UMBJMUMBJM

IdealektikIdealektik

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pola asuh orang tua terhadap bahasa pada anak usia dini. Metode yang digunakan yaitu metode simak, rekam, dan catat. Data diperoleh dengan cara mengikuti kegiatan anak di sekolah, sambil merekam percakapan mereka saat berkomunikasi dalam setiap kegiatan. Secara umum disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara pola asuh orang tua di sekolah umum dengan pola asuh orang tua di sekolah berbasis Islam. Pola kesantunan berbahasa yang ditemukan berupa maksim kesepakatan, kerendahan hati, kearifan, pujian, kedermawanan, dan simpati. Faktor-faktor yang memengaruhi kesantunan berbahasa pada anak usia dini adalah cara orang tua, guru, lingkungan sosial, dan teman-teman sebaya, berkomunikasi dengan anak. Beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk membentuk kesantunan berbahasa kepada anak adalah dengan mengucapkan kata-kata atau kalimat yang sopan dan santun, membiasakan berkata maaf dan tolong, merendahkan nada suara, berkata positif dan memberi motivasi kepada anak, serta mengikuti anjuran Al Quran dalam berbahasa kepada anak.

Secara umum dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan pola asuh dan bahasa anak dalam berkomunikasi, antara sekolah umum dan yang berbasis Islam.Jika anak terbiasa berkomunikasi dengan orang tua maupun teman dengan bahasa yang santun, maka pola bahasa anak juga cenderung lebih santun.Kesantunan berbahasa pada anak usia dini di PAUD terpadu pelangi dan TKIT Anak Sholeh Mandiri dapat diurutkan dari yang paling banyak yaitu berupa maksim kesepakatan, maksim kerendahan hati, maksim kearifan, maksim pujian, maksim kedermawanan, dan maksim simpati.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat meneliti lebih dalam mengenai pengaruh media sosial terhadap perkembangan bahasa dan kesantunan berbahasa pada anak usia dini. Hal ini penting untuk dilakukan mengingat semakin banyaknya anak yang terpapar pada konten-konten media sosial sejak usia dini. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model intervensi bagi orang tua dan guru dalam meningkatkan kesantunan berbahasa pada anak usia dini, dengan mempertimbangkan faktor-faktor budaya dan sosial yang relevan. Ketiga, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur secara lebih akurat hubungan antara pola asuh orang tua dengan tingkat kesantunan berbahasa anak usia dini, dengan menggunakan instrumen yang terstandarisasi. Ketiga saran ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan perkembangan bahasa anak usia dini di Indonesia, serta membantu menciptakan generasi muda yang cerdas, santun, dan berakhlak mulia.

Read online
File size381.41 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test