UMBJMUMBJM
JNHS (Journal of Nursing and Health Sciences)JNHS (Journal of Nursing and Health Sciences)Lansia merupakan fase kehidupan yang tidak dapat dihindari dan dialami oleh setiap individu. Semakin meningkatnya populasi lansia, semakin besar pula tantangan yang dihadapi, baik secara fisik maupun mental. Salah satu permasalahan umum pada lansia adalah penurunan kemampuan dalam melakukan Kegiatan Hidup Sehari-hari (ADL), yang dapat menyebabkan peningkatan tingkat kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara kemampuan ADL dengan tingkat kecemasan pada lansia di Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Budi Sejahtera Banjarbaru. Penelitian menggunakan rancangan analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 87 partisipan yang dipilih melalui purposive sampling. Pengukuran kemampuan ADL dilakukan menggunakan Indeks Barthel, sedangkan tingkat kecemasan diukur dengan Geriatric Anxiety Inventory (GAI). Uji Spearmans Rho menunjukkan korelasi yang signifikan antara kemampuan ADL dan tingkat kecemasan (ρ = 0,000; ρ < 0,05), dengan koefisien korelasi negatif sedang sebesar -0,535. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik kemampuan ADL, semakin rendah tingkat kecemasan. Penurunan kemampuan ADL berkontribusi terhadap peningkatan kecemasan, yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan fisik dan mental lansia.
Mayoritas lansia di Panti Pelindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Budi Sejahtera Banjarbaru memiliki kategori ketergantungan dan kecemasan dalam tingkat ringan.Terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan Activity of Daily Living (ADL) dengan tingkat kecemasan pada lansia.Semakin menurun kemampuan ADL, semakin tinggi tingkat kecemasan yang dialami lansia.
Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas intervensi psikologis seperti terapi kognitif perilaku atau pendekatan spiritual dalam mengurangi kecemasan lansia yang mengalami keterbatasan ADL, terutama di lingkungan panti, untuk melihat apakah pendekatan ini dapat meningkatkan koping positif dan mengurangi beban mental. Kedua, penting untuk meneliti bagaimana pengaruh lama tinggal di panti terhadap adaptasi psikologis lansia, termasuk eksplorasi faktor sosial dan dukungan keluarga yang berkunjung, guna memahami transisi emosional dari kehidupan mandiri ke ketergantungan institusional. Ketiga, diperlukan studi tentang peran tingkat pendidikan dan literasi kesehatan dalam memengaruhi persepsi dan respons lansia terhadap keterbatasan ADL dan kecemasan, sehingga dapat dikembangkan program edukasi kesehatan mental yang disesuaikan dengan latar belakang pendidikan lansia. Penelitian-penelitian ini dapat saling melengkapi dengan temuan sebelumnya dan membuka jalan bagi intervensi yang lebih holistik dan personal. Dengan memahami mekanisme koping, proses adaptasi, dan faktor sosial-emosional, layanan kesehatan lansia dapat dirancang lebih efektif. Fokus pada aspek psikologis bukan hanya fisik sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Penelitian lanjutan juga sebaiknya mempertimbangkan konteks budaya lokal dalam membentuk respons terhadap kecemasan. Model intervensi yang berbasis komunitas dapat dievaluasi untuk penerapan di luar panti. Temuan dari penelitian semacam ini berpotensi besar untuk kebijakan kesehatan lansia yang lebih komprehensif. Pemahaman yang lebih dalam tentang faktor risiko psikososial akan memperkaya upaya pencegahan dini gangguan mental pada lansia.
