4141
Jurnal Perikanan TerpaduJurnal Perikanan TerpaduBudidaya rumput laut Eucheuma cottonii telah mengalami pertumbuhan signifikan dan berperan penting dalam mendorong perekonomian masyarakat pesisir, terutama kelompok pembudidaya skala kecil. Namun, karena terbatasnya kajian kelayakan usaha, petani sering menggunakan metode coba-coba tanpa perencanaan ekonomi yang matang, sehingga berisiko mengalami kerugian, terutama saat harga jual turun atau produksi terganggu. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kelayakan usaha budidaya rumput laut di Kelurahan Takatidung menggunakan metode wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat pesisir yang bekerja sebagai petani rumput laut secara permanen. Sampel diambil secara purposive sebesar 10% dari 50 kelompok, sehingga dipilih 5 kelompok sebagai responden. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis pendapatan, rasio return cost (R/C), rasio benefit cost (B/C), dan analisis break-even point (BEP). Total pendapatan kelompok yaitu: Kelompok Harapan Baru sebesar Rp8.544.000, Mawar Melati Rp6.344.000, Marannu Rp8.531.000, Tanjung Biru Rp8.514.000, dan Semua Jaya Rp8.531.000. Rata-rata nilai R/C lebih dari 1, yaitu 2,32, menunjukkan bahwa untuk setiap Rp1 yang dikeluarkan diperoleh keuntungan 2,32 kali lipat, sehingga usaha ini layak dan menguntungkan. Nilai rata-rata B/C juga lebih dari 1, yaitu 1,32, artinya setiap pengeluaran Rp1 menghasilkan manfaat bersih sebesar Rp1,32, menandakan usaha layak dan menguntungkan. Analisis BEP berdasarkan pendapatan, produksi, dan harga menunjukkan nilai pada titik impas. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya rumput laut di Kelurahan Takatidung layak dilanjutkan sebagai usaha yang menguntungkan.
Tingkat pendapatan tertinggi dicapai oleh Kelompok Harapan Baru sebesar Rp8.000, diikuti oleh Kelompok Marannu dan Semua Jaya sebesar Rp8.000, serta Kelompok Tanjung Biru sebesar Rp8.000, sedangkan pendapatan terendah tercatat pada Kelompok Mawar Melati sebesar Rp6.Analisis kelayakan usaha berdasarkan rasio R/C menunjukkan rata-rata nilai 2,00 yang lebih besar dari 1, sehingga usaha ini dinyatakan layak untuk dilanjutkan.Hasil analisis BEP menunjukkan bahwa kelima kelompok berada pada titik impas, di mana total pendapatan sama dengan total biaya, sehingga tidak ada keuntungan maupun kerugian yang terjadi.
Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh variasi kualitas air terhadap produktivitas dan kelayakan ekonomi budidaya rumput laut di wilayah lain dalam Kabupaten Polewali Mandar, mengingat bahwa parameter kualitas air sangat menentukan keberhasilan budidaya. Kedua, sebaiknya dikaji secara mendalam model pengembangan usaha kelompok tani berbasis koperasi atau klaster, untuk meningkatkan daya tawar dalam pemasaran dan akses terhadap modal, mengingat pentingnya peran bantuan modal bagi petani seperti yang disarankan dalam penelitian. Ketiga, perlu diteliti efektivitas penggunaan bibit unggul lokal dibandingkan bibit impor terhadap biaya produksi dan kualitas hasil panen, guna mengevaluasi potensi peningkatan efisiensi dan pendapatan secara berkelanjutan. Penelitian-penelitian ini dapat saling melengkapi untuk memperkuat sistem budidaya yang berkelanjutan secara ekonomi dan teknis. Fokus pada aspek lingkungan, kelembagaan, dan input produksi akan memberikan gambaran utuh untuk pengembangan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Dengan demikian, pengembangan budidaya rumput laut tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga lebih tahan terhadap fluktuasi pasar dan gangguan produksi. Penelitian lanjutan tersebut dapat mengadopsi metode campuran untuk memperoleh data kuantitatif dan kualitatif secara komprehensif. Hasilnya diharapkan dapat menjadi dasar perencanaan pengembangan sektor perikanan budidaya yang lebih inklusif dan berkelanjutan di wilayah pesisir. Keterlibatan aktif petani dalam setiap tahapan penelitian juga penting untuk menjamin relevansi dan penerapan hasil penelitian secara langsung. Oleh karena itu, pendekatan partisipatif sangat disarankan dalam pelaksanaan penelitian lanjutan.
