POLNAMPOLNAM

Jurnal Administrasi TerapanJurnal Administrasi Terapan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh exercised responsibility, pengalaman, otonomi, ambiguitas peran dan pendidikan berkelanjutan terhadap kinerja auditor pada BPK dan BPKP Perwakilan Propinsi Maluku. Pengumpulan data dilakukan dengan metode distribusi langsung yaitu dengan cara mendatangi langsung objek penelitian untuk menyerahkan kuesioner dan mengumpulkannya kembali yang ditujukan kepada auditor BPK dan BPKP Perwakilan Propinsi Maluku. Dengan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 60 responden dari BPK dan BPKP Perwakilan Propinsi Maluku. Dalam penelitian ini teknik pengambilan sampel menggunakan metode convenience sampling. Metode analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validitas, uji reabilitas dan uji asumsi klasik, serta pengujian dilakukan dengan menggunakan regresi linerar berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara simultan exercised responbility,pengalaman,otonomi,ambiguitas peran dan pendidikan berkelanjutan berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja auditor.Secara parisal exercised responbility dan otonomi berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja auditor.

Berdasarkan pengujian secara simultan (bersama-sama dapat disimpulkan bahwa exercised responsibility, pengalaman, otonomi, ambiguitas peran, dan pendidikan berkelanjutan berpengaruh signifikan terhadap kinerja auditor.Berdasarkan pengujian secara parsial dapat disimpulkan bahwa.Exercised responsibility berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja auditor.Pengalaman tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja auditor.Otonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja auditor.Ambiguitas peran berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja auditor.Pendidikan berkelanjutan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja auditor.

Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah variabel lain yang berhubungan dengan kinerja auditor sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih luas mengenai variabel-variabel lain yang dapat mempengaruhi kinerja auditor, seperti variabel penerapan teknologi informasi. Selain itu, pemilihan waktu penyebaran kuesioner sebaiknya memperhatikan waktu sibuk auditor agar kuesioner yang dibagikan dapat terkumpul secara maksimal. Lebih lanjut, penelitian dapat mengkaji bagaimana faktor-faktor seperti budaya organisasi dan dukungan manajemen dapat memoderasi hubungan antara pengalaman auditor dan kinerja mereka. Penting juga untuk meneliti apakah ada perbedaan signifikan dalam pengaruh variabel-variabel tersebut terhadap kinerja auditor BPK dan BPKP, mengingat perbedaan peran dan tanggung jawab kedua lembaga tersebut. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana pelatihan dan pengembangan berkelanjutan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu dapat meningkatkan kinerja auditor secara optimal.

Read online
File size468.82 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test