JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD

Jurnal Akademika KimiaJurnal Akademika Kimia

Salah satu pencegahan osteoporosis adalah dengan mengonsumsi suplemen kalsium. Cangkang kepiting merupakan sumber kalsium yang dapat diolah menjadi suplemen. Ekstraksi kalsium menggunakan metode kalsinasi pada suhu 900°C selama 4 jam. Setelah pengabuan serbuk cangkang kepiting, dianalisis menggunakan XRD dan diolah dengan aplikasi Highscore Plus menggunakan metode Rietveld. Kristal kalsium terbaik akan digunakan sebagai bahan baku serbuk effervescent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kristal kalsium dari cangkang rajungan mengandung 0,4% CaCO3 dengan ukuran kristalit 25,9001 nm dan 99,6% CaO dengan ukuran kristalit 82,7183 nm dengan nilai GoF 1,69979. Kristal kalsium yang dihasilkan dari cangkang bakau adalah 100% CaO dengan ukuran kristalit 77,3397 nm dengan nilai GoF 1,90266. Kristal kalsium dari cangkang bakau digunakan sebagai bahan baku effervescent dengan 2 formulasi berbeda. Hasil uji organoleptik dari kedua serbuk menunjukkan hasil yang sama, yaitu berupa serbuk kuning pucat dengan aroma jeruk dan rasa asam. Hasil uji waktu dispersi menunjukkan bahwa kedua formulasi telah memenuhi persyaratan, dengan waktu dispersi formula 1 sebesar 31,67 detik dan formula 2 sebesar 32,33 detik. Hasil uji kadar air dari kedua formula memenuhi persyaratan, dengan kadar air formula 1 sebesar 0,071% dan formula 2 sebesar 0,067%.

Kristal kalsium yang dihasilkan dari cangkang rajungan dan bakau melalui metode kalsinasi memiliki ukuran nanopartikel (1-100 nm).Cangkang bakau menghasilkan kristal CaO yang lebih murni dan lebih kecil dibandingkan dari cangkang rajungan.Kristal kalsium dari cangkang bakau digunakan dalam dua formulasi effervescent yang keduanya memenuhi standar evaluasi organoleptik, waktu dispersi, dan kadar air.

Pertama, perlu diteliti efektivitas absorbsi kalsium dari serbuk effervescent berbasis cangkang bakau pada populasi manusia dengan risiko osteoporosis, dibandingkan dengan suplemen kalsium komersial, untuk mengetahui manfaat klinisnya. Kedua, perlu dikembangkan penelitian tentang formulasi effervescent dengan variasi rasa dan pemanis alami guna meningkatkan keberterimaan konsumen, khususnya anak-anak dan lansia, tanpa mengurangi stabilitas dan kelarutan produk. Ketiga, perlu dievaluasi dampak jangka panjang penggunaan serbuk effervescent ini terhadap kesehatan pencernaan dan keseimbangan asam-basa tubuh, mengingat kandungan asam dan basa dalam komposisi yang bereaksi saat dilarutkan. Penelitian-penelitian ini dapat memperkuat data keamanan, efikasi, dan preferensi pengguna dari produk berbasis limbah kepiting yang berkelanjutan. Dengan menggabungkan pendekatan biomedis, sensori, dan toksikologi, pengembangan produk dapat dilakukan secara holistik. Fokus pada sumber lokal dan proses ramah lingkungan juga dapat mendorong inovasi berkelanjutan di bidang nutraceutical. Riset lanjutan semacam ini akan mempercepat alih teknologi dari laboratorium ke masyarakat. Validasi secara klinis sangat penting sebelum produk dipasarkan. Studi intervensi terkontrol menjadi langkah penting berikutnya.

Read online
File size294.08 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test