| File size | 342.85 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
UMBUMB Sebuah sistem robot permukaan tak berawak (USR) waktu-nyata untuk pemantauan kualitas air sungai merupakan teknologi yang menggunakan perahu otonom kecilSebuah sistem robot permukaan tak berawak (USR) waktu-nyata untuk pemantauan kualitas air sungai merupakan teknologi yang menggunakan perahu otonom kecil
UM SURABAYAUM SURABAYA Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah kandungan dari Salinitas yang terbesar berada pada sisi timur dari pesisir Sampang, dimana pesisir TimurHasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah kandungan dari Salinitas yang terbesar berada pada sisi timur dari pesisir Sampang, dimana pesisir Timur
UNRAMUNRAM Wadah karantina yang dibuat berukuran tinggi 1,5 meter dan diameter 1 meter dengan ukuran mata jaring 1 inch, terbukti mampu mendukung kegiatan budidayaWadah karantina yang dibuat berukuran tinggi 1,5 meter dan diameter 1 meter dengan ukuran mata jaring 1 inch, terbukti mampu mendukung kegiatan budidaya
UNIMALUNIMAL Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sumber minyak terbaik pada pengayaan pakan terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan larva ikan baung.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sumber minyak terbaik pada pengayaan pakan terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan larva ikan baung.
JOURNALKEBERLANJUTANJOURNALKEBERLANJUTAN Hasilnya mengungkapkan tingkat pencemaran yang bervariasi, dengan nilai BOD5, COD, dan TSS yang tinggi menunjukkan pencemaran organik dan kimia serta tingkatHasilnya mengungkapkan tingkat pencemaran yang bervariasi, dengan nilai BOD5, COD, dan TSS yang tinggi menunjukkan pencemaran organik dan kimia serta tingkat
ITYITY Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas air limbah, udara ambien, dan kebisingan di lingkungan Hotel X dan Y masih memenuhi standar baku mutu lingkunganPenelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas air limbah, udara ambien, dan kebisingan di lingkungan Hotel X dan Y masih memenuhi standar baku mutu lingkungan
POLTEKKES PADANGPOLTEKKES PADANG Kesimpulan: Alat mikrokontroller water level memiliki keberhasilan kinerja alat sebagai peringatan luapan limbah beton cair batching plant pada industriKesimpulan: Alat mikrokontroller water level memiliki keberhasilan kinerja alat sebagai peringatan luapan limbah beton cair batching plant pada industri
UNSIQUNSIQ Rancangan pengambilan sampel yang dicari dalam penelitian abiotik adalah debit mata air PDAM Cabang Kertek sebelum dan sesudah adanya aktivitas penambanganRancangan pengambilan sampel yang dicari dalam penelitian abiotik adalah debit mata air PDAM Cabang Kertek sebelum dan sesudah adanya aktivitas penambangan
Useful /
4141 Tahap pra-perlakuan terdiri dari proses delipidasi dengan hidrolisi. Biomassa yang telah melalui pra-perlakuan kemudian difermenasikan menggunakan kulturTahap pra-perlakuan terdiri dari proses delipidasi dengan hidrolisi. Biomassa yang telah melalui pra-perlakuan kemudian difermenasikan menggunakan kultur
4141 Penelitian ini menggunakan metode observasi langsung untuk mengidentifikasi spesies hiu berdasarkan karakter morfologi. Hasil penelitian mencatat 44 individuPenelitian ini menggunakan metode observasi langsung untuk mengidentifikasi spesies hiu berdasarkan karakter morfologi. Hasil penelitian mencatat 44 individu
4141 Oleh karena itu, penguatan sistem informasi perikanan, termasuk melalui digitalisasi proses pencatatan dan pelaporan, menjadi salah satu elemen kunci dalamOleh karena itu, penguatan sistem informasi perikanan, termasuk melalui digitalisasi proses pencatatan dan pelaporan, menjadi salah satu elemen kunci dalam
UNSIQUNSIQ Air laut dari Samudera Atlantik berwarna biru lebih cerah. Sedangkan air laut dari Laut Tengah berwarna lebih gelap. Air laut dari laut Tengah menyusupAir laut dari Samudera Atlantik berwarna biru lebih cerah. Sedangkan air laut dari Laut Tengah berwarna lebih gelap. Air laut dari laut Tengah menyusup