4141

Jurnal Perikanan TerpaduJurnal Perikanan Terpadu

Aktivitas perikanan merupakan salah satu penggerak perekonomian masyarakat pesisir di Pangandaran, terutama di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Cikidang. Trammel net merupakan alat tangkap yang populer digunakan di kawasan ini, efektif menangkap ikan demersal, udang, kepiting, dan rajungan. Namun, penggunaan trammel net dapat menimbulkan kekhawatiran ekologis terkait selektivitas alat dan potensi penangkapan spesies non-target (bycatch). Oleh karena itu, penting untuk mengetahui komposisi spesies hasil tangkapan yang didaratkan, termasuk jenis-jenis ikan dominan dan frekuensi tertangkapnya. Komposisi hasil tangkapan dapat memberikan informasi mengenai kondisi stok ikan di perairan, kecenderungan eksploitasi terhadap spesies tertentu, dinamika komunitas ikan, dan produktivitas alat tangkap. Keanekaragaman spesies hasil tangkapan juga merupakan indikator penting dalam kajian perikanan berkelanjutan, di mana keanekaragaman yang tinggi mencerminkan stabilitas ekosistem dan kesehatan perairan, sedangkan penurunan keanekaragaman bisa menjadi tanda degradasi habitat atau tekanan penangkapan yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi dan keanekaragaman spesies hasil tangkapan trammel net yang didaratkan di PPI Cikidang, Pangandaran.

Hasil analisis menunjukkan bahwa perikanan trammel net di perairan Pangandaran mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun, baik dalam jumlah trip, bobot hasil tangkapan, maupun nilai CPUE.Pola musiman terlihat jelas, dengan peningkatan aktivitas dan hasil tangkapan pada bulan-bulan tertentu, khususnya Agustus hingga Oktober.Udang dogol mendominasi komposisi hasil tangkapan selama tiga tahun terakhir, mencerminkan selektivitas alat tangkap terhadap spesies ini.Sementara itu, penurunan tangkapan non-target dan indeks keanekaragaman spesies mengindikasikan peningkatan spesifisitas alat serta kemungkinan tekanan terhadap populasi non-target.CPUE terbukti menjadi indikator penting dalam memantau produktivitas dan dinamika sumber daya ikan secara berkelanjutan.

Untuk memastikan praktik penangkapan yang berkelanjutan, diperlukan evaluasi lebih lanjut terhadap selektivitas trammel net berdasarkan ukuran layak tangkap. Pengukuran biometrik terhadap hasil tangkapan dan analisis menggunakan metode kurva selektivitas dapat menjadi dasar perumusan kebijakan teknis alat tangkap dan batas ukuran tangkapan. Selain itu, penurunan keanekaragaman hasil tangkapan mengindikasikan tekanan terhadap habitat atau gangguan keseimbangan ekosistem perairan. Pemerintah daerah perlu menetapkan zonasi wilayah penangkapan yang mencakup kawasan konservasi atau no-take zone sebagai upaya pemulihan habitat penting dan perlindungan spesies non-target. Pelibatan aktif masyarakat pesisir dan edukasi berkelanjutan kepada nelayan menjadi kunci utama dalam implementasi kebijakan ini, terutama dalam membangun pemahaman mengenai pentingnya menjaga keberagaman hayati dan dampak jangka panjang terhadap keberlanjutan usaha penangkapan mereka sendiri.

Read online
File size354.21 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test