PBNSURABAYAPBNSURABAYA
Jurnal Penelitian MultidisiplinJurnal Penelitian MultidisiplinKomunikasi SBAR merupakan salah satu strategi penting untuk memperkuat budaya keselamatan pasien, terutama dalam menghadapi meningkatnya kasus medical error akibat kelalaian pelayanan. Penerapan metode ini di rumah sakit berperan dalam mengurangi risiko terjadinya insiden yang tidak diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan komunikasi SBAR dan diketahuinya pelaksanaan budaya keselamatan pasien serta diketahuinya hubungan antara pelaksanaan komunikasi SBAR dengan budaya keselamatan pasien di RSU Madina Bukittinggi. Penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh melalui kuesioner yang dibagikan kepada 32 perawat di unit rawat inap RSU Madina Bukittinggi pada bulan Mei 2025. Penelitian menunjukkan bahwa sebagian perawat menilai pelaksanaan komunikasi SBAR belum optimal, dan persepsi mereka terhadap budaya keselamatan pasien juga tergolong kurang baik. Berdasarkan hasil uji Chi-Square, ditemukan hubungan yang signifikan antara komunikasi SBAR dengan budaya keselamatan pasien (p-value = 0,012). Kesimpulan: pelaksanaan komunikasi SBAR di lapangan sudah berjalan tetapi belum optimal karena sebagian besar merasa kurang baik, salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah minimnya informasi yang disampaikan. Sebagian perawat merasa kurang baik dalam meningkatkan budaya keselamtan pasien hal ini di pengaruhi oleh hambatan dalam berkomunikasi terbuka serta ketidak lengkapan informasi saat Handover. Hasil penelitian ini mengumkapkan adanya hubungan yang signifikan antara pelaksanaan komunikasi SBAR dan buadaya keselamatan pasien di RSU Madina Bukittinggi. Saran: sebaiknya adakan pelatihan berkala dengan fokus pada komunikasi SBAR. Pelatihan harus menekankan pentingnya kelengkapan informasi dan cara menyampaikannya secara efektif. Agar proses komunikasi SBAR berjalan dengan optimal, diharapkan pada saat proses komunikasi SBAR budaya keselamatan pasien dapat ditingkatkan dengan cara menyampaikan informasi dengan lengkap. Dari hasil penelitian terdapat hubungan, komunikasi SBAR memiliki peranan penting dalam meningkatkan budaya keselamatan pasien.
Pelaksanaan komunikasi SBAR di lapangan Sudah berjalan tetapi belum optimal karena sebagian merasa kurang baik.Salah satu faktor yang memengaruhi adalah minimnya informasi yang disampaikan.Sebagian perawat juga merasa kurang baik dalam meningkatkan budaya keselamatan pasien pada saat komunikasi SBAR dilakukan.Hal ini di pengaruhi oleh hambatan dalam berkumunikasi terbuka serta ketidaklengkapan informasi saat handover.Hasil penelitian ini mengungkapkan adanya hubungan yang signifikan antara pelaksanaan komunikasi SBAR dan budaya keselamatan pasien di RSU Madina Bukittinggi.Komunikasi SBAR berperan penting dalam meningkatkan budaya keselamatan pasien dan menunjukkan adanya korelasi yang kuat antara keduanya.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis, saran penelitian lanjutan adalah: 1. Mengembangkan program pelatihan komunikasi SBAR yang komprehensif, dengan fokus pada peningkatan keterbukaan komunikasi dan kelengkapan informasi. Pelatihan ini dapat mencakup strategi-strategi untuk mengatasi hambatan dalam berkomunikasi terbuka dan meningkatkan efektivitas penyampaian informasi. 2. Menganalisis lebih lanjut faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi perawat terhadap budaya keselamatan pasien, termasuk faktor-faktor seperti dukungan organisasi, respons non-menghakimi, dan kerja sama lintas unit. Penelitian ini dapat membantu mengidentifikasi intervensi yang tepat untuk meningkatkan budaya keselamatan pasien secara menyeluruh. 3. Melakukan studi longitudinal untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari komunikasi SBAR terhadap budaya keselamatan pasien. Penelitian ini dapat mencakup pengukuran indikator-indikator seperti frekuensi pelaporan insiden, kualitas penanganan situasi kritis, dan tingkat kepuasan pasien. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang hubungan antara komunikasi SBAR dan budaya keselamatan pasien, serta membantu mengembangkan strategi-strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan keselamatan pasien di rumah sakit.
