UMSUMS

Sinektika: Jurnal ArsitekturSinektika: Jurnal Arsitektur

Penelitian ini bertujuan mengungkap bagaimana nilai spiritual dan simbolisme tradisional masih hidup dan berubah dalam dinamika ruang kota Yogyakarta kontemporer, serta memberikan rekomendasi pengintegrasian nilai budaya dan spiritual dalam perencanaan kota masa depan. Pendekatan kualitatif eksploratif diterapkan dengan fokus pada kawasan simbolik seperti Keraton, Alun-Alun, Tugu Jogja, Malioboro, dan Taman Sari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur lanskap Yogyakarta masih mempertahankan nilai spiritual kuat, seperti sumbu filosofis Merapi–Keraton–Parangtritis dan bangunan sakral sebagai pusat ritual dan sosial. Namun, urbanisasi dan modernisasi menyebabkan perubahan fungsi ruang yang berorientasi ekonomi, mengikis makna dan keterhubungan masyarakat dengan warisan budaya mereka. Rekomendasi menekankan perlunya integrasi nilai budaya dan spiritual dalam kebijakan tata ruang melalui pelestarian simbolik dan adaptasi desain lokal, serta penguatan partisipasi masyarakat dan pemangku adat agar nilai spiritual terus diwariskan.

Studi ini menunjukkan bahwa lanskap urban Yogyakarta kaya akan nilai spiritual dan simbolisme, namun urbanisasi dan modernisasi telah menggeser fungsi ruang sakral menjadi area komersial, mengancam kelestarian nilai-nilai tersebut.Integrasi nilai budaya dan spiritual dalam perencanaan kota menjadi krusial untuk menjaga identitas budaya Yogyakarta dan menciptakan ruang urban yang bermakna secara sosial dan spiritual.Partisipasi aktif masyarakat dan pemangku adat sangat penting dalam mewariskan nilai-nilai spiritual kepada generasi mendatang, sehingga kota dapat berkembang secara fisik sekaligus mempertahankan identitas budayanya.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai bagaimana nilai-nilai spiritual tradisional dapat diintegrasikan ke dalam desain arsitektur modern di Yogyakarta, dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip keberlanjutan dan respons terhadap perubahan iklim. Kedua, penelitian kualitatif yang berfokus pada persepsi masyarakat terhadap perubahan lanskap urban dan dampaknya terhadap identitas budaya dapat memberikan wawasan berharga untuk merumuskan kebijakan perencanaan yang lebih partisipatif dan inklusif. Ketiga, penelitian komparatif antara Yogyakarta dengan kota-kota lain di Indonesia yang memiliki warisan budaya serupa dapat mengidentifikasi praktik-praktik terbaik dalam pelestarian nilai-nilai spiritual dalam konteks urbanisasi yang pesat. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana menciptakan kota yang tidak hanya fungsional dan efisien, tetapi juga mampu melestarikan identitas budaya dan nilai-nilai spiritualnya bagi generasi mendatang.

  1. Analisis Yang Sakral Sumbu Filosofis Yogyakarta Dalam Pemikiran Mircea Eliade | Ri'ayah: Jurnal... e-journal.metrouniv.ac.id/riayah/article/view/7499Analisis Yang Sakral Sumbu Filosofis Yogyakarta Dalam Pemikiran Mircea Eliade Riayah Jurnal e journal metrouniv ac riayah article view 7499
  2. Islamic Worldview as The Basic of Islamic Society toward Society 5.0 | Al Qalam. islamic worldview basic... jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/alqalam/article/view/5360Islamic Worldview as The Basic of Islamic Society toward Society 5 0 Al Qalam islamic worldview basic jurnal uinbanten ac index php alqalam article view 5360
  3. SEMIOTICS AS AN APPROACH TO THE ANALYSIS OF SYMBOLISM IN ISLAMIC ARCHITECTURAL ARTS | Al Fahmawee | Architecture... doi.org/10.23968/2500-0055-2022-7-2-03-19SEMIOTICS AS AN APPROACH TO THE ANALYSIS OF SYMBOLISM IN ISLAMIC ARCHITECTURAL ARTS Al Fahmawee Architecture doi 10 23968 2500 0055 2022 7 2 03 19
Read online
File size490.95 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test