ITSCIENCEITSCIENCE

Pengabdian Pendidikan IndonesiaPengabdian Pendidikan Indonesia

Di era digital, tantangan kepemimpinan tidak lagi terbatas pada kemampuan mengelola organisasi secara konvensional, tetapi juga mencakup kemampuan komunikasi digital, pengambilan keputusan berbasis informasi, kolaborasi daring, serta literasi etika dan keamanan digital. Guru sebagai role model kepemimpinan pendidikan dituntut untuk memiliki soft skills seperti komunikasi efektif, empati, manajemen konflik, dan kemampuan adaptif terhadap teknologi. Sementara itu, pengurus OSIS sebagai calon pemimpin muda perlu dibekali keterampilan kepemimpinan partisipatif, kerja tim, dan pemanfaatan media digital secara positif dan bertanggung jawab. Sebagai bentuk kepedulian dalam membangun model kepemimpinan yang memiliki integritas, maka tujuan pengabdian msyarakat ini adalah untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan soft skills guru serta pengurus OSIS SMK agar mampu berperan secara efektif, adaptif, dan beretika dalam lingkungan pendidikan di era digital.

Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan sikap kepemimpinan guru serta pengurus OSIS secara signifikan.Melalui pendekatan partisipatif dan berbasis praktik, peserta menunjukkan peningkatan kemampuan komunikasi, kerja tim, pengambilan keputusan, serta kesadaran dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif dan beretika.Kegiatan ini tidak hanya memperkuat peran guru sebagai pembina kepemimpinan siswa, tetapi juga mendorong pengurus OSIS menjadi pemimpin muda yang adaptif, kolaboratif, dan bertanggung jawab, sehingga berpotensi memberikan dampak berkelanjutan dalam membangun budaya kepemimpinan yang berkarakter di lingkungan sekolah.Secara teoretis, hasil kegiatan ini sejalan dengan teori kepemimpinan transformasional, kompetensi abad ke-21, pembelajaran sosial, dan literasi digital, yang menegaskan bahwa penguatan kepemimpinan dan soft skills merupakan faktor kunci dalam pengembangan sumber daya manusia di lingkungan pendidikan vokasi.Pendekatan pelatihan yang bersifat partisipatif dan berbasis praktik terbukti efektif dalam mendorong perubahan sikap dan perilaku peserta.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan ide-ide berikut: Pertama, bagaimana cara mengukur dan mengevaluasi keberlanjutan program penguatan kepemimpinan dan soft skills di SMK Nusantara secara efektif? Kedua, apakah ada strategi khusus yang dapat diterapkan untuk meningkatkan keterlibatan dan partisipasi siswa dalam kegiatan OSIS, khususnya dalam era digital? Ketiga, bagaimana peran guru sebagai fasilitator dan mentor dalam mengembangkan kepemimpinan siswa di era digital, dan apakah ada metode atau pendekatan baru yang dapat diterapkan untuk meningkatkan efektivitas peran tersebut?.

  1. Penguatan Kepemimpinan dan Soft Skills bagi Guru serta Pengurus OSIS SMK di Era Digital | Pengabdian... doi.org/10.47709/ppi.v3i03.7678Penguatan Kepemimpinan dan Soft Skills bagi Guru serta Pengurus OSIS SMK di Era Digital Pengabdian doi 10 47709 ppi v3i03 7678
Read online
File size256.06 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test