UNUHAUNUHA

SIMBIOSIS: Jurnal Sains PertanianSIMBIOSIS: Jurnal Sains Pertanian

Pengomposan blotong dalam mengurangi pencemaran limbah pada Pabrik Gula membutuhkan waktu lama, karena itu perlu ditambahkan aktivator untuk mempercepatnya. Tujuan penelitian ini yaitu mengamati aktivitas dan perubahan kompos blotong selama dekomposisi berlangsung dan mengetahui pengaruh beberapa aktivator terhadap kualitas kompos blotong. Penelitian ini dilakukan di Green House, Laboratorium Tanah dan Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode percobaan disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan rancangan percobaan faktor tunggal. Perlakuan yang diteliti tiga jenis aktivator (EM4, Stardec, kotoran sapi) dengan masing – masing tiga sebagai ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa aktivator berpengaruh terhadap dinamika populasi dan aktivitas mikrobia, suhu naik diawal kemudian stabil diakhir pengomposan. Aktivator yang lebih sesuai pada pengomposan blotong yaitu aktivator Stardec dengan suhu kompos 28,7 °C.

Hasil pengomposan blotong selama 30 hari menunjukkan bahwa suhu kompos pada hari ke-28 telah sesuai dengan standar kualitas menurut SNI-19-7030-2004, yaitu di bawah 30°C.Aktivator EM4, Stardec, dan kotoran sapi masing-masing menghasilkan suhu akhir kompos sebesar 28,6°C, 28,7°C, dan 28,8°C.Ketiga aktivator efektif dalam menyelesaikan proses pengomposan, namun aktivator Stardec menunjukkan kinerja yang sedikit lebih optimal.

Pertama, perlu diteliti efektivitas kombinasi aktivator EM4 dan Stardec dalam mempercepat proses pengomposan blotong, karena masing-masing memiliki keunggulan mikrobiologis yang berbeda dan kombinasi keduanya berpotensi meningkatkan laju dekomposisi. Kedua, sebaiknya dilakukan penelitian tentang pengaruh penambahan bahan penyeimbang C/N seperti serbuk gergaji atau sekam padi terhadap kualitas dan kecepatan proses pengomposan blotong, mengingat kandungan bahan organiknya yang tinggi bisa menghambat aerasi dan keseimbangan nutrisi. Ketiga, perlu dikaji dampak jangka panjang penggunaan kompos blotong dengan berbagai aktivator terhadap sifat kimia tanah dan pertumbuhan tanaman tebu, untuk menilai bukan hanya efisiensi proses tetapi juga manfaat agronomisnya secara menyeluruh. Penelitian-penelitian ini dapat melengkapi temuan saat ini dengan pendekatan yang lebih komprehensif terhadap pengolahan limbah pabrik gula menjadi pupuk organik yang efektif dan berkelanjutan.

  1. Implementasi Pendistribusian Pupuk Bersubsidi Di Tingkat Petani Kecamatan Buay Pemuka Peliung Ditinjau... doi.org/10.30599/simbiosis.v1i1.3326Implementasi Pendistribusian Pupuk Bersubsidi Di Tingkat Petani Kecamatan Buay Pemuka Peliung Ditinjau doi 10 30599 simbiosis v1i1 3326
Read online
File size336.27 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test