4141

Jurnal Perikanan TerpaduJurnal Perikanan Terpadu

Ikan nila merah (Oreochromis niloticus) adalah ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan mudah dibudidayakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas ekstrak bunga kamboja putih terhadap kelangsungan hidup ikan nila merah selama pengiriman. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 pengulangan. Perlakuan yang diberikan adalah 6 ml ekstrak bunga kamboja putih/L (P1), 7 ml ekstrak bunga kamboja putih/L (P2), 8 ml ekstrak bunga kamboja putih/L (P3), dan 9 ml ekstrak bunga kamboja putih/L (P4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku ikan sebelum diberi ekstrak bunga kamboja putih adalah aktif berenang, membuka dan menutup operculum secara normal, dan merespons rangsangan. Setelah diberi ekstrak bunga kamboja putih, gerakan ikan menjadi lebih pasif, pembukaan dan penutupan operculum melambat, dan ikan tidak merespons rangsangan. Tingkat kelangsungan hidup tertinggi diperoleh pada P1 (86.67%), dan terendah pada P4 (56.67%). Laju konsumsi oksigen tertinggi ditemukan pada P1 (0.0029 mg/menit) dan terendah pada P2 (0.0019 mg/menit). Hasil uji kualitas air masih dalam kategori normal, dengan suhu berkisar antara 26-29°C, pH 6-7, amonia <1 mg/L, dan DO >5 mg/L.

Pemberian ekstrak bunga kamboja putih sebagai bahan anestesi ikan nila saat pengiriman efektif dan berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup benih ikan nila.Dosis ekstrak bunga kamboja putih terbaik terdapat pada dosis 6 ml ekstrak bunga kamboja putih/L (P1) dengan tingkat kelangsungan hidup tertinggi 86,67%.Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak bunga kamboja putih dapat menjadi alternatif bahan anestesi alami untuk mengurangi stres dan meningkatkan kelangsungan hidup ikan nila merah selama transportasi.

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa aktif spesifik dalam ekstrak bunga kamboja putih yang bertanggung jawab atas efek anestesi dan perlindungan terhadap stres pada ikan nila merah. Studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas ekstrak bunga kamboja putih dengan bahan anestesi alami lainnya, seperti minyak cengkeh atau ekstrak tembakau, untuk menentukan pilihan yang paling optimal dari segi efikasi, biaya, dan dampak lingkungan. Selain itu, penelitian perlu mengeksplorasi pengaruh berbagai faktor lingkungan selama transportasi, seperti kepadatan ikan, durasi pengiriman, dan suhu air, terhadap efektivitas ekstrak bunga kamboja putih dan kelangsungan hidup ikan. Dengan memahami interaksi antara ekstrak bunga kamboja putih dan faktor-faktor lingkungan ini, protokol transportasi yang lebih efektif dan berkelanjutan dapat dikembangkan untuk meningkatkan kualitas benih ikan nila merah dan mendukung pertumbuhan industri perikanan budidaya.

Read online
File size370.46 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test