4141

Jurnal Perikanan TerpaduJurnal Perikanan Terpadu

Tingkat kesejahteraan dapat diukur melalui hasil tangkapan nelayan yang diperoleh dari aktivitas melaut. Tinggi rendahnya hasil tangkapan yang didapat dipengaruhi berbagai hal seperti alat tangkap, ukuran kapal yang berbeda, dan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan nelayan kecil yang berada di Desa Aron Tunggai, Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan dengan menggunakan pendekatan analisis nilai tukar nelayan. Responden dalam penelitian ini sebanyak 80 kepala rumah tangga nelayan kecil. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode analisis data nilai tukar nelayan melalui ukuran pendapatan nelayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata nelayan dari aktivitas melaut sebesar Rp 3.239.078 per bulan dan pendapatan dari luar kegiatan melaut sebesar Rp 878.750,00 per bulan. Sementara itu, total pengeluaran rumah tangga nelayan skala kecil Desa Aron Tunggai per bulan untuk kebutuhan pangan dan non pangan sebesar Rp 1.254.000. Secara keseluruhan, dari pendapatan dan pengeluaran dapat disimpulkan bahwa Nilai Tukar Nelayan (NTN) Desa Aron Tunggai > 1,85, yang berarti bahwa keluarga nelayan skala kecil telah mampu memenuhi kebutuhan dasar dan berpotensi untuk memenuhi kebutuhan sekunder keluarga nelayan.

Tingkat pendapatan nelayan kecil Desa Aron Tunggai dari hasil melaut sebesar Rp 3.078 per bulan, dengan pendapatan tambahan dari luar melaut sebesar Rp 878.Pengeluaran rumah tangga nelayan terdiri dari kebutuhan pangan sebesar Rp 886.000 dan non pangan sebesar Rp 368.Nilai Tukar Nelayan (NTN) sebesar 1,85 menunjukkan bahwa nelayan telah mampu memenuhi kebutuhan primer dan sekunder, serta berpotensi memenuhi kebutuhan tersier.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh pemberian akses permodalan terhadap peningkatan produksi dan pendapatan nelayan kecil di Desa Aron Tunggai, apakah bentuk pinjaman lunak atau kredit usaha mikro dapat secara signifikan menurunkan ketergantungan pada musim dan hasil tangkapan. Kedua, perlu dikaji potensi pengembangan usaha pengolahan hasil tangkapan ikan skala rumah tangga, termasuk jenis produk olahan yang paling layak secara ekonomi dan berkelanjutan bagi nelayan kecil. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi efektivitas kelembagaan kolektif seperti koperasi nelayan dalam meningkatkan posisi tawar ekonomi dan distribusi nilai tambah dari hasil tangkapan. Studi ini dapat melihat bagaimana koperasi atau kelompok usaha bersama dapat memperkuat akses pasar dan mengurangi ketergantungan pada tengkulak. Pemahaman mendalam terhadap tiga aspek ini akan memberikan gambaran komprehensif tentang strategi penguatan ekonomi keluarga nelayan yang berkelanjutan. Penggabungan antara akses modal, diversifikasi usaha, dan penguatan kelembagaan menjadi kunci utama peningkatan kesejahteraan. Tanpa intervensi terstruktur, kesejahteraan nelayan tetap rentan terhadap fluktuasi alam dan pasar. Oleh karena itu, penelitian lanjutan harus mengarah pada model pemberdayaan yang terintegrasi dan berbasis komunitas. Fokus pada solusi berbasis lokal akan memastikan keberlanjutan program. Penelitian juga perlu mempertimbangkan faktor sosial budaya dalam penerapan model ekonomi. Model yang berhasil harus mampu diterima dan dijalankan secara mandiri oleh masyarakat nelayan. Dengan pendekatan holistik, dampak terhadap kesejahteraan bisa lebih besar dan berkelanjutan.

Read online
File size312.45 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test