MAHADALYALFITHRAHMAHADALYALFITHRAH

PUTIH: Jurnal Pengetahuan Tentang Ilmu dan HikmahPUTIH: Jurnal Pengetahuan Tentang Ilmu dan Hikmah

Penelitian ini mengeksplorasi perbedaan pendekatan kajian Al-Quran antara Timur dan Barat, dengan fokus pada pengaruh historisitas terhadap perkembangan metodologi di kedua wilayah. Di Timur, kajian Al-Quran umumnya bersifat normatif dan berakar pada tradisi keislaman yang mapan, mengutamakan spiritualitas dan hukum Islam. Sebaliknya, di Barat, pendekatan lebih kritis dan analitis, menggunakan metodologi historis, hermeneutik, dan filologi untuk memahami Al-Quran dalam konteks sejarah, sosiologi, dan linguistik. Penelitian ini menggunakan metode analisis historis untuk mengidentifikasi bagaimana latar belakang sejarah, budaya, dan tradisi akademis mempengaruhi perbedaan ini. Data dikumpulkan melalui studi literatur dari berbagai sumber yang relevan, termasuk buku, jurnal, dan artikel ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan historisitas antara Timur dan Barat memainkan peran penting dalam membentuk metode dan pemahaman dalam kajian Al-Quran. Di Barat, fokus pada pendekatan kritis sering kali mengabaikan aspek spiritual, sementara di Timur, pendekatan yang mengutamakan tradisi dan otoritas agama cenderung kurang mendukung analisis kritis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan yang berbeda ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dan bahwa dialog antara kedua tradisi ini dapat memperkaya pemahaman global tentang Al-Quran.

Hasil daripada penelitian ini adalah adanya pengaruh historisitas terhadap perbedaan kajian Al-Quran di barat dan timur.Sebagaimana barat diketahui bukanlah negara turunnya Al-Quran sehingga metode-metode yang digunakan baik memahami ataupun menterjemahkan tidak se-efektif negara timur tengah, di lain sisi timur memiliki cara yang disepakati oleh mayoritas baik dalam mengkaji atau menafsirkan Al-Quran.Ilmuan sepakat bahwa adanya pengaruh sejarah pada perbedaan kajian Al-Quran di timur maupun di barat.perbedaan historisitas antara Timur dan Barat memainkan peran penting dalam membentuk metode dan pemahaman dalam kajian Al-Quran.Di Barat, fokus pada pendekatan kritis sering kali mengabaikan aspek spiritual kemudian penggunaan metode hermeneutika yang sering melenceng daripada nilai yang ditetapkan oleh cendekiawan timur.Sementara di Timur, pendekatan yang mengutamakan tradisi dan otoritas agama cenderung kurang mendukung analisis kritis sehingga adanya asumsi bahwa tafsiran timur bersifat kaku.Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan yang berbeda ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dan bahwa dialog antara kedua tradisi ini dapat memperkaya pemahaman global tentang Al-Quran.

Saran penelitian lanjutan yang baru berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini adalah: Pertama, perlu dilakukan studi komparatif yang lebih mendalam tentang pengaruh historisitas pada perkembangan metodologi kajian Al-Quran di Timur dan Barat, dengan mempertimbangkan aspek-aspek budaya, tradisi akademis, dan metodologi yang digunakan. Kedua, penelitian dapat berfokus pada dialog antara kedua tradisi ini, dengan menganalisis bagaimana perbedaan pendekatan dapat saling melengkapi dan memperkaya pemahaman global tentang Al-Quran. Ketiga, studi dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana metode-metode baru dalam kajian Al-Quran dapat dikembangkan dan diterapkan di Timur dan Barat, dengan mempertimbangkan tantangan dan peluang yang dihadapi masing-masing wilayah.

Read online
File size1.36 MB
Pages24
DMCAReport

Related /

ads-block-test