UNIGALUNIGAL
JALL (Journal of Applied Linguistics and Literacy)JALL (Journal of Applied Linguistics and Literacy)This study examines how cultural background and gender relate to argumentative coherence in English writing among Indonesian and Japanese EFL learners. Although intercultural rhetoric research has explored cross-cultural variation in argumentative structure, limited corpus-based studies have compared learners at controlled proficiency levels using a structured analytical framework. Drawing on 20 B1_2-level essays from the ICNALE corpus, this study applies the Toulmin Argument Pattern (TAP) framework to analyze the distribution of claims, data, counterclaims, and rebuttals. Argumentative quality was further assessed using an adapted coherence-level scale. The findings reveal clear cross-cultural variation: Indonesian learners produced a higher frequency of claims and supporting data, reflecting a predominantly linear argumentative structure, whereas Japanese learners more frequently incorporated counterclaims and rebuttals, resulting in more structurally complete argumentative cycles. Gender-related differences were observed in the distribution of argumentative elements; however, these patterns should be interpreted cautiously due to the exploratory sample size. Overall, the study highlights the role of culturally shaped rhetorical preferences in EFL argumentative writing and demonstrates the usefulness of TAP as a diagnostic tool for examining intercultural variation in coherence. Pedagogical implications and directions for future research are discussed.
This study revealed distinct cultural influences on argumentative writing, with Indonesian learners favoring linear claim-data structures and Japanese learners demonstrating more complex argumentative cycles incorporating counterclaims and rebuttals.Gender-related variations were observed but require further investigation due to the limited sample size.These findings underscore the importance of recognizing culturally shaped rhetorical preferences in EFL writing instruction and highlight the potential of the Toulmin Argument Pattern (TAP) framework for assessing intercultural coherence.
Future research should expand the dataset to include a larger sample size and diverse writing prompts to enhance the generalizability of the findings. Investigating the impact of explicit instruction in argumentation structures, such as the Toulmin model, on Indonesian EFL learners ability to incorporate counterclaims and rebuttals would be valuable. Furthermore, exploring the relationship between learners cultural backgrounds, rhetorical preferences, and perceptions of coherence could provide deeper insights into the complexities of intercultural argumentation, potentially informing the development of culturally responsive pedagogical approaches to writing instruction.
- CULTURAL THOUGHT PATTERNS IN INTERâCULTURAL EDUCATION - Kaplan - 1966 - Language Learning -... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1467-1770.1966.tb00804.xCULTURAL THOUGHT PATTERNS IN INTERyAAAaCULTURAL EDUCATION Kaplan 1966 Language Learning onlinelibrary wiley doi 10 1111 j 1467 1770 1966 tb00804 x
- Enhancing the quality of argumentation in school science - Osborne - 2004 - Journal of Research in Science... doi.org/10.1002/tea.20035Enhancing the quality of argumentation in school science Osborne 2004 Journal of Research in Science doi 10 1002 tea 20035
- EFL Students’ Coherence Skill in Writing: A Case Study of Third Year Students of Bachelors in English... doi.org/10.5539/elt.v13n8p120EFL StudentsAo Coherence Skill in Writing A Case Study of Third Year Students of Bachelors in English doi 10 5539 elt v13n8p120
- Lexical Cohesion in English – Indonesia Machine Translation Output: The Realization of Manual Post-Editing... doi.org/10.25157/jall.v7i1.9862Lexical Cohesion in English Ae Indonesia Machine Translation Output The Realization of Manual Post Editing doi 10 25157 jall v7i1 9862
- Factors affecting male and female Indonesian EFL students’ writing anxiety | Salikin | Indonesian... ejournal.upi.edu/index.php/IJAL/article/view/20229Factors affecting male and female Indonesian EFL studentsAo writing anxiety Salikin Indonesian ejournal upi edu index php IJAL article view 20229
| File size | 360.05 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
BALELITERASIBALELITERASI The study concludes that while the internal quality assurance system has been systematically implemented across all stages of the quality cycle, its impactThe study concludes that while the internal quality assurance system has been systematically implemented across all stages of the quality cycle, its impact
UNIGALUNIGAL Data dikumpulkan melalui observasi kelas dan wawancara semi-terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan analisis tema sesuai dengan model interaktif Huberman.Data dikumpulkan melalui observasi kelas dan wawancara semi-terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan analisis tema sesuai dengan model interaktif Huberman.
