UM SURABAYAUM SURABAYA
MUST: Journal of Mathematics Education, Science and TechnologyMUST: Journal of Mathematics Education, Science and TechnologyDunia tenaga kerja di Indonesia mengalami perubahan signifikan akibat globalisasi dan Revolusi Industri 4.0, yang membawa tantangan serta peluang baru. Perubahan ini menuntut peningkatan kompetensi dan keterampilan berkelanjutan bagi para pekerja agar mampu bersaing dalam pasar global. Seiring dengan perkembangan teknologi, pendidikan tinggi memainkan peran penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Salah satu inovasi dalam pendidikan adalah Massive Open Online Courses (MOOCs), yang memberikan akses luas terhadap materi pembelajaran secara daring tanpa batasan fisik. MOOCs diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan memperbaiki hasil belajar yang masih rendah. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan metode Partial Least Square (PLS) untuk menganalisis penerimaan MOOCs, menggunakan kerangka Technology Acceptance Model (TAM). Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi pengembangan MOOCs yang lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan dan kualitas tenaga kerja Indonesia sesuai dengan kebutuhan industri global.
Skill yang paling dibutuhkan tenaga kerja PT XYZ adalah self-management, berdasarkan hasil kuesioner terbuka.Perceived Usefulness berpengaruh positif signifikan terhadap sikap pengguna terhadap MOOCs, sedangkan Perceived Ease of Use tidak berpengaruh signifikan.Sikap positif terhadap MOOCs meningkatkan niat pengguna untuk menggunakannya, sehingga perlu ditingkatkan melalui konten berkualitas dan manfaat yang jelas.
Pertama, perlu diteliti bagaimana integrasi MOOCs dengan sistem penilaian kinerja perusahaan dapat memengaruhi motivasi tenaga kerja untuk terus belajar, karena adanya pengakuan formal dari perusahaan mungkin memperkuat nilai persepsi kegunaan platform. Kedua, penting untuk mengeksplorasi pengaruh penggunaan MOOCs berbasis mikrosertifikasi terhadap perkembangan karier jangka panjang pekerja di sektor teknologi, mengingat banyak pekerja membutuhkan sertifikasi yang diakui industri untuk meningkatkan daya saing. Ketiga, perlu dikaji efektivitas model pembelajaran hibrida yang menggabungkan MOOCs dengan bimbingan mentor internal perusahaan, untuk mengetahui apakah pendampingan langsung dapat meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar dibandingkan penggunaan MOOCs secara mandiri. Penelitian-penelitian ini dapat melengkapi temuan bahwa sikap dan persepsi manfaat lebih berpengaruh daripada kemudahan penggunaan, dengan menguji faktor eksternal seperti dukungan organisasi dan pengakuan kredensial. Selain itu, fokus pada struktur insentif dan integrasi dengan pengembangan karier dapat memberikan gambaran lebih utuh tentang cara membuat MOOCs lebih efektif dalam konteks kerja nyata. Dengan memahami kombinasi antara konten berkualitas, pengakuan sertifikasi, dan pendukung organisasi, maka pengembangan MOOCs dapat dirancang lebih tepat sasaran. Penelitian lanjutan juga perlu melihat perbedaan respons antar generasi pekerja terhadap MOOCs, karena preferensi belajar dapat berbeda menurut usia dan pengalaman teknologi. Eksplorasi model pembelajaran kolaboratif dalam MOOCs juga penting, mengingat skill seperti self-management lebih efektif dikembangkan melalui interaksi. Secara keseluruhan, penelitian baru perlu menguji bagaimana ekosistem pembelajaran kerja yang mendukung dapat memperkuat dampak MOOCs. Hal ini sejalan dengan rekomendasi dalam penelitian, namun dikembangkan ke arah intervensi sistemik yang melibatkan perusahaan, penyedia platform, dan individu pekerja secara terintegrasi.
- Leadership, Communication, and Work Motivation in Determining the Success of Professional Organizations... dinastires.org/JLPH/article/view/54Leadership Communication and Work Motivation in Determining the Success of Professional Organizations dinastires JLPH article view 54
- Request Rejected | Ministry of Trade Republic of Indonesia. request rejected ministry trade republic... jurnal.kemendag.go.id/JCN/article/view/474Request Rejected Ministry of Trade Republic of Indonesia request rejected ministry trade republic jurnal kemendag go JCN article view 474
| File size | 436.19 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
BSIBSI Kegiatan pengabdian masyarakat di SDN Kebagusan 01 menunjukkan bahwa tenaga pendidik dan kependidikan umumnya sudah siap memanfaatkan teknologi kecerdasanKegiatan pengabdian masyarakat di SDN Kebagusan 01 menunjukkan bahwa tenaga pendidik dan kependidikan umumnya sudah siap memanfaatkan teknologi kecerdasan
DAARULHUDADAARULHUDA Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah menghadapiMetode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah menghadapi
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh menurunnya minat generasi muda terhadap permainan tradisional akibat derasnya arus modernisasi dan penetrasi teknologiKegiatan ini dilatarbelakangi oleh menurunnya minat generasi muda terhadap permainan tradisional akibat derasnya arus modernisasi dan penetrasi teknologi
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Penelitian ini menekankan pentingnya standardisasi manajemen SDM di pesantren sebagai upaya meningkatkan daya saing lembaga pendidikan Islam dalam menghadapiPenelitian ini menekankan pentingnya standardisasi manajemen SDM di pesantren sebagai upaya meningkatkan daya saing lembaga pendidikan Islam dalam menghadapi
UNIBAUNIBA Lingkungan kerja non-fisik dalam penelitian ini mencakup empat dimensi utama, yaitu dukungan atasan, hubungan rekan kerja, kualitas komunikasi, dan kesempatanLingkungan kerja non-fisik dalam penelitian ini mencakup empat dimensi utama, yaitu dukungan atasan, hubungan rekan kerja, kualitas komunikasi, dan kesempatan
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menerapkan S. T. A. B. L. E Program dalam menangani bayi asfiksia pasca resusitasi yang bertujuan memastikanSalah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menerapkan S. T. A. B. L. E Program dalam menangani bayi asfiksia pasca resusitasi yang bertujuan memastikan
UNSURUNSUR Fakultas RST memiliki tiga Program Studi dengan jumlah karyawan 38 orang, ada yang berstatus dosen dan tenaga pendidik. Untuk menunjang keberhasilan pencapaiFakultas RST memiliki tiga Program Studi dengan jumlah karyawan 38 orang, ada yang berstatus dosen dan tenaga pendidik. Untuk menunjang keberhasilan pencapai
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Karir seseorang ditentukan oleh beberapa aspek termasuk salah satunya motivasi. Mahasiswa Pendidikan Sosiologi FKIP Untirta telah memilih untuk berkarirKarir seseorang ditentukan oleh beberapa aspek termasuk salah satunya motivasi. Mahasiswa Pendidikan Sosiologi FKIP Untirta telah memilih untuk berkarir
Useful /
BSIBSI Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentingnya kebersihan lingkungan, peningkatan partisipasi warga dalam kegiatan daurHasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentingnya kebersihan lingkungan, peningkatan partisipasi warga dalam kegiatan daur
BSIBSI Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan tayangan sebesar 138,9%, peningkatan interaksi konten sebesar 670,6%, peningkatan jangkauan sebesar 238,6%,Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan tayangan sebesar 138,9%, peningkatan interaksi konten sebesar 670,6%, peningkatan jangkauan sebesar 238,6%,
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Penelitian ini terbatas pada tidaknya variabel keterpaparan media, self‑efficacy, dan cues to action. Diperlukan studi lanjutan yang memasukkan faktor-faktorPenelitian ini terbatas pada tidaknya variabel keterpaparan media, self‑efficacy, dan cues to action. Diperlukan studi lanjutan yang memasukkan faktor-faktor
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Ada hubungan frekwensi penggunaan media sosial dengan kebiasaan mengonsumsi fast food (p=0,035). Kesimpulan. Frekuensi penggunaan media sosial berpengaruhAda hubungan frekwensi penggunaan media sosial dengan kebiasaan mengonsumsi fast food (p=0,035). Kesimpulan. Frekuensi penggunaan media sosial berpengaruh