STIKESLHOKSEUMAWESTIKESLHOKSEUMAWE

Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan LhokseumaweJurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe

Pengetahuan ibu tentang upaya penanganan kejang demam pada anak sangat diperlukan, karena ibu memiliki peran utama dalam memberikan pertolongan pertama kejang demam. Kejang demam merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada bayi dan anak-anak, dengan potensi komplikasi serius jika tidak ditangani dengan benar. Tujuan dari penelitian ini untuk menggambarkan tingkat pengetahuan ibu (usia 20-30 tahun) mengenai upaya penanganan kejang demam pada anak di kecamatan Baiturrahman Banda Aceh. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 189 ibu yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuesioner yang telah disesuaikan dengan konsep Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Hasil penelitian menujukkan bahwa mayoritas responden yaitu 179 ibu (94,7%) memiliki pengetahuan yang baik dan sebanyak 10 ibu (5,7%) dengan pengetahuan kurang tentang upaya penanganan kejang demam pada anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun pengetahuan ibu mayoritas berpengatahuan baik, namun masih ada sebagian kecil ibu yang masih berpengetahuan kurang tentang upaya penanganan kejang demam pada anak. Direkomendasikan kepada puskesmas setempat untuk memberikan pelatihan mengenai penatalaksanaan kejang demam di rumah, agar dapat lebih memahami cara yang benar dalam menangani kondisi tersebut dan menghindari tindakan tidak tepat yang berpotensi memperburuk keadaan anak.

Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang upaya penanganan pertama kejang demam pada anak yaitu sebanyak 153 ibu (81,0%), berpengetahuan cukup 26 ibu (13,8%), dan berpengetahuan kurang 10 ibu (5,3%).Penelitian ini merekomendasikan kepada puskesmas setempat untuk tetap memberikan pelatihan kepada ibu mengenai penatalaksanaan kejang demam di rumah, agar ibu dapat lebih memahami tata cara yang benar dan tepat dalam menangani kondisi tersebut serta menghindari tindakan yang tidak tepat yang berpotensi memperburuk keadaan anak.

Berdasarkan hasil penelitian, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu tentang penanganan kejang demam pada anak, seperti tingkat pendidikan, pekerjaan, dan akses terhadap informasi kesehatan. Selain itu, penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dapat dilakukan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik sosio-demografi ibu dengan tingkat pengetahuan dan tindakan yang dilakukan saat anak mengalami kejang demam. Penelitian kualitatif juga dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam pengalaman dan persepsi ibu dalam menangani kejang demam pada anak, sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif dan menginformasikan pengembangan intervensi yang lebih efektif. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang faktor-faktor yang mempengaruhi penanganan kejang demam, diharapkan dapat dirumuskan program edukasi yang lebih tepat sasaran dan meningkatkan kemampuan ibu dalam memberikan pertolongan pertama yang benar saat anak mengalami kejang demam.

  1. Gambaran Anemia Defisiensi Besi Pada Kejang Demam Di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda... doi.org/10.55572/jms.v1i2.26Gambaran Anemia Defisiensi Besi Pada Kejang Demam Di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin Banda doi 10 55572 jms v1i2 26
  2. DOI Name 10.54460 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 09z crossref email support... doi.org/10.54460DOI Name 10 54460 Values doi name values index type timestamp data hs serv 09z crossref email support doi 10 54460
Read online
File size423.13 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test