- Tingkat Kecemasan Berhubungan Tingkat Kemandirian Lansia Di Posyandu Mawar X Pajang Laweyan | Utami |... doi.org/10.33366/nn.v6i3.2521Tingkat Kecemasan Berhubungan Tingkat Kemandirian Lansia Di Posyandu Mawar X Pajang Laweyan Utami doi 10 33366 nn v6i3 2521
- Gambaran Kejadian dan Tingkat Kecemasan pada Lanjut Usia | Rindayati | Jurnal Kesehatan Vokasional. gambaran... journal.ugm.ac.id/jkesvo/article/view/53948Gambaran Kejadian dan Tingkat Kecemasan pada Lanjut Usia Rindayati Jurnal Kesehatan Vokasional gambaran journal ugm ac jkesvo article view 53948
| File size | 353.05 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
UNESAUNESA Lanjut usia merupakan individu yang usianya sudah 60 tahun ke atas. Perubahan fisik yang cenderung mengalami penurunan pada lansia akan menyebabkan berbagaiLanjut usia merupakan individu yang usianya sudah 60 tahun ke atas. Perubahan fisik yang cenderung mengalami penurunan pada lansia akan menyebabkan berbagai
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Program PKM telah menunjukkan hasil positif dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam mengaplikasikan sarana UKS, P3K, dan P3P. HasilProgram PKM telah menunjukkan hasil positif dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam mengaplikasikan sarana UKS, P3K, dan P3P. Hasil
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Penyuluhan ini terbukti efektif dalam membentuk perilaku preventif yang mengurangi penyebaran skabies dan mendukung terwujudnya lingkungan hidup yang sehatPenyuluhan ini terbukti efektif dalam membentuk perilaku preventif yang mengurangi penyebaran skabies dan mendukung terwujudnya lingkungan hidup yang sehat
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Tingginya angka kejadian hipertensi dan dampak yang ditimbulkan pada penderita hipertensi menuntut peran tenaga kesehatan untuk melakukan pencegahan danTingginya angka kejadian hipertensi dan dampak yang ditimbulkan pada penderita hipertensi menuntut peran tenaga kesehatan untuk melakukan pencegahan dan
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil menurunkan tekanan darah secara signifikan pada kelompok lansia hipertensi melalui intervensi senam hipertensi.Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil menurunkan tekanan darah secara signifikan pada kelompok lansia hipertensi melalui intervensi senam hipertensi.
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara pengetahuan lansia tentang pemakaian gigi tiruanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara pengetahuan lansia tentang pemakaian gigi tiruan
STIKESLHOKSEUMAWESTIKESLHOKSEUMAWE Desain penelitian menggunakan quasi experiment dengan one group pretest–posttest. Jumlah sampel sebanyak 50 lansia yang dipilih dengan teknik total sampling.Desain penelitian menggunakan quasi experiment dengan one group pretest–posttest. Jumlah sampel sebanyak 50 lansia yang dipilih dengan teknik total sampling.
UNUBLITARUNUBLITAR Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan komprehensif untuk mendukung kualitas hidup lansia dalam kerangka successful aging. Berdasarkan hasil dan pembahasanTemuan ini menegaskan pentingnya dukungan komprehensif untuk mendukung kualitas hidup lansia dalam kerangka successful aging. Berdasarkan hasil dan pembahasan
Useful /
POLTEKKESKUPANGPOLTEKKESKUPANG Kriteria inklusi yaitu jurnal diterbitkan dalam rentang tahun 2021-2024, tipe jurnal artikel dengan metode penelitian kuantitatif, kualitatif, penelitianKriteria inklusi yaitu jurnal diterbitkan dalam rentang tahun 2021-2024, tipe jurnal artikel dengan metode penelitian kuantitatif, kualitatif, penelitian
UNUBLITARUNUBLITAR Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap subjek yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan dengan coding yang terdiri atas empatData dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap subjek yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan dengan coding yang terdiri atas empat
UNUBLITARUNUBLITAR Kemampuan resiliensi yang ketiga partisipan miliki dipengaruhi oleh tiga faktor protektif, yakni karakteristik individu, hubungan keluarga, dan lingkunganKemampuan resiliensi yang ketiga partisipan miliki dipengaruhi oleh tiga faktor protektif, yakni karakteristik individu, hubungan keluarga, dan lingkungan
UMBJMUMBJM Several factors influence this implementation, including limited facilities and infrastructure, such as a lack of a water tap and insufficient waste disposalSeveral factors influence this implementation, including limited facilities and infrastructure, such as a lack of a water tap and insufficient waste disposal