STAINUPASTAINUPA

Jurnal Manajemen Pendidikan IslamJurnal Manajemen Pendidikan Islam

Peningkatan mutu pendidikan memerlukan perencanaan pendidikan yang akurat dan sistematis terhadap perkembangan pendidikan melalui kerjasama dengan tokoh masyarakat, melalui suatu wadah formal yang disebut dengan komite sekolah, yang akan memberikan sumbangsih pemikiran dan kontrol terhadap pelaksanaan pendidikan. Di SDN 02 Pandansari Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang, komite sekolah berperan sebagai sarana dalam upaya peningkatan mutu sekolah. Fokus dan tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis peran komite sekolah dan berbagai faktor yang mempengaruhinya dalam meningkatkan mutu pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran komite sekolah meliputi: (1) sebagai badan pendukung, (2) sebagai pemberi pertimbangan, (3) sebagai badan pengontrol, dan (4) sebagai badan mediator. Faktor pendukung meliputi kesamaan visi, komunikasi intensif, kerjasama, dan saling terbuka. Sedangkan faktor penghambatnya meliputi keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya koordinasi, dan kurangnya waktu yang tersedia bagi pengurus komite untuk menjalankan tugasnya.

Peran komite sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan Agama Islam di SDN 02 Pandansari mencakup fungsi sebagai pemberi pertimbangan, badan pendukung, badan pengontrol, dan badan mediator antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.Faktor pendukung utama adalah adanya kesamaan visi, komunikasi yang baik, kerja sama, dan keterbukaan antara sekolah dan komite sekolah.Faktor penghambat meliputi keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya waktu, serta koordinasi yang lemah antar pengurus komite sekolah.

Pertama, perlu diteliti bagaimana penguatan kapasitas sumber daya manusia pengurus komite sekolah melalui pelatihan berbasis kompetensi dapat meningkatkan efektivitas peran mereka dalam pengambilan keputusan pendidikan. Kedua, perlu dikaji lebih lanjut model koordinasi digital atau sistem manajemen komite sekolah berbasis aplikasi sederhana yang dapat mempermudah komunikasi dan penjadwalan rapat di tengah kesibukan pengurus dari latar belakang profesi yang beragam. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi bentuk keterlibatan orang tua secara berkelanjutan melalui program kaderisasi anggota komite sekolah yang sistematis agar keberadaannya tidak bersifat sementara dan dapat mempertahankan kesinambungan visi serta program peningkatan mutu pendidikan Agama Islam di masa depan. Penelitian-penelitian ini akan membantu membangun komite sekolah yang lebih profesional, terstruktur, dan efisien. Dengan adanya pelatihan, maka pengurus komite dapat lebih percaya diri dan kompeten dalam memberikan pertimbangan strategis. Sementara sistem digital dapat mengatasi keterbatasan waktu dan mempercepat proses pengambilan keputusan. Program kaderisasi juga penting untuk memastikan keberlanjutan peran komite meskipun ada pergantian pengurus. Ketiga pendekatan ini saling melengkapi dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang partisipatif dan berkelanjutan. Dengan demikian, komite sekolah tidak hanya menjadi mitra sekolah secara formal, tetapi juga berperan nyata dalam peningkatan mutu jangka panjang. Semua ide ini berangkat dari temuan faktor penghambat dalam penelitian ini dan merupakan pengembangan logis dari saran yang mungkin sudah diberikan dalam kajian sebelumnya. Penelitian lanjutan semacam ini sangat relevan untuk diterapkan di sekolah-sekolah serupa di daerah pedesaan.

Read online
File size201.55 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test