JURNALBIKESJURNALBIKES

JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES)JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES)

Prevalensi rasa sakit saat menstruasi di Indonesia mencapai 64,25%, terdiri dari 54,89% dismenore primer dan 69,36% dismenore sekunder. Di Provinsi Sumatera Utara, angka kejadian nyeri menstruasi ditemukan berkisar antara 30%-45% pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh pemberian jus nanas dan madu terhadap dismenore pada remaja putri di Yayasan Perguruan Islam Cendekia, Kecamatan Medan Helvetia, tahun 2024. Penelitian ini menerapkan metode desain Quasi Eksperimen dengan pendekatan Satu Grup Pre Tes dan Post Tes. Subjek penelitian terdiri dari 14 siswi kelas VII di Yayasan Perguruan Islam Cendekia yang terletak di Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan total 14 siswa. Untuk analisis data, digunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Salah satu terapi non-medis yang dapat digunakan untuk mengatasi dismenore adalah pemberian jus nanas dan madu. Hasil pembagian skala rasa sakit sebelum mengonsumsi jus nanas dan madu pada remaja perempuan menunjukkan bahwa ada 8 responden (57,1%) yang merasakan nyeri sedang, dan 6 responden (42,8%) mengalami nyeri berat yang terkontrol. Setelah mengonsumsi jus nanas dan madu, jumlah responden dengan nyeri ringan menjadi 6 orang (42,8%), sementara mereka yang merasakan nyeri sedang tetap 6 orang (42,8%). Uji Paired T-Test menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari konsumsi jus nanas dan madu dengan nilai p-value yang sama dengan 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi jus nanas dan madu memiliki dampak terhadap dismenore pada remaja perempuan di Yayasan Perguruan Islam Cendekia Kota Medan tahun 2024.

Ada pengaruh signifikan dari hasil uji paired sample t-test dimana sig p-value lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,000 jus menunjukan bahwa mengonsumsi nanas dan madu terhadap penurunan nyeri dismenore terhadap remaja putri.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang berfokus pada efek jangka panjang konsumsi jus nanas dan madu terhadap dismenore. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi komponen spesifik dalam jus nanas dan madu yang berkontribusi terhadap penurunan nyeri. Terakhir, studi komparatif antara terapi non-medis seperti jus nanas dan madu dengan terapi medis dapat dilakukan untuk menentukan efektivitas relatif masing-masing pendekatan dalam menangani dismenore.

Read online
File size307.35 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test