UNJUNJ

Jurnal Sains GeografiJurnal Sains Geografi

Kota Jakarta Timur merupakan salah satu kota terpadat di provinsi DKI Jakarta. Kepadatan penduduk ini tentunya akan mempengaruhi mobilitas penduduk disana juga. Tentu saja pergerakan kendaraan yang terus berlalu lalang membutuhkan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Penyediaan BBM oleh Pemerintah maupun Swasta melalui Stasiun Bahan Bakar Umum (SPBU) merupakan salah satu infrastruktur terpenting yang tersedia. Pengadaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sangat penting untuk menunjang mobilitas manusia serta distribusi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji sebaran spasial Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Jakarta Timur. Alat navigasi berupa GPS digunakan untuk menentukan koordinat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Metode analisis tetangga terdekat digunakan untuk menghitung pola sebaran titik lokasi antar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran lokasi SPBU di Jakarta Timur membentuk pola berkelompok (cluster) dan jarak antar lokasi SPBU termasuk dalam kriteria sangat dekat.

Terdapat sebaran SPBU yang cukup merata di Kota Jakarta Timur, dengan konsentrasi yang lebih tinggi di sekitar pusat-pusat aktivitas seperti pusat perbelanjaan, jalan utama, dan kawasan industri.Sebaran SPBU di Kota Jakarta Timur cenderung mengikuti pola pertumbuhan perkotaan dan kepadatan penduduk.Pada umumnya, SPBU di Kota Jakarta Timur terletak di dekat persimpangan jalan utama atau aksesibilitas yang baik.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi lokasi SPBU, seperti pendapatan masyarakat, tingkat kepemilikan kendaraan, dan pola konsumsi BBM. Hal ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang kebutuhan masyarakat terhadap layanan SPBU. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada evaluasi dampak lingkungan dari keberadaan SPBU, seperti emisi gas buang dan potensi pencemaran tanah dan air. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk merumuskan kebijakan yang lebih berkelanjutan dalam pengelolaan SPBU. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan model optimasi lokasi SPBU yang mempertimbangkan faktor-faktor seperti kepadatan penduduk, jaringan jalan, dan potensi pertumbuhan ekonomi. Model ini dapat membantu pemerintah dalam merencanakan pengembangan infrastruktur SPBU yang lebih efisien dan efektif.

  1. ANALISIS SEBARAN LOKASI STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR UMUM (SPBU) DI KABUPATEN GORONTALO (Distribution... journal.umgo.ac.id/index.php/GEOUMGo/article/view/662ANALISIS SEBARAN LOKASI STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR UMUM SPBU DI KABUPATEN GORONTALO Distribution journal umgo ac index php GEOUMGo article view 662
  2. Ancaman Gelombang Ekstrim dan Abrasi pada Penggunaan Lahan di Pesisir Kepulauan Karimunjawa (Studi Kasus:... ejournal-balitbang.kkp.go.id/index.php/jkn/article/view/7207Ancaman Gelombang Ekstrim dan Abrasi pada Penggunaan Lahan di Pesisir Kepulauan Karimunjawa Studi Kasus ejournal balitbang kkp go index php jkn article view 7207
  3. Analisis Penyebaran Hunian dengan Menggunakan Metode Nearest Neighbor Analysis | Riadhi | VARIANSI: Journal... ojs.unm.ac.id/jvariansi/article/view/12901Analisis Penyebaran Hunian dengan Menggunakan Metode Nearest Neighbor Analysis Riadhi VARIANSI Journal ojs unm ac jvariansi article view 12901
Read online
File size1.27 MB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test