UMSJUMSJ

SRODJA : Sroedji Journal AdministrationSRODJA : Sroedji Journal Administration

Penelitian ini membahas tentang dampak efisiensi anggaran Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 2025 pada SMA Negeri di Kabupaten Jember. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Sampel yang diambil adalah 9 dari 18 SMA Negeri di Kabupaten Jember. Alat pengumpulan data berupa angket yang berisi 10 pertanyaan tentang dampak efisiensi anggaran pada pengalokasian dana BOS dan BPOPP yang diterima sekolah. Hasil dari penelitian ini adalah efisiensi anggaran berdampak langsung kepada sekolah, terutama pada pengalokasian dana BOS dan BPOPP pada kode rekening belanja perjalanan dinas dalam kota dan luar kota, yaitu poin pengembangan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, seminar, studi banding, publikasi, dan seremonial. Dampak lainnya adalah pada honor kegiatan sekolah, belanja bahan habis pakai, bahkan belanja aset sekolah.

Kebijakan efisiensi anggaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 2025 berdampak langsung pada SMA Negeri di Kabupaten Jember, terutama dalam pengalokasian dana BOS dan BPOPP.Dampak utama terjadi pada belanja perjalanan dinas dalam dan luar kota yang menghambat pengembangan kompetensi guru serta kegiatan akademik seperti seminar dan studi banding.Sebagian besar sekolah merasa kebijakan ini mengurangi fleksibilitas pengelolaan anggaran dan membatasi pemenuhan kebutuhan operasional sesuai kondisi lokal.

Pertama, perlu diteliti bagaimana penerapan kebijakan efisiensi anggaran berbeda antara sekolah di perkotaan dan pedesaan dalam konteks fleksibilitas penggunaan dana BOS dan BPOPP. Kedua, sebaiknya dilakukan penelitian tentang alternatif pengembangan kompetensi guru yang efektif namun hemat biaya, seperti pelatihan berbasis digital atau kolaborasi antarsekolah, untuk menggantikan kegiatan yang dipangkas akibat pembatasan perjalanan dinas. Ketiga, perlu dikaji lebih dalam mengenai rasio ideal alokasi anggaran untuk kegiatan operasional non-pembelajaran (seperti seminar dan studi banding) terhadap kebutuhan riil peningkatan mutu pendidikan, agar kebijakan efisiensi tidak justru mengorbankan kualitas pendidikan jangka panjang. Penelitian-penelitian ini dapat membantu merancang kebijakan anggaran yang lebih adil, kontekstual, dan berkelanjutan bagi sekolah di berbagai wilayah.

Read online
File size509.42 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test