UNJUNJ

Jurnal Sains GeografiJurnal Sains Geografi

Hutan mangrove di Pulau Tidung Kecil memiliki potensi besar dalam menyerap karbon biru, sehingga dapat berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur potensi penyerapan karbon oleh ekosistem mangrove di wilayah tersebut sebagai upaya untuk mengurangi dampak pemanasan global. Penelitian ini menggunakan metode pengambilan sampel acak terstratifikasi dengan ukuran plot 1m x 1m pada empat stasiun yang ditentukan. Luas total kawasan mangrove diestimasikan menggunakan citra satelit Sentinel-2A dengan metode supervised classification. Biomassa dan stok karbon mangrove dihitung menggunakan persamaan allometrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas total kawasan mangrove di Pulau Tidung Kecil adalah 2,31 ha-1 menggunakan supervised classification. Biomassa seluruh kawasan mangrove diperkirakan sebesar 250,96 ton, dengan total stok karbon sebesar 117,94 ton. Berdasarkan perhitungan, ekosistem mangrove di wilayah ini mampu menyerap karbon sebesar 432,86 ton karbon dioksida. Ekosistem mangrove di Pulau Tidung Kecil memiliki potensi yang sangat baik dalam menyerap karbon dan berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim. Hasil observasi yang dilakukan, dapat menjadi dasar pertimbangan rehabilitasi, pelestarian, pengembangan penelitian, dan peningkatan upaya konservasi ekosistem mangrove di Pulau Tidung Kecil.

Ekosistem mangrove Rhizophora mucronata di Pulau Tidung Kecil memiliki peran penting dalam siklus karbon biru serta berkontribusi terhadap kestabilan iklim dan penurunan konsentrasi CO2.Total biomassa mangrove mencapai 250,96 ton dengan stok karbon sebesar 117,94 ton dan kemampuan menyerap karbon hingga 432,86 ton CO2.Hasil ini menjadi dasar penting untuk penguatan kebijakan konservasi dan pengelolaan berkelanjutan ekosistem mangrove di wilayah tersebut.

Pertama, perlu dilakukan penelitian longitudinal untuk memantau perubahan biomassa dan stok karbon mangrove Rhizophora mucronata dari waktu ke waktu, guna memahami dinamika pertumbuhan dan penyerapan karbon secara jangka panjang. Kedua, penting untuk mengkaji dampak tekanan antropogenik seperti limbah mikroplastik dan aktivitas wisata terhadap kesehatan dan efisiensi penyerapan karbon ekosistem mangrove, agar dapat diidentifikasi faktor utama yang menghambat potensinya. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian komparatif terhadap berbagai jenis mangrove di kawasan Kepulauan Seribu untuk menentukan spesies mana yang paling efisien dalam menyerap karbon, sehingga dapat menjadi acuan dalam program restorasi dan konservasi berbasis ekosistem. Temuan dari ketiga penelitian ini akan memberikan dasar ilmiah yang kuat untuk pengelolaan ekosistem mangrove yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Read online
File size685.97 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test