UBHARAJAYAUBHARAJAYA

SOCIAL PHILANTHROPICSOCIAL PHILANTHROPIC

Adanya pandemi Covid-19 memberikan dampak pada beberapa aspek yaitu kesehatan, ekonomi dan pendidikan. Dampak yang dirasakan pada dunia pendidikan dengan adanya kegiatan belajar secara daring. Berjalannya pembelajaran daring yang membutuhkan proses adaptasi menimbulkan stres dalam belajar. Stres dalam belajar diperoleh dari tekanan akademik yang menyebabkan tingkat resiliensi mahasiswa menurun. Resiliensi yang rendah akan menyebabkan mahasiswa memberikan reaksi gelisah saat menghadapi masalah atau dalam keadaan tertekan dan membuat cara kerja mahasiswa lebih lama. Salah satu faktor yang berhubungan dengan resilensi adalah self efficacy dimana resiliensi dapat naik atau turun karena self efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan resiliensi pada mahasiswa yang mengalami pembelajaran daring. Adapun teknik yang digunakan yaitu probability sampling dengan pendekatan cluster random sampling dengan sampel penelitian sebanyak 100 sampel. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi antara self efficacy dengan resiliensi sebesar r= 0,499** dan p= 0,000 (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara self efficacy dengan resiliensi. Semakin tinggi self efficacy maka semakin tinggi resiliensi begitupun sebaliknya, semakin rendah self efficacy maka semakin rendah resiliensi. Saran untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat meneliti faktor lain yang memiliki hubungan dengan resiliensi mahasiswa seperti religiusitas dan dukungan sosial.

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara resiliensi dan self efficacy pada mahasiswa Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.Hubungan tersebut bersifat positif, yang berarti semakin tinggi resiliensi maka self efficacy akan semakin tinggi, begitupun sebaliknya.Mahasiswa yang memiliki self efficacy tinggi cenderung memiliki resiliensi tinggi dalam menghadapi tekanan akademik selama pembelajaran daring.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh dukungan sosial dari keluarga dan teman sebaya terhadap peningkatan resiliensi mahasiswa selama pembelajaran daring, mengingat keterbatasan interaksi sosial secara langsung. Kedua, penting untuk mengkaji peran religiusitas sebagai faktor internal yang mungkin memperkuat ketahanan psikologis mahasiswa dalam menghadapi stres akademik akibat pembelajaran jarak jauh. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian tentang efektivitas intervensi berbasis pelatihan self efficacy, seperti program pelatihan kognitif-behavioral atau mentoring akademik, dalam meningkatkan kemampuan mahasiswa beradaptasi secara mandiri dan efektif selama pendidikan daring. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan gambaran lebih lengkap tentang kombinasi faktor internal dan eksternal yang mendukung ketahanan mahasiswa, serta membuka jalan bagi desain program pendukung kesejahteraan mental di perguruan tinggi yang relevan dengan konteks pasca-pandemi. Pendekatan holistik semacam ini penting untuk membantu mahasiswa tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dalam situasi pendidikan yang penuh tantangan.

  1. One moment, please.... one moment please wait request verified ejournal.stkipbudidaya.ac.id/index.php/ja/article/view/337One moment please one moment please wait request verified ejournal stkipbudidaya ac index php ja article view 337
  2. OSF. osf osf.io/3r8jkOSF osf osf io 3r8jk
  3. The Effect of Learning Experience on the Information Literacy of Students in the Ri-Png Border During... doi.org/10.18415/ijmmu.v7i10.2067The Effect of Learning Experience on the Information Literacy of Students in the Ri Png Border During doi 10 18415 ijmmu v7i10 2067
Read online
File size209.99 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test