UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu PertanianAgrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu PertanianShortening merupakan produk lemak plastis berbentuk padat yang banyak digunakan sebagai bahan baku dalam produksi produk pangan seperti biskuit, cake, roti, dan pastry. PT X memproduksi shortening dari reaksi interesterifikasi bahan Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil (RBDPO). Pada proses produksi shortening dengan metode interesterifikasi, akan dipengaruhi oleh jumlah katalis yang ditambahkan serta waktu pemanasan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa pengaruh jumlah katalis natrium metoksida dan waktu pemanasan terhadap proses interesterifikasi RBDPO pada mutu produk shortening. Dengan memperhatikan parameter solid fat content (SFC) dan slip melting point (SMP), sehingga dapat dihasilkan metode optimal untuk meningkatkan kualitas dan stabilitas produk shortening. Variasi katalis natrium metoksida yang digunakan adalah konsentrasi 0,050%; 0,100%; 0,125%; 0,25%; 0,375%; 0,500% sedangkan variasi waktu pemanasan adalah 50 menit, 40 menit, dan 30 menit. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa proses interesterifikasi RBDPO menjadi produk shortening yang mempunyai kualitas yang sangat baik adalah dengan menggunakan katalis natrium metoksida dengan konsentrasi 0,250% dan waktu pemanasan 40 menit sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh PT X untuk nilai Solid Fat Content (SFC) dan Slip Melting Point (SMP).
Proses interesterifikasi RBDPO menjadi produk shortening dengan mutu sangat baik dicapai menggunakan katalis natrium metoksida konsentrasi 0,250% dan waktu pemanasan 40 menit.Katalis pada konsentrasi ini memaksimalkan konversi reaksi tanpa menimbulkan masalah tambahan akibat kelebihan katalis.Waktu pemanasan 40 menit menyeimbangkan antara kematangan reaksi dan penghindaran degradasi termal, sehingga menghasilkan produk dengan solid fat content dan slip melting point yang sesuai standar.
Pertama, lakukan penelitian terhadap penggunaan katalis lain seperti natrium hidroksida atau katalis organik yang dapat menurunkan suhu operasi dan mengurangi risiko pembentukan asam lemak trans. Kedua, uji dampak peningkatan intensitas panas pada skala pilot untuk menilai efisiensi energi serta perubahan profil asam lemak, sehingga dapat memaksimalkan kualitas produk sambil mengurangi biaya operasional. Ketiga, analisis dampak lingkungan dan biaya total dari setiap kombinasi katalis dan konfigurasi waktu pemanasan, termasuk emisi CO₂ dan limbah, untuk membantu PT X mengadopsi proses produksi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
| File size | 347.46 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIDAUNIDA Akumulasi asam lemak bebas (FFA) mengikuti kinetika orde nol, dengan energi aktivasi sebesar 54,01 kJ/mol menurut model Arrhenius. Suhu penyimpanan yangAkumulasi asam lemak bebas (FFA) mengikuti kinetika orde nol, dengan energi aktivasi sebesar 54,01 kJ/mol menurut model Arrhenius. Suhu penyimpanan yang
UWMYUWMY Flakes dengan Formula 5 (tepung sagu:tepung kelor= 100:12,5) teridentifikasi sebagai formula terbaik berdasarkan uji organoleptik dengan tingkat kesukaanFlakes dengan Formula 5 (tepung sagu:tepung kelor= 100:12,5) teridentifikasi sebagai formula terbaik berdasarkan uji organoleptik dengan tingkat kesukaan
UPBUPB Sebagai produk pangan fermentasi, Pliek U memiliki potensi besar untuk dikembangkan, baik dari segi nilai ekonomi maupun manfaat kesehatannya. PemahamanSebagai produk pangan fermentasi, Pliek U memiliki potensi besar untuk dikembangkan, baik dari segi nilai ekonomi maupun manfaat kesehatannya. Pemahaman
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan mengumpulkan informasi dari berbagai literatur penelitian terdahulu, baik dari jurnalMetode penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan mengumpulkan informasi dari berbagai literatur penelitian terdahulu, baik dari jurnal
SALNESIASALNESIA Mocaf bahkan mempunyai keunggulan lebih dari aspek kesehatan yang cukup menonjol dibandingkan terigu, seperti bebas gluten, kaya serat, dan mudah difortifikasiMocaf bahkan mempunyai keunggulan lebih dari aspek kesehatan yang cukup menonjol dibandingkan terigu, seperti bebas gluten, kaya serat, dan mudah difortifikasi
ATIDEWANTARAATIDEWANTARA Diharapkan mahasiswa dapat melakukan penerapan K3 di lapangan atau tempat kerja. Sosialisasi K3 ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaranDiharapkan mahasiswa dapat melakukan penerapan K3 di lapangan atau tempat kerja. Sosialisasi K3 ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran
ATIDEWANTARAATIDEWANTARA Pemahaman ini penting bagi pengusaha muda, khususnya di bidang kuliner. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai pentingnya desainPemahaman ini penting bagi pengusaha muda, khususnya di bidang kuliner. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai pentingnya desain
ATIDEWANTARAATIDEWANTARA Hal ini esensial untuk meminimalisir penyakit akibat kerja yang berpotensi muncul. Dengan demikian, pengabdian ini diharapkan dapat menjadi acuan baruHal ini esensial untuk meminimalisir penyakit akibat kerja yang berpotensi muncul. Dengan demikian, pengabdian ini diharapkan dapat menjadi acuan baru
Useful /
UMSUMS Lebih lanjut, Pengungkapan Perubahan Iklim (CCD) memoderasi dan memperlemah pengaruh ROA, serta memoderasi dan memperkuat pengaruh ROE terhadap nilai perusahaan,Lebih lanjut, Pengungkapan Perubahan Iklim (CCD) memoderasi dan memperlemah pengaruh ROA, serta memoderasi dan memperkuat pengaruh ROE terhadap nilai perusahaan,
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Budidaya di lahan kering membutuhkan pengelolaan yang berat karena memiliki kualitas fisik yang cukup rendah. Sistem vertikultur dengan fertigasi merupakanBudidaya di lahan kering membutuhkan pengelolaan yang berat karena memiliki kualitas fisik yang cukup rendah. Sistem vertikultur dengan fertigasi merupakan
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Setiap pengolahan 1 kg nira kelapa, rata-rata dihasilkan 0,19 kg gula. Industri gula ini memberikan nilai tambah sebesar Rp 2. 612 per kg atau sebesarSetiap pengolahan 1 kg nira kelapa, rata-rata dihasilkan 0,19 kg gula. Industri gula ini memberikan nilai tambah sebesar Rp 2. 612 per kg atau sebesar
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adopsi petani jagung terhadap praktik pertanian berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatifPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui adopsi petani jagung terhadap praktik pertanian berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif