UNWAHAUNWAHA

Jumat Informatika: Jurnal Pengabdian MasyarakatJumat Informatika: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SDN Gedangan 3 yang terletak di wilayah pedesaan Kecamatan Sumobito, Jombang, di mana lahan sekolah dimanfaatkan untuk penghijauan dan pembelajaran lingkungan namun perawatannya terkendala oleh penyiraman manual yang kurang konsisten. Kegiatan ini berfokus pada pengenalan sistem penyiraman tanaman otomatis berbasis Internet of Things dengan memanfaatkan sensor kelembapan tanah, mikrokontroler, relay, selang, dan pompa air mini. Tujuan program adalah memotivasi ketertarikan siswa terhadap teknologi yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, meningkatkan pengetahuan mereka mengenai prinsip kerja penyiraman otomatis, serta memberikan pengalaman praktik langsung dalam mengoperasikan alat sederhana. Pendekatan yang digunakan adalah perencanaan partisipatif bersama guru, penyampaian materi melalui presentasi, demonstrasi cara kerja alat, praktik terbimbing oleh siswa, dan diskusi interaktif. Kegiatan dilaksanakan pada 21 Agustus 2025 dengan peserta 18 siswa kelas lima dan enam serta didampingi guru kelas. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap fungsi komponen dan cara kerja sistem, tumbuhnya rasa percaya diri dan rasa ingin tahu terhadap teknologi, serta penyiraman tanaman yang lebih konsisten dan efisien. Siswa merasa pembelajaran lebih menyenangkan dan mudah dipahami, sementara guru menyatakan kesiapan untuk memanfaatkan alat secara berkelanjutan sebagai bagian dari perawatan kebun sekolah. Program ini menjadi model praktis dan replikatif untuk mengintegrasikan literasi teknologi dengan kepedulian lingkungan di sekolah dasar.

Kegiatan pengabdian masyarakat di SDN Gedangan 3 Sumobito berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa mengenai teknologi penyiraman otomatis berbasis Internet of Things melalui penyampaian materi, demonstrasi, dan praktik langsung.Siswa menunjukkan perubahan perilaku positif, seperti meningkatnya kepedulian terhadap tanaman, keterlibatan dalam perawatan kebun sekolah, dan inisiatif menjaga alat tetap berfungsi.Hasil kegiatan mendukung teori service learning yang menekankan keterpaduan antara pembelajaran akademik dan kontribusi nyata sehingga membentuk keterampilan kognitif, afektif, dan sosial.

Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat ini, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan kurikulum literasi teknologi yang lebih terintegrasi di sekolah dasar, dengan menekankan pada penerapan teknologi sederhana seperti sistem penyiraman otomatis untuk mendukung pembelajaran kontekstual. Kedua, studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengukur dampak jangka panjang dari program ini terhadap minat siswa terhadap bidang sains dan teknologi, serta pengaruhnya terhadap perilaku ramah lingkungan di lingkungan sekolah dan keluarga. Ketiga, penelitian dapat menginvestigasi efektivitas berbagai model pendampingan guru dalam mengimplementasikan teknologi di kelas, termasuk pelatihan berkelanjutan dan pengembangan sumber daya yang relevan, untuk memastikan keberlanjutan program dan replikasi di sekolah lain. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan membekali generasi muda dengan keterampilan yang relevan untuk menghadapi tantangan di masa depan.

  1. ANALISIS KEBERLANJUTAN USAHA SAYURAN HIDROPONIK PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KOTA MAKASSAR (STUDI KASUS... doi.org/10.25157/ma.v8i2.7943ANALISIS KEBERLANJUTAN USAHA SAYURAN HIDROPONIK PADA MASA PANDEMI COVID 19 DI KOTA MAKASSAR STUDI KASUS doi 10 25157 ma v8i2 7943
Read online
File size528.01 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test