| File size | 302.68 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
STAIN KEPRISTAIN KEPRI Berdasarkan analisis teoritis, historis, dan hermeneutik yang komprehensif, penelitian ini menyimpulkan bahwa Syair Abdul Muluk karya Raja Ali Haji bukanBerdasarkan analisis teoritis, historis, dan hermeneutik yang komprehensif, penelitian ini menyimpulkan bahwa Syair Abdul Muluk karya Raja Ali Haji bukan
FEB UMIFEB UMI Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan kualitas audit pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2024,Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan kualitas audit pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2024,
UNIGALUNIGAL Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa pelatihan SBAR mampu meningkatkan kepuasan kerja perawat dan keterlibatan pasien dalam proses perawatan. NamunBeberapa penelitian juga menunjukkan bahwa pelatihan SBAR mampu meningkatkan kepuasan kerja perawat dan keterlibatan pasien dalam proses perawatan. Namun
NUPROBOLINGGONUPROBOLINGGO Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran pendidikan Islam KH. Rahman Syakur memiliki relevansi kuat dalam menjawab tantangan pendidikan kontemporer,Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran pendidikan Islam KH. Rahman Syakur memiliki relevansi kuat dalam menjawab tantangan pendidikan kontemporer,
KALBISKALBIS Strategi komunikasi pemasaran S-Grow mencakup beberapa tahapan kunci yang berkontribusi pada keberhasilan perusahaan. Hasil penelitian di analisis menggunakanStrategi komunikasi pemasaran S-Grow mencakup beberapa tahapan kunci yang berkontribusi pada keberhasilan perusahaan. Hasil penelitian di analisis menggunakan
UBHARAJAYAUBHARAJAYA Pemikiran Freire menambah dimensi kesadaran kritis yang selaras dengan prinsip tabayyun dalam Islam, sementara Ribble menyajikan panduan praktis yang bisaPemikiran Freire menambah dimensi kesadaran kritis yang selaras dengan prinsip tabayyun dalam Islam, sementara Ribble menyajikan panduan praktis yang bisa
IAIN GORONTALOIAIN GORONTALO Hal ini dapat membantu menghindari sikap stereotip, etnosentris, dan prejudice terhadap budaya maupun agama lain. Dengan melakukan hal-hal tersebut, kitaHal ini dapat membantu menghindari sikap stereotip, etnosentris, dan prejudice terhadap budaya maupun agama lain. Dengan melakukan hal-hal tersebut, kita
STIESIASTIESIA 3) Konflik peran berpengaruh negatif signifikan terhadap problem coping. 4) Stres kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap subjective well being. 5)3) Konflik peran berpengaruh negatif signifikan terhadap problem coping. 4) Stres kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap subjective well being. 5)
Useful /
IPMAFAIPMAFA Dakwah moderat UAS berperan dalam mengatasi stereotip negatif, mengurangi potensi konflik, serta meningkatkan kritikalitas dan rasionalitas umat dalamDakwah moderat UAS berperan dalam mengatasi stereotip negatif, mengurangi potensi konflik, serta meningkatkan kritikalitas dan rasionalitas umat dalam
UWGMUWGM Namun, cakupan ASI eksklusif di Indonesia masih rendah, salah satunya karena produksi ASI yang kurang. Tujuan: membandingkan efektivitas pijat oksitosinNamun, cakupan ASI eksklusif di Indonesia masih rendah, salah satunya karena produksi ASI yang kurang. Tujuan: membandingkan efektivitas pijat oksitosin
UWGMUWGM Latar Belakang: Perilaku merokok merupakan masalah kesehatan komunitas di Indonesia. Persentase merokok pada penduduk usia ≥15 tahun di Propinsi SumateraLatar Belakang: Perilaku merokok merupakan masalah kesehatan komunitas di Indonesia. Persentase merokok pada penduduk usia ≥15 tahun di Propinsi Sumatera
ISTNISTN Pemanfaatan teknologi dan infrastruktur jaringan mutlak diperlukan dalam melakukan proses Backup data. Proses Backup dan recovery harus dituangkan dalamPemanfaatan teknologi dan infrastruktur jaringan mutlak diperlukan dalam melakukan proses Backup data. Proses Backup dan recovery harus dituangkan dalam