UNESAUNESA

Jurnal Rekayasa MesinJurnal Rekayasa Mesin

Para petani sering menghadapi tantangan terkait ketersediaan air, terutama selama musim kemarau. Mesin pompa air sawah bisa menjadi solusi, tetapi kebanyakan masih menggunakan bahan bakar minyak, sedangkan bahan bakar minyak sering terjadi kelangkaan pada suatu daerah tertentu. Maka oleh karena itu perlu adanya pemanfaatan energi alternatif lainnya. Dipilihnya gas alam karena saat ini produksinya meningkat di Indonesia, juga lebih murah serta lebih mudah didapat. Cara kerja mesin pompa air sawah berbahan bakar gas mirip dengan mesin pompa air sawah lainnya. Dimana ketika mesin dihidupkan maka motor penggerak akan menggerakkan Pulley yang terhubung dengan pemompa air sehingga air bisa keluar, namun kecepatan penggerak juga akan berpengaruh pada debit air yang akan dihasilkan sehingga akan berpengaruh juga pada efisiensi bahan bakar yang diperlukan. Maka perlu adanya pemilihan Pulley yang harus dilakukan dengan tepat sehingga bisa mendapatkan perbandingan kecepatan yang pas terhadap kapasitas debit air yang maksimal, oleh karena itu akan dilakukan penelitian dengan mengganti variasi ukuran pulley dengan menggunakan diameter 76 mm, 101 mm, dan 127 mm. Dan akan diuji dengan kecepatan mesin 2000 rpm untuk mengisi wadah berkapasitas 136,7 liter dan dicatat berapa waktu yang dibutuhkan sampai wadah terisi penuh. Dari hasil pengujian debit yang telah dilakukan pada percobaan menggunakan ketiga variasi pulley, yaitu menunjukkan bahwa pulley dengan ukuran 101 mm menghasilkan debit air yang paling banyak yaitu 4,8 liter setiap detiknya sedangkan pulley dengan ukuran 76 mm menghasilkan debit air 4,1 liter setiap detiknya dan untuk pulley dengan ukuran 127 mm menghasilkan 3,3 liter per detik.

Pulley berdiameter 101 mm menghasilkan debit air paling tinggi sebesar 4,8 liter per detik, sedangkan pulley 76 mm dan 127 mm menghasilkan debit masing-masing 4,1 liter per detik dan 3,3 liter per detik.Debit air tercepat dihasilkan oleh pulley berukuran 101 mm, sementara ukuran 127 mm justru menghasilkan debit paling rendah akibat terjadinya getaran berlebih dan selip pada v belt.Oleh karena itu, pemilihan diameter pulley yang tepat sangat berpengaruh terhadap efisiensi dan kapasitas debit air pada mesin pompa berbahan bakar gas.

Pertama, perlu diteliti pengaruh variasi kecepatan mesin di bawah dan di atas 2000 rpm terhadap kinerja pompa air dengan pulley berdiameter 101 mm untuk mengetahui apakah kombinasi kecepatan dan ukuran pulley dapat lebih meningkatkan efisiensi debit. Kedua, perlu dilakukan penelitian tentang penggunaan material ringan pada pulley berdiameter besar untuk mengurangi getaran dan selip v belt, guna mempertahankan efisiensi meskipun menggunakan pulley dengan ukuran lebih dari 127 mm. Ketiga, sebaiknya dikembangkan studi mengenai sistem transmisi otomatis atau variabel yang dapat menyesuaikan diameter efektif pulley secara dinamis sesuai kebutuhan debit air, sehingga pompa dapat bekerja optimal dalam berbagai kondisi tanpa perlu penggantian pulley secara manual. Penelitian-penelitian ini dapat membantu memperluas pemanfaatan mesin pompa berbahan bakar gas di daerah terpencil dengan efisiensi yang lebih tinggi dan fleksibilitas operasional yang lebih baik.

Read online
File size1.68 MB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test