasil meningkatkan kesadaran dan pemahaman hukum peserta mengenai kenakalan remaja dan penyalahgunaan obat.Kegiatan penyuluhan hukum di Desa Cijengkol berhasil meningkatkan kesadaran dan pemahaman hukum peserta mengenai kenakalan remaja dan penyalahgunaan obat.
UBHARAJAYAUBHARAJAYA Uji prinsip klasik yang digunakan untuk penelitian ini adalah uji normalitas, uji heteroskedastisitas, dan uji linieritas. Hasilnya adalah produktivitasUji prinsip klasik yang digunakan untuk penelitian ini adalah uji normalitas, uji heteroskedastisitas, dan uji linieritas. Hasilnya adalah produktivitas
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader (skor pretest 40 menjadi 75), penemuan kasus anemia ringan sebesar 25% pada remaja putri, danHasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader (skor pretest 40 menjadi 75), penemuan kasus anemia ringan sebesar 25% pada remaja putri, dan
UNWAHAUNWAHA Faktor penyebab terjadinya pernikahan dini pada masyarakat didasarkan antara lain karena ekonomi yang kurang memadai dan rendahnya tingkat pendidikan.Faktor penyebab terjadinya pernikahan dini pada masyarakat didasarkan antara lain karena ekonomi yang kurang memadai dan rendahnya tingkat pendidikan.
WESTSCIENCESWESTSCIENCES Inovasi produk terbukti memiliki pengaruh paling signifikan, menunjukkan pentingnya adaptasi dan diferensiasi produk. Literasi keuangan memberdayakan pemilikInovasi produk terbukti memiliki pengaruh paling signifikan, menunjukkan pentingnya adaptasi dan diferensiasi produk. Literasi keuangan memberdayakan pemilik
CASSRCASSR This article explains the factors influencing community resource mobilization in achieving sustainable poverty alleviation focusing on Dao households inThis article explains the factors influencing community resource mobilization in achieving sustainable poverty alleviation focusing on Dao households in
Useful /
UMIUMI CSR dan Akuntansi Hijau secara bersamaan memiliki pengaruh signifikan terhadap SDGs. Koefisien determinasi (R2) sebesar 18,1% menunjukkan bahwa variabelCSR dan Akuntansi Hijau secara bersamaan memiliki pengaruh signifikan terhadap SDGs. Koefisien determinasi (R2) sebesar 18,1% menunjukkan bahwa variabel
UMIUMI Fokus observasi diarahkan pada perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang energi dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia dalam kurun waktu 2022 sampaiFokus observasi diarahkan pada perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang energi dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia dalam kurun waktu 2022 sampai
IPDNIPDN Evaluasi menggunakan indikator pemahaman program, ketepatan sasaran, ketepatan waktu, tercapainya tujuan, dan perubahan nyata menunjukkan program ini telahEvaluasi menggunakan indikator pemahaman program, ketepatan sasaran, ketepatan waktu, tercapainya tujuan, dan perubahan nyata menunjukkan program ini telah
UNWAHAUNWAHA Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1). Keagamaan, meliputi Peningkatan pemahaman peserta didik terhadap ajaran agama, konsistensi peserta didik dalamHasil penelitian menunjukkan bahwa (1). Keagamaan, meliputi Peningkatan pemahaman peserta didik terhadap ajaran agama, konsistensi peserta didik dalam