ITSCIENCEITSCIENCE

Pengabdian Pendidikan IndonesiaPengabdian Pendidikan Indonesia

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dibingkai dalam bentuk pelatihan ini didasarkan pada kenyataan bahwa salah satu terobosan terbaru dalam dunia pendidikan adalah dengan diluncurkannya kurikulum merdeka belajar oleh Menteri Pendidikan yang bertujuan mengembalikan otoritas pengelolaan pendidikan kepada sekolah dan pemerintah daerah. Namun, permasalahan yang masih dijumpai adalah bahwa hingga saat ini masih ada banyak guru yang belum memahami sepenuhnya terkait kebijakan Kurikulum Merdeka Belajar khususnya dalam komponen penilaian dan administrasi mengajar. Hal ini disebabkan karena mereka belum pernah mengikuti sosialisasi terkait implementasi kurikulum merdeka sebelumnya. Kegiatan ini dilaksanakan di SMAK Kab. Kupang dan berlangsung selama 2 hari. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi dan pelatihan dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi. Hasil pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan dan pemahaman kurikulum merdeka belajar yang disasarkan pada guru-guru SMAK Kabupaten Kupang dikatakan berhasil terbukti melalui hasil evaluasi pada nilai pretest dan posttest nilai rata-rata pretest 16,5 dan nilai posttest sebesar 21,81 artinya bahwa ada peningkatan nilai sebesar 5,31. Selanjutnya untuk memperoleh kesimpulan yang valid maka diuji rata-rata signifikansi perbedaan kedua data maka dihitung menggunakan persamaan uji t sehingga diperoleh ๐‘กโ„Ž๐‘–๐‘ก๐‘ข๐‘›๐‘” = 8,94 > ๐‘ก๐‘ก๐‘Ž๐‘๐‘’๐‘™ = 1,753 artinya bahwa ada perbedaan pemahaman guru sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan pengabdian.

Kegiatan pelatihan pemahaman kurikulum merdeka belajar bagi guru di SMAK Kabupaten Kupang terbukti berhasil, ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata nilai pretest dan posttest sebesar 5,31.Hasil uji statistik t menunjukkan nilai thitung sebesar 8,94 lebih besar dari ttabel sebesar 1,753, yang berarti terdapat perbedaan signifikan dalam pemahaman guru sebelum dan sesudah pelatihan.Dengan demikian, pelatihan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman guru terhadap kurikulum merdeka belajar.

Pertama, perlu penelitian lanjutan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang pelatihan terhadap implementasi kurikulum merdeka belajar di kelas, apakah peningkatan pemahaman berubah menjadi perubahan nyata dalam praktik mengajar. Kedua, penting untuk meneliti bagaimana keterbatasan sarana dan prasarana di sekolah seperti SMAK Kab. Kupang memengaruhi penerapan komponen digital dan inovatif dalam kurikulum merdeka, serta strategi apa yang bisa dikembangkan sekolah secara mandiri. Ketiga, perlu kajian mendalam tentang efektivitas kombinasi metode ceramah dan diskusi dalam pelatihan guru, dan apakah pendekatan berbasis praktik atau mentoring sebaya lebih efektif dalam konteks sekolah di daerah terpencil.

  1. PENDIDIKAN SEBAGAI SUATU SISTEM | Sapa: Jurnal Kateketik dan Pastoral. pendidikan sistem sapa jurnal... doi.org/10.53544/sapa.v4i1.69PENDIDIKAN SEBAGAI SUATU SISTEM Sapa Jurnal Kateketik dan Pastoral pendidikan sistem sapa jurnal doi 10 53544 sapa v4i1 69
  2. Pelatihan Pemahaman Kurikulum Merdeka Belajar pada Guru di SMAK Kab. Kupang | Pengabdian Pendidikan Indonesia.... doi.org/10.47709/ppi.v2i01.4215Pelatihan Pemahaman Kurikulum Merdeka Belajar pada Guru di SMAK Kab Kupang Pengabdian Pendidikan Indonesia doi 10 47709 ppi v2i01 4215
Read online
File size1.09 MB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test