SERAMBISERAMBI Penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dianalisis dengan mengeksplorasi integrasi kurikulum,Penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dianalisis dengan mengeksplorasi integrasi kurikulum,
AKMICIREBONAKMICIREBON Oleh karena itu, diperlukan pelatihan berkelanjutan dan pengembangan profesional yang komprehensif guna memastikan pendidik mampu menyampaikan materi terkiniOleh karena itu, diperlukan pelatihan berkelanjutan dan pengembangan profesional yang komprehensif guna memastikan pendidik mampu menyampaikan materi terkini
UNISSULAUNISSULA Model ini menggabungkan pembelajaran tatap muka dan online melalui media digital seperti video pembelajaran, Google Classroom, dan grup WhatsApp. PembelajaranModel ini menggabungkan pembelajaran tatap muka dan online melalui media digital seperti video pembelajaran, Google Classroom, dan grup WhatsApp. Pembelajaran
UNISSULAUNISSULA Namun, hal ini juga menunjukkan bahwa guru dapat menggunakan bahasa metaforis dalam interaksi mereka. Penelitian yang dilakukan di Taman Kanak-Kanak PancaNamun, hal ini juga menunjukkan bahwa guru dapat menggunakan bahasa metaforis dalam interaksi mereka. Penelitian yang dilakukan di Taman Kanak-Kanak Panca
UNISSULAUNISSULA Kesiapan infrastruktur teknologi dan kompetensi sumber daya manusia di institusi pendidikan juga menjadi faktor kritis dalam implementasi teknologi ini.Kesiapan infrastruktur teknologi dan kompetensi sumber daya manusia di institusi pendidikan juga menjadi faktor kritis dalam implementasi teknologi ini.
JOMPARNDJOMPARND Tidak hanya itu, penulis juga berhasil mendapatkan pengalaman dunia kerja, mempelajari hal baru lainnya, dan menerapkan kompetensi ke dalam dunia kerja.Tidak hanya itu, penulis juga berhasil mendapatkan pengalaman dunia kerja, mempelajari hal baru lainnya, dan menerapkan kompetensi ke dalam dunia kerja.
Useful /
JOMPARNDJOMPARND Peserta dan ketua RT menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap rangkaian kegiatan yang dilaksanakan. Anak-anak mampu menghasilkan kerajinan celenganPeserta dan ketua RT menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap rangkaian kegiatan yang dilaksanakan. Anak-anak mampu menghasilkan kerajinan celengan
JOMPARNDJOMPARND Program ini menerapkan metode pendampingan berupa pemberian materi pendidikan, workshop kreatif, pembelajaran berbasis bermain, serta penanaman nilai karakterProgram ini menerapkan metode pendampingan berupa pemberian materi pendidikan, workshop kreatif, pembelajaran berbasis bermain, serta penanaman nilai karakter
JOMPARNDJOMPARND Selain itu, penyuluhan kesehatan yang diberikan meliputi bahaya hipertensi, stroke, dan asam urat, pentingnya status gizi bagi penderita, serta edukasiSelain itu, penyuluhan kesehatan yang diberikan meliputi bahaya hipertensi, stroke, dan asam urat, pentingnya status gizi bagi penderita, serta edukasi
JOMPARNDJOMPARND Fakta ini menegaskan perlunya intervensi edukatif yang berbasis data untuk meningkatkan kesadaran dan ketahanan sosial di tingkat keluarga. Edukasi yangFakta ini menegaskan perlunya intervensi edukatif yang berbasis data untuk meningkatkan kesadaran dan ketahanan sosial di tingkat keluarga. Edukasi yang