UINSAUINSA

The Sunan Ampel Review of Political and Social SciencesThe Sunan Ampel Review of Political and Social Sciences

Fenomena penggunaan media sosial TikTok yang luas dan masif telah mengubah tatanan sosial dan bahkan nilai-nilai agama dalam masyarakat. TikTok, yang awalnya digunakan sebagai media sosial, dengan cepat berubah menjadi platform yang digunakan untuk tujuan ekonomi dan agama. Kegiatan keagamaan yang tersebar di media sosial mengalami gangguan dan pengerasan nilai-nilai, karena kegiatan-kegiatan ini dilakukan hanya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara menyeluruh dan analitis seberapa jauh gangguan dan pengerasan nilai-nilai agama terjadi di media sosial TikTok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan teori Thick Description dari Clifford Greetz, di mana teori ini berfokus pada studi makna mendalam dari simbol-simbol budaya. Data penelitian diperoleh melalui teknik pengumpulan data dokumenter berupa video ceramah atau khotbah agama di media sosial TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan media sosial dan penggunaannya yang semakin meningkat telah mendorong komodifikasi agama, di mana agama dikonstruksi dan dikurangi sedemikian rupa sehingga agama yang awalnya sakral menjadi profan. Khotbah agama tidak hanya didorong dan dikonstruksi oleh kepentingan agama itu sendiri, tetapi juga oleh kepentingan pasar sehingga nilai-nilai spiritual dalam agama menjadi semakin dangkal dan tergerus.

Komunikasi teknologi inovasi mendorong gangguan masif di berbagai aspek kehidupan manusia, salah satunya adalah sektor agama.Agama tidak lagi disampaikan menggunakan konsep tradisional generik, tetapi telah disampaikan dalam konsep baru, yaitu konsep dakwah virtual.Konsep baru penyampaian nilai-nilai agama melalui media sosial tidak langsung menghilangkan konsep lama, tetapi fenomena ini telah menyebabkan perubahan besar dalam konteks berbagi pengetahuan agama.Pendakwah dan masyarakat yang didominasi oleh generasi milenial dan generasi Z semakin berbagi dan mengonsumsi pengetahuan agama di media sosial.Agama, yang terdiri dari serangkaian sistem simbol, disampaikan dalam konsep baru yang disesuaikan dengan karakteristik media dan konsumen.Proses ini mendorong gangguan, terutama setelah simbol-simbol agama dimasifkan dan dikomodifikasi menjadi komoditas yang bernilai.Konten dakwah di TikTok dikomodifikasi melalui bentuk-bentuk monetisasi yang ditawarkan, sehingga simbol-simbol khotbah yang sakral diubah menjadi barang dagangan yang menguntungkan secara ekonomi.Realitas komodifikasi simbol-simbol agama telah mendorong pengerasan nilai-nilai agama itu sendiri, sehingga orang cenderung memprioritaskan aspek-aspek permukaan dari ritual agama daripada aspek spiritual dari ritual agama yang dilakukan.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara komodifikasi agama di media sosial dengan komodifikasi agama di media tradisional. Penelitian ini dapat mengeksplorasi perbedaan dan kesamaan antara kedua bentuk komodifikasi agama tersebut, serta dampak masing-masing terhadap nilai-nilai agama. Selain itu, penelitian juga dapat menyelidiki peran generasi milenial dan generasi Z dalam mengonsumsi dan menyebarkan konten agama di media sosial, serta bagaimana hal ini mempengaruhi pemahaman dan praktik agama mereka. Terakhir, penelitian dapat menganalisis dampak komodifikasi agama terhadap keberagaman dan toleransi agama di masyarakat, serta bagaimana hal ini dapat mempengaruhi hubungan antaragama dan kerukunan sosial.

  1. Kegelisahan dan ketidakpastian mantan narapidana dalam konteks komunikasi kelompok budaya Bugis Makassar... doi.org/10.24198/jkk.v8i1.25607Kegelisahan dan ketidakpastian mantan narapidana dalam konteks komunikasi kelompok budaya Bugis Makassar doi 10 24198 jkk v8i1 25607
  2. AGAMA DAN KOMUNITAS VIRTUAL: STUDI PERGESERAN ORIENTASI KEAGAMAAN DI ERA DIGITAL | Mukaddimah: Jurnal... ejournal.uin-suka.ac.id/pusat/mukaddimah/article/view/2945AGAMA DAN KOMUNITAS VIRTUAL STUDI PERGESERAN ORIENTASI KEAGAMAAN DI ERA DIGITAL Mukaddimah Jurnal ejournal uin suka ac pusat mukaddimah article view 2945
  3. KOMODIFIKASI KATA HALAL PADA IKLAN HIJAB ZOYA VERSI CANTIK NYAMAN HALAL | Jurnal Ilmiah LISKI (Lingkar... doi.org/10.25124/liski.v4i2.1509KOMODIFIKASI KATA HALAL PADA IKLAN HIJAB ZOYA VERSI CANTIK NYAMAN HALAL Jurnal Ilmiah LISKI Lingkar doi 10 25124 liski v4i2 1509
Read online
File size222.15 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test