UM SURABAYAUM SURABAYA

MUST: Journal of Mathematics Education, Science and TechnologyMUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology

Indonesia masih menghadapi tantangan untuk mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs). Peranan pasar modal dianggap penting dalam pembangunan perekonomian sebagai media investasi. Untuk mewujudkan tujuan dan cita-cita Indonesia perlu diadakan pengoptimalan kegiatan sektor yang bergerak pada bidang pertambangan salah satunya pada saham PT. X yang merupakan salah satu perusahaan pertambangan. Pergerakan naik turun saham dikenal dengan volatilitas harga saham. Volatilitas disebabkan karena kondisi data yang bersifat heteroskedastisitas yang berarti variansi dari residual dapat berubah-ubah dan tergantung waktu. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan heteroskedastisitas tersebut adalah dengan menggunakan pendekatan analisis Generalized Autoregressive Conditional Heteroscedasticity (GARCH). Pada penelitian ini, data yang digunakan adalah data mingguan nilai saham pada PT. X mulai minggu pertama bulan Januari hingga minggu ketiga bulan Februari 2022. Berdasarkan hasil diagnostic checking, didapatkan model GARCH (2,1) yang merupakan model GARCH terbaik untuk prediksi nilai saham PT. X dengan nilai MAPE sebesar 15,5195% yang termasuk ke dalam kategori prediksi baik. Prediksi dari hasil model terbaik dapat menjadi rekomendasi dan evaluasi bagi pemerintah juga bagi para pelaku kegiatan ekonomi untuk mempersiapkan perencanaan ekonomi yang lebih baik dalam rangka mencapai target memperbaiki ekonomi nasional.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemodelan time series pada data nilai saham PT.X dengan model terbaik GARCH (2,1) merupakan model dengan MAPE sebesar 15,5195% yang dapat dikategorikan sebagai prediksi baik.Prediksi menggunakan model terbaik ini dapat memberikan rekomendasi dan evaluasi bagi pemerintah serta pelaku kegiatan ekonomi.Rekomendasi tersebut dapat digunakan untuk menyusun perencanaan ekonomi yang lebih baik dalam upaya memperbaiki ekonomi nasional.

Pertama, perlu dikaji apakah model GARCH (2,1) tetap optimal jika diterapkan pada perusahaan pertambangan lain di Indonesia dengan karakteristik harga saham yang berbeda, untuk mengetahui sejauh mana generalisasi model ini dapat diandalkan. Kedua, penting untuk meneliti dampak variabel makroekonomi seperti harga komoditas global, inflasi, dan nilai tukar terhadap volatilitas saham perusahaan tambang dalam kerangka model GARCH, agar prediksi menjadi lebih kontekstual dan akurat. Ketiga, perlu dikembangkan perbandingan kinerja antara model GARCH dengan pendekatan machine learning seperti LSTM atau hybrid GARCH-ANN menggunakan data saham pertambangan, untuk mengeksplorasi apakah integrasi metode tradisional dan modern dapat meningkatkan akurasi prediksi volatilitas jangka panjang.

  1. Pemodelan Nilai Saham Perusahaan Pertambangan di Indonesia Berdasarkan Metode Generalized Autoregressive... doi.org/10.30651/must.v8i1.17117Pemodelan Nilai Saham Perusahaan Pertambangan di Indonesia Berdasarkan Metode Generalized Autoregressive doi 10 30651 must v8i1 17117
Read online
File size1003.